PAUDShare
Kata Kata Pertama si Kecil
Begitu ananda terlahir ke dunia, ia hanya bisa menangis untuk mengatakan semua kebutuhannya. Seiring waktu, kita akan mengenalkan kata atau bahasa sebagai cara untuk mengatakan kebutuhan dan perasaan perasaan.
Mengenalkan kata dilakukan secara alami, dengan cara sederhana yaitu bicara padanya. Hindarkan mengajarkan kata dengan cara pasif seperti menyediakan tontonan televisi.
Semua kata sehari hari kita ucapkan, dengan menghadapkan badan kita kepadanya, dan menatap mata, tidak sambil lalu, dengan kata kata yang jelas pengucapan dan maknanya
Perhatikan intonasi, variasikan tinggi rendah, volume besar kecil, jelas, ataupun berbisik. Variasi ini akan menarik perhatian anak. Suara yang mengecil layaknya suara anak juga disukai oleh mereka.
Hayati bahwa bicara itu menyenangkan, penuh tawa dan efektif untuk menyatakan rasa dan kebutuhaan. Bentuk persepsi positif yang kuat terhadap aktivitas bicara. Minimalkan terlalu banyak bicara dengan emosi negatif seperti marah berlebihan, yang membuat takut, hingga anak enggan bicara.
Diam itu emas, bicara itu perak berlaku saat ayahbunda sedang dikuasai emosi negatif. Pastikan bicara untuk mengeluarkan kata positif. Jika sedang tidak bisa, lebih baik diam, menahan lisan, sambil menyiapkan kata yang mau diucapkan.
Diam itu emas, tidak berlaku dalam suasana keseharian. Sebisa mungkin kita banyak bicara dalam kata yang kaya dan melimpah. Agar anak kita menyimpan kosa kata, mengingat, dan mengucapkannya kelak.
Ada kata kata pertama yang perlu pembiasaan agar anak terampil mengucapkannya.
Pertama, panggilan untuk orang orang terdekatnya.
Kedua, doa sederhana, seperti ucapan salam dan bismillah sebelum beraktivitas
Ketiga, kalimat positif seperti permisi, tolong, terima kasih, dan maaf.
Keempat, kata label emosi seperti sedih, takut, marah, senang.
Kelima, kata kebutuhan sehari hari seperti, makan, minum, tidur, mandi.
Semua stimulasi, aspek apapun itu, diperlukan satu hal yaitu konsistensi. Luangkan waktu kita agar bisa konsisten, menstimulasi bicara dengan sebaik baiknya ikhtiar. Karena bicara akan menunjang aspek lainnya yaitu sosial (bagaimana ia berinteraksi dengan orang lain ), emosi (bagaimna ia mengekspresikan emosi dengan kata kata), dan intelektual secara umum.
Apakah anak kita seperti segelas kaca, yang jika ia tersentuh kesalahan orang dewasa, akan langsung jatuh pecah terkeping-keping? Tidak, saya tidak pernah mau berpikir demikian. Karena setiap harinya, ada saja kesalahan yang saya lakukan. Saya hanya berusaha menutup satu kesalahan saya, dengan tak hingga kebaikan. Berharap dan meyakini seandainya ada luka yang tercipta dari kesalahan, semoga terobati oleh kebaikan.
Tak hingga kebaikan yang selalu kita usahakan, semoga menjadi jalan keberkahan. Semoga menjadi jalan agar Allah menyempurnakan setiap ikhtiar yang dilakukan.
Suatu hari, saat penat melanda suara ibu lebih keras, Nak. Mungkin engkau terkejut. Akan tetapi senyum ibumu, belaian ibumu, pangkuan ibumu, dengan izin Allah semoga mendamaikan hatimu dan bahagia.
Ibu tahu, ibu bukan malaikat, akan tetapi ibu juga yakin tidak perlu menjadi malaikat untuk menjadi ibumu.
(Lita edia)
24/11/2014
Baca status fb teman teman...masih dalam suasana bbm naik, dan isu politik yang tiada henti. Jadi saya mau posting kabar baik saja nih Ayahbunda, supaya pikiran tidak terlalu penat:).
Ketika bbm naik, apa yang terpikirkan? Menghemat pengeluaran, menambah pendapatan...:) Nah satu lagi yang terpikir oleh saya, pendidikan anak. Hmm bagaimana nih dengan pendidikan. Harus mulai memikirkan hal sederhana yang bisa menstimulasi banyak hal pada anak.
Dalam benak saya, saya harus bisa mengadaptasi isu pendidikan yang sering dikenal mahal, menjadi hal sederhana yang bisa dihadirkan di rumah kita semua. Salah satunya konsep pendidikan montessori yang dikenal bahwa sekolah yang menerapkannya memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Ketika browsing hal hal yang berkaitan dengan montessori, sampailah saya pada satu situs yang menampilkan bagaimana tampilan kamar bayi yang dirancang dengan konsep montessori.
Kabar baiknya adalah... ternyata kamar bayi dan anak yang memperhatikan prinsip montessori itu sederhana loh. Bisa menggunakan material yang terjangkau. Prinsipnya anak bisa belajar dengan mengalami sendiri. Jadi ruangannya aman untuk mandiri dan bereksplorasi. Kekhasannya ada pada diletakkannya kasur/ matras yang tidak tinggi, digeletakkan saja di lantai, cermin besar yang diletakkan di bawah. Karpet/ playmat tebal dan empuk. Lemari yang terjangkau sehingga mainan, buku bisa ia ambil dan kembali rapi sendiri.
Mau coba menerapkannya di rumah?
Sumber foto: howwemontessori.com
Click here to claim your Sponsored Listing.
Culinary Team
Attire
Telephone
Website
Address
Depok