Angi ndai

Angi ndai

Share

08/07/2026

Dapat izin dari pengadilan negeri Tangerang untuk menggeledah rumah Roy Suryo guna mengamankan alat bukti, eh...penyidik mabes polri malah menggeledah rumahnya untuk menangkap orangnya

Alhasil tindakan tsb dinilai oleh hakim tunggal pengadilan negeri Jakarta, i Ketut darpawan, cacat formil, sehingga penggeledahan yang di lakukan oleh tim penyidik terhadap rumah Roy suryo di anggap tidak sah. Keputusan tsb merupakan salah satu hasil dari sidang pra peradilan yang di mohonkan oleh Roy suryo kepada PN Jakarta

Pada momen yang sama, hakim PN Jakarta juga memutuskan jika tindakan penyidik berupa penangkapan dan penahanan terhadap Roy Suryo juga di anggap tidak sah.

Hakim berpendapat jika penangkapan seharusnya tidak di lakukan terhadap yang bersangkutan, mengingat penyidikan yang di lakukan oleh tim penyidik mabes polri terhadap Roy suryo semenjak dirinya di tetapkan sebagai tersangka pada 7 November 2025, berjalan sebagaimana mestinya tanpa hambatan, sehingga tindakan penangkapan tidak di perlukan, terlebih lagi Roy Suryo senantiasa kooperatif dalam mengikuti proses hukum yang di gelar terhadap dirinya, demikian yang juga di akui oleh mabes polri dalam persidangan

Sementara untuk penahanan, hakim menolak alasan tim penyidik mabes polri untuk menahan Roy Suryo, mengingat tidak ada indikasi jika tersangka hendak kabur, menghilangkan barang bukti, hingga melakukan tindakan pidana lainnya selama proses hukum berjalan terhadap dirinya

Sebelumnya, drama tudingan ijazah palsu Jokowi memasuki babak baru, Roy Suryo di ketahui mengajukan permohonan pra peradilan kepada PN Jakarta setelah dirinya bersama Dr tifa di tahan oleh penyidik mabes polri

Sidang pra peradilan pun di gelar dengan keputusan hakim menerima sebagian dari permohonan tersangka yang di antaranya memutuskan jika tindakan penggeledahan rumah, penangkapan, dan penahan terhadap Roy Suryo di anggap tidak sah karna cacat formil.

Netizen bilang : "ini polisi mau mengawal keadilan atau mengawal jokowi"

30/06/2026

Taufik Hidayat, antara kasih sayang orang tua dan pola asuh yang keliru

Pak tata mungkin tidak akan pernah menyangka jika anak yang paling di sayangi diantara anak-anaknya yang lain berubah menjadi sosok monster yang menghebohkan jagad Indonesia.

Adalah Taufik Hidayat, sosok yang beberapa hari ini viral di media sosial maupun kanal-kanal berita. Taufik Hidayat viral bukan lantaran prestasi yang patut di banggakan, melainkan karna kasus kejahatan yang menjerat dirinya.

Kejahatannya tergolong mengerikan, kejahatan yang sangat sulit untuk di bayangkan oleh akal sehat. Akibat perbuatannya itu, kehidupan seorang wanita muda bernama yufita harus berubah untuk selamanya.

Yufita adalah korban ketika cinta tidak berlabuh di orang yang tepat. Selama hampir 3 tahun dirinya disekap dan di siksa dengan penyiksaan yang sangat keji oleh orang yang dia anggap sebagai kekasihnya, Taufik Hidayat.

Kita mungkin tidak akan pernah mengira jika luka-luka yang tergambar di tubuh yufita itu di lakukan oleh seorang manusia karna saking sadisnya. Namun inilah faktanya, ketika manusia mengambil peran yang seharusnya hanya mungkin di lakukan oleh iblis.

Kisah tragis ini bukan hanya soal kejahatan mengerikan yang dilakukan oleh Taufik Hidayat kepada yufita, tetapi juga tentang bagaimana seorang anak yang paling di cintai di dalam keluarga bertransformasi menjadi monster yang mengerikan.

Taufik Hidayat pada dasarnya manusia sebagaimana manusia pada umumnya. Dia terlahir dari sosok ayah dan ibu yang juga manusia. Dia pun terlahir dalam keadaan suci tanpa dosa. Lalu bagaimana dia bisa berubah menjadi dirinya yang sekarang ? Menjadi monster yang di benci semua orang.

Sebuah podcast yang menampilkan pembicaraan antara KDM dan pak tata yang tidak lain adalah ayah dari Taufik Hidayat mengungkap sebab musababnya.

Pribadi Taufik hidayat yang sekarang tidaklah lahir di ruang hampa. Dia adalah hasil didikan dari lingkungan dimana dia tumbuh, termasuk di dalam keluarganya sendiri.

Taufik Hidayat adalah anak ke 3 dari 4 bersaudara. Tidak seperti kakak-kakak dan adiknya, Taufik Hidayat terlahir dengan fisik yang rupawan atau dalam bahasa Sundanya "kasep", setidaknya hal itu yang di lihat pak tata.

Karna kasep, pak tata memiliki kecenderungan untuk memberikan rasa cintanya yang lebih besar kepada vilain dalam kisah ini, Taufik Hidayat, di bandingkan dengan saudara-saudara yang lain.

Cinta sang ayah membuat Taufik Hidayat tumbuh menjadi sosok yang di manja, paling di sayangi, kemauannya seringkali di turuti, bahkan sampai dia berbuat salah sekalipun, dirinya tetap di bela sang ayah.

Pola asuh yang semacam inilah yang barangkali membangkitkan sedikit demi sedikit sisi monster dalam dirinya. Awalnya egois, kemudian tempramental dan tidak peduli dengan konsekwensi dari perbuatannya, hingga akhirnya melakukan kejahatan di luar batas kemanusiaan.

Yufita bukanlah satu-satunya korban dari rekam jejak kejahatan yang dilakukan oleh Taufik Hidayat, pak tata, ayah kandung Taufik juga pernah merasakan sisi bengis dari sosok monster yang tanpa sengaja di ciptakannya itu

Pernah suatu waktu ketika dirinya sedang bekerja di sawah, dirinya di datangi oleh sosok Taufik dalam mode bengis, alih-alih datang untuk membantu meringankan pekerjaan ayahnya, Taufik justru datang dan menghantam ayahnya dengan balok kayu hanya karna tidak mendapati lauk di rumah.

Saat ini hampir semua orang mengutuk Taufik atas perbuatannya terhadap yufita, dan dia memang pantas mendapatkannya sebagai sanksi sosial, namun tentu saja jangan berhenti hanya pada mengutuk, toh kutukan tidak akan pernah mengembalikan keadaan yufita seperti sediakala.

Ada pelajaran yang sangat berharga dari peristiwa ini yang patut kita perhatikan, tidak juga untuk mengubah keadaan yufita seperti semula, namun dari sana kita dapat mencegah agar yufita-yufita lainya tidak bermunculan. Salah satunya adalah pelajaran soal parenting.

Kecendrungan dalam memiliki rasa sayang yang lebih besar terhadap salah satu anak dari saudara-saudaranya yang lain pada dasarnya adalah hal yang manusiawi.

Misalnya ada orang tua yang lebih mencintai anak bungsunya atau orang tua yang mencintai salah satu anaknya karna kepintarannya, atau mungkin karna kebaikan serta baktinya dsb.

Namun rasa kasih sayang dan cinta yang lebih kepada salah satu anak jangan sampai menutupi akal sehat sehingga tidak dapat berlaku adil dan proporsional dalam berinteraksi dengan anak-anak kita yang lain.

Misalnya berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi hak dari anak yang paling di sayangi tetapi di saat yang sama abai terhadap hak-hak saudaranya yang lain.

Begitupula proporsional dalam berbaur dengan anak yang paling di sayang tidak mesti menuruti semua yang dia minta. Sebagai orang tua yang tentunya memiliki banyak pengetahuan tentang kehidupan, orang tua seharusnya lebih paham mengenai apa yang baik dan buruk bagi anak-anaknya.

Tidak memberikan apa yang anak s**ai atau memberikan apa yang mereka tidak s**a bukan berarti menafikan rasa kasih sayang kepada mereka, karna bisa saja sesuatu yang mereka s**a pada saat itu justru adalah sesuatu yang buruk untuk mereka atau sebaliknya, sesuatu yang mereka tidak s**a justru adalah yang baik untuk mereka.

inilah sebenarnya bentuk rasa kasih sayang yang sempurna, kasih sayang yang di balut kebijaksanaan. Analoginya seperti seorang dokter yang memberikan obat pahit yang tidak dis**ai oleh pasien. Dokter memberikan obat tersebut bukan karna dia benci kepada pasiennya, justru sebaliknya hal itu adalah bentuk kepedulian sang dokter yang ingin segera melihat pasiennya sembuh dan sehat kembali meskipun harus mengabaikan perasaan si pasien untuk beberapa saat.

Kemudian yang tak kalah penting tidak membenarkan kesalahan mereka, meskipun dia adalah anak yang paling kita sayangi. Salah dan benar harus di jelaskan seterang terangnya kepada mereka dan jangan ragu memberikan hukuman jika dirinya terbukti melakukan kesalahan. Hukuman juga merupakan bentuk kepedulian orang tua kepada anaknya, Kepedulian yang menginginkan jika anaknya kelak tumbuh menjadi pribadi yang tidak kehilangan neraca dalam menilai keburukan dan kebaikan serta tidak menjadi pribadi yang hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri.

Akhirnya persoalannya bukan terletak pada perbedaan kasih sayang yang bisa saja terjadi dalam hubungan orang tua dan anak-anaknya, melainkan bagaimana orang tua mengekspresikan surplus rasa sayang tersebut dan di saat yang sama tetap dapat berlaku adil dalam relasinya dengan anak-anaknya yang lain

29/06/2026

Pak Prabowo selalu saja bisa bikin orang terkekeh, senyum manis, sampai senyum tipis-tipis saat mendengar pidato yang sampaikannya.

Candaan memang kerap masuk dalam materi pidatonya, tak terkecuali ketika sang presiden berpidato pada pekan nasional petani nelayan ke XVIII di Gorontalo, pada 24 Juni kemarin

"Panglima TNI dan Kapolri sulit di ganti" kira-kira seperti itulah goyonan pak presiden seperti yang terekam dalam video yang di unggah oleh kementrian sekretariat negara di saluran youtubenya.

Prabowo kemudian melanjutkan guyonan nya dengan menyebut alasan kenapa panglima TNI dan Kapolri sulit di ganti , "panglima TNI ada subiyantonya dan Kapolri ada prabowonya" ujar prabowo

Seperti di ketahui , panglima TNI saat ini di isi oleh Agus Subiyanto sementara jabatan kapolri masih di pegang oleh jendral Listyo Sigit Prabowo, keduanya naik menjadi orang nomor satu di institusinya masing masing pada saat Jokowi menjabat sebagai presiden

Wkwkw...lucu kan, gimana menurut kalian ???
Awas yah gak ketawa nanti di tabok pak Jokowi

Want your public figure to be the top-listed Public Figure in Dompu?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Address


Kecamatan Palibelo
Dompu

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00
Saturday 08:00 - 16:30