Kalender Bulan
MEMAKNAI GERHANA REMBULAN
Tanggal 15 Jumadil awal 1439 H, bertepatan 31 Januari 2018 baru saja, kita menyaksikan peristiwa alam nan 'ajaban (luar biasa, mengagumkan, membingungkan). Gerhana bulan Total.
Dalam ilmu astronomi dijelaskan saat bumi berada di antara rembulan dan matahari dan tepat membentuk satu garis maka terjadi gerhana rembulan. Lalu pelajaran apa yang dapat diambil di samping gambaran posisi benda - benda angkasa tersebut? Astronomi tak memberi jawaban.
Inna Allaha khalaqa as-samawati wal ardhi fi sittatin ayyam tsuma istawa 'alal arsyi li yabyuwa k*m ayyuk*m ahsanu 'amalan : penciptaan angkasa dan bumi bertujuan untuk menguji coba manusia : "Siapa di antara kalian yang mau ber amal hasanah ?".
Gerhana rembulan merupakan simbol atas sebuah perilaku. Simbol adalah bahasa isyarat sepertihalnya semaphore dalam dunia pramuka. Sebuah gerakan tertentu yang mengandung makna, yang hanya diketahui oleh yang belajar isyarat tersebut, dialah pramuka.
Begitu p**a gerhana rembulan. Matahari adalah simbolik dari sumber kehidupan, sumber cahaya, dialah Allah Rabbu al arsyi al 'adzim. Rembulan adalah pemantul cahaya terang dari matahari. Dialah al Qur'an. Al Qur'an memiliki sebutan sama dengan rembulan yaitu Muniiran. Dan bumi adalah tempat bermukim manusia.
Dalam peristiwa gerhana rembulan,
Bumi tepat berada di antara matahari dan bulan. Bumi dengan berani meletakkan bayangannya di atas tubuh rembulan. Bukan rembulan itu hilang, sebaliknya malam di bumi semakin kelam tanpa cahaya rembulan.
Manusia sebagai penduduk bumi dengan ego beranggapan ana khairum minhu, saya lebih hebat dari al Qur'an. Dalam arti pendapat saya lebih membawa kebahagian dibandingkan penuturan al Qur'an.
Akhirnya segala daya baik harta maupun wadiabala termasuk nasab keturunan dikerahkan untuk menenggelamkan al Quran. Tujuan akhirnya agar manusia tidak lagi melihat al Qur'an dalam memecahkan masalah dalam hidupnya. Lalu sedikit demi sedikit al Qur'an menghilang dalam hidup.
Yang terjadi sebenarnya, bukanlah al Qur'an yang hilang, sebaliknya hidupnyalah terus dirundung kemalangan demi kemalangan, karena tidak mau diarahkan oleh al Qur'an.
Gerhana bulan dalam al Qur'an disebut dengan khusuf. Kamus al munnawir menjelaskan khusuf juga bermakna menenggelamkan dengan segala sesuatu yang ada di atasnya.
Bumi seolah hendak menenggelamkan / memadamkan cahaya purnama rembulan, namun Allah hanya memberinya waktu sebentar saja, bahkan purnama semakin bersinar setelahnya.
Mereka hendak memadamkan cahaya al Qur'an, sebaliknya Allah menyempurnakan cahayanya, meskipun mereka marah-marah. (Q.S Ash Shaff : 8)
Shalat Khusuf
Situasi dan kondisi sepertihalnya gerhana rembulan pasti akan berlangsung dalam siklus kehidupan manusia. Lalu bagaimana menghadapinya? Ketika gerhana rembulan terjadi, Rasulullah Muhammad SAW mendirikan shalat khusuf. Qiraah yang panjang setelah al Fatihah seolah menyampaikan : berakrablah kalian dengan al Qur'an meski sangat payah, bertahanlah. Dua rukuk di setiap rakaat seolah menyampaikan gandakanlah kepatuhan kalian kepada Allah SWT. Dengan begitu kalian akan berhasil melalui kekelaman hidup.
Penjelajah ilmu,
Maghrib ini kita akan memasuki malam ke 13 bulan Rabiul Akhir. Yg berkenan untuk melaksanakan puasa tengah bulan (shaum ayyamul bidh) 13, 14,15 Rabiul Akhir dapat bersiap siap.
Usahakan untuk tidur lebih awal agar malam dapat bangun lebih awal. Malam diisi dengan qiyamul lail (tahajud/mambaca al qur'an), makan sahur dan shalat subuh.
Selamat berpuasa Tengah Bulan Rabiul Akhir 1439 H ( 1 - 3 Januari 2018)
RAMADHAN BULAN PENURUNAN AL QUR'AN
Penjelajah ilmu..
Malam ini kita memasuki bulan Ramadhan, dimana Allah menetapkan kepada setiap mukmin untuk berpuasa sebagaimana para mukmin dari generasi terdahulu. Tujuan utamanya adalah membentuk pribadi yang patuh dengan ajaran Allah (al baqarah : 183). Lebih lanjut dijelaskan bahwa buah dari kepatuhan ini kelak akan dipanen sebagai kebaikan hidup bagi pelakunya (al Baqarah : 184)
Dalam rangka pembentukan pribadi patuh dengan ajaran Allah ini maka disebutkan bahwa isi dari bulan Ramadhan adalah penurunan al Qur'an. Dengan demikian malam-malam Ramadhan adalah malam-malam yang diisi dengan menurunkan bacaan al Quran dari mushaf ke dalam hati pelaku puasa sehingga menjadi identitas dirinya (al baqarah : 185).
Mari menengadahkan pinta : Mudah-mudahan Allah mengkaruniakan kekuatan lahir sehingga kita mampu bertahan di siang hari dari gempuran selera lidah (perut) dan hasrat (bawah perut) yang telah menjadi Tuan (Tuhan) lain bagi manusia. Pun mudah-mudahan Allah mengkaruniakan kemantapan bathin sehingga kita mampu meng"copy" al Qur'an melalui shalat malam dan melekatkannya di hati kita sehingga membekas di "wajah" (akhlak) kehidupan sehari-hari.
Ibda bismirabbika. Mari kita mengawali tradisi para rasul dan generasi mukmin dari zaman ke zaman dengan ikrar "Bismillahi rahmaani rahiimi".
1 Ramadhan 1438 H / 27 Mei 2017
10/05/2017
MALAM NISFU SYA'BAN
Penjelajah Ilmu,
Rabu malam Kamis ini, di dalam kalender Masehi masih masuk terhitung tanggal 10-Mei-2017 mengingat kaidah pergantian hari di dalam kalender Masehi adalah pukul 12.00 tengah malam. Sebaliknya di dalam kalender Hijriyah kaidah perhantian hari dimulai ketika waktu maghrib tiba, dengan demikian malam ini kita telah memasuki hari Kamis. Dan malam ini p**a kita memasuki malam ke-15 di Bulan Sya'ban 1438 H. Malam yang dikenal dengan istilah nisfu sya'ban. Nisfu sya'ban sendiri adalah suatu moment (waktu kejadian) yang membagi bulan Sya'ban menjadi 2 bagian sama besar, yaitu 15 hari pertama dari tanggal 1 - 15, dan 15 hari kedua dari tanggal 16 - 30.
Seperti kita telah ketahui bahwa bulan Rajab dimulai pada hari Rabu (29-Maret-2017) berlangsung selama 29 hari sehingga berakhir pada hari Rabu (26 April 2017). Hari berikutnya yaitu Kamis (27 April 2017) adalah awal dari bulan Sya'ban. Sya'ban berlangsung selama 30 hari, dengan demikian Sya'ban akan berakhir pada hari Jum'at (26 Mei 2017). Lamanya hari masing-masing Bulan di dalam kalender Hijriyah dapat dilihat kembali di dalam sket 1 dan sket 2.
Penjelajah ilmu dapat menengok sebentar rembulan purnama malam ini apabila langit di tempat bermukim tidak sedang dirundung mendung sebagai tanda malam ini adalah Malam Nisfu Sya'ban ini. Dengan demikian, bagi para penjelajah ilmu yang telah berpuasa tengah bulan sejak Selasa kemarin dapat melanjutkan puasa dan Qiyamul Lail di malam ini. Ataupun bagi yang belum berkesempatan berpuasa dapatlah p**a melakukan Qiyamul Lail di malam ini, seraya memanjatkan pinta mudah-mudahan Allah berkenan membimbing hidup kita searah dengan ajaran-NYA yaitu al Qur'an al Kariim yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa salam.
Kamis, 15 Sya'ban 1438 H
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the school
Address
Sawangan
Depok