Cinerepark-view

Cinerepark-view

Share

26/10/2024

Kajian Subuh MBR
Ustadz Riki Lesmana
Kitab Riyadhusholihin

BAB 71 Tawadhu

604. Dari al-Aswad bin Yazid, katanya: "Saya bertanya kepada Aisyah radhiallahu 'anha, apakah yang dilakukan oleh Nabi SAW di rumahnya?" Aisyah menjawab: "Beliau SAW melakukan pekerjaan keluarganya - yakni melayani atau membantu pekerjaan keluarganya. Kemudian jikalau datang waktu shalat, lalu beliau keluar untuk mengerjakan shalat itu." (Riwayat Bukhari)

Mari lakukan kebaikan kebaikan apapun yang kita bisa lakukan.
Manfaat kan waktu dengan baik, hingga saat waktu ibadah wajib kita tiba.

605. Dari Abu Rifa'ah yaitu Tamim bin Usaid r.a., katanya: "Saya sampai kepada Nabi SAW dan waktu itu beliau sedang berkhutbah, lalu saya berkata: "Ya Rasulullah, ada seorang yang gharib - asing yakni bukan penduduk negeri itu - datang untuk menanyakan agamanya yang ia tidak mengerti apakah agamanya itu." Rasulullah SAW lalu menghadap kepada saya dan meninggalkan khutbahnya, sehingga sampailah ke tempat saya. Beliau SAW diberi sebuah kursi kemudian duduk di situ dan mulailah mengajarkan pada saya dari apa-apa yang diajarkan oleh Allah padanya. Selanjutnya beliau mendatangi tempat khutbahnya lalu menyempurnakan khutbahnya itu." (Riwayat Muslim)

Ini bukti bahwa Rasulullah teladan kita mengajar kan bahwa kita harus tawadhu, walau saat itu sebagai pemimpin umat, namun mau mengajarkan orang Gharib/asing dengan penuh perhatian.

Mari kita berlaku tawadhu, jangan sombong dengan ilmu yang kita punya atau apapun yang kita punya saat ini.

606. Dari Anas r.a. bahwasanya Rasulullah SAW apabila makan sesuatu makanan, maka beliau itu menjilati jari-jarinya yang tiga - yakni ibu jari, telunjuk dan jari tengah. Anas berkata: "Rasulullah bersabda: "Jikalau suapan seseorang dari engkau semua itu jatuh, maka buanglah daripadanya itu apa-apa yang kotor dan setelah itu makanlah dan janganlah ditinggalkan untuk dimakan syaitan - yang masih bersih tadi. Beliau SAW juga menyuruh supaya bejana tempat makanan itu dijilati p**a. Beliau bersabda: "Sesungguhnya engkau semua tidak mengetahui dalam makanan yang manakah yang di situ ada berkahnya." (Riwayat Muslim)

Mari kita mencari keberkahan dengan tawadhu, mulai dari yang kecil, mulai dari makanan kita hingga kegiatan apapun yang bisa kita lakukan.
Insha Allah jadi penolong kita di hari akhir.

Aamiin.
Wallahu a'lam bissowwab

11/08/2024

Kajian subuh MBR
Ustadz Riki Lesmana
Kitab Riyadhusholihin

Bab 71 Tawadhu

600. Dari 'lyadh bin Himar r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya Allah telah memberikan wahyu kepadaku, hendaklah engkau semua itu bersikap tawadhu', sehingga tidak ada seseorang yang membanggakan dirinya di atas orang lain - yakni bahwa dirinya lebih mulia dari orang lain - dan tidak p**a seseorang itu menganiaya kepada orang lain - karena orang yang dianiaya dianggapnya lebih hina dari dirinya sendiri." (Riwayat Muslim)

601. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Tidaklah sedekah itu akan mengurangi dari harta seseorang dan tidaklah Allah menambahkan seseorang itu dengan pengampunan melainkan ditambah p**a kemuliaannya dan tidaklah seseorang itu bertawadhu' kerana mengharapkan keridhoan Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajad orang itu." (Riwayat Muslim)

Allah memberikan kasih sayang Nya untuk semua makhluk, apalagi manusia, apalagi kaum muslimin.
Tinggal kita bagaimana merasakan kasih sayang Allah SWT. Apakah kita bisa merasakannya dan bertawadhu serta bersyukur atau malah kita kufur dan sombong.

602. Dari Anas r.a. bahwasanya ia berjalan melalui anak-anak, kemudian ia memberikan salam kepada mereka ini dan berkata: "Nabi SAW juga melakukan sedemikian." (Muttafaq 'alaih)

603. Dari Anas r.a. p**a, katanya: "Bahwasanya ada seorang hamba sahaya wanita dari golongan hamba sahaya wanita yang ada di Madinah mengambil tangan Nabi SAW lalu wanita itu berangkat dengan beliau ke mana saja yang dikehendaki oleh wanita itu." Ini menunjukkan bahwa Rasulullah selalu merendahkan hati. (Riwayat Bukhari)

Rasulullah sudah memberikan contoh bertawadhu agar kita mendapatkan dan ditambahkan kelak nikmat Allah SWT.

Oleh karena nya kita berusaha tawadhu rendah hati dalam kehidupan kita.
Allah akan memuliakan kita, baik dalam kehidupan ini maupun kelak di akhirat.

Marilah kita saling menjaga diri kita untuk kebaikan. Menjaga hati, lisan dan perbuatan kita untuk rendah hati. Insha Allah semua menjadi berkah.
Aamiin.

Wallahualam bissowab.

18/03/2023

Kajian MBR
Ustadz Riki Lesmana
Kajian Riyadhus Solihin

Bab 60 Dermawan dan murah hati

556. Dari Aisyah radhiallahu 'anha bahwasanya para sahabat sama menyembelih kambing - lalu mereka sedekahkan kecuali belikatnya, kemudian Nabi s.a.w. bertanya: "Bagian apakah yang tertinggal dari kambing itu?" Aisyah menjawab: "Tidak ada yang tertinggal daripadanya, melainkan belikatnya." Beliau lalu bersabda: "Sesungguhnya semua anggotanya itu masih tertinggal, kecuali belikatnya yang tidak."

Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis shahih.

Maknanya ialah saat itu disedekahkanlah semuanya kecuali belikatnya, maka Rasulullah SAW itu menjelaskan bahwa di akhirat kelak semua itu masih tetap ada pahalanya - sebab disedekahkan - kecuali belikatnya yang tidak ada pahalanya - kerana dimakan sendiri.

557. Dari Asma' binti Abu Bakar as-Shiddiq radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda kepadaku: "Jangan engkau menyimpan apa-apa yang ada di tanganmu, sebab kalau demikian maka Allah akan menyimpan terhadap dirimu - yakni engkau tidak diberi rezeki lagi."

Dalam riwayat lain disebutkan:
"Nafkahkanlah, atau berikanlah atau sebarkanlah dan jangan engkau menghitung-hitungnya, sebab kalau demikian maka Allah akan menghitung-hitungkan kurnia yang akan diberikan padamu. Jangan p**a engkau mencegah - menahan untuk memberikan sesuatu, sebab kalau demikian maka Allah akan mencegah pemberianNya padamu." (Muttafaq 'alaih)

558. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya ia mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Perumpamaan orang kikir dan orang yang s**a menafkahkan itu adalah seperti dua orang lelaki yang di tubuhnya ada dua buah baju kurung dari besi - masing-masing sebuah, antara dua susunya dengan tulang lehernya.
Adapun orang yang s**a menafkahkan, maka tidaklah ia menafkahkan sesuatu, melainkan makin sempurnalah atau mencukupi seluruh kulitnya sampai-sampai menutupi tulang-tulang jari-jarinya, bahkan menutupi p**a bekas-bekasnya - ketika berjalan.
Adapun orang kikir maka tidaklah ia menginginkan hendak menafkahkan sesuatu, melainkan makin melekatlah setiap kolongan itu pada tempatnya. Ia hendak meluaskan kolongan tadi, tetapi tidak dapat melebar." (Muttafaq 'alaih)

Aljubbah atau Addir'u artinya baju kurung.

Artinya ialah bahwa seseorang yang s**a membelanjakan itu setiap ia menafkahkan sesuatu, maka makin sempurna dan memanjanglah sehingga tertariklah pakaian yang dikenakannya itu sampai ke belakangnya, sehingga dapat menutupi kedua kaki serta bekas jalan dan langkah-langkahnya.

559. Dari Abu Hurairah r.a. p**a, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Barangsiapa bersedekah dengan sesuatu senilai sebiji buah kurma yang diperolehinya dari hasil kerja yang baik - bukan haram -dan memang Allah itu tidak akan menerima kecuali yang baik. Maka sesungguhnya Allah akan menerima sedekah orang itu dengan tangan kanannya - sebagai kiasan kekuasaanNya, kemudian memperkembangkan pahala sedekah tersebut untuk orang yang melakukannya, sebagaimana seseorang dari engkau semua memperkembangkan anak kudanya sehingga menjadi seperti gunung - yakni memenuhi lembah gunung kerana banyaknya." (Muttafaq 'alaih)

Alfaluwwu dengan fathahnya fa' dan dhammahnya lam serta syaddahnya wawu, ada juga yang mengucapkan dengan kasrahnya fa', sukunnya lam serta diringankannya wawu yakni wawunya tidak disyaddahkan - dan berbunyi Alfilwu, artinya anak kuda.

Keterangan:
Hadis di atas menurut uraian Imam al-Maziri diartikan sebagai perumpamaan yakni yang lazim berlaku di kalangan bangsa Arab. Misalnya dalam percakapan mereka sehari-hari untuk memudahkan pengertian. Jadi seperti sedekah yang benar-benar diterima oleh Allah, lalu dikatakan "diterima dengan tangan kanannya," juga seperti perlipat gandaan pahala, dikatakan dengan "perawatan atau pemeliharaan yang sebaik-baiknya."

Imam Tirmidzi berkata: "Para alim-ulama ahlus sunnah wal jama'ah berkata: "Kita semua mengimankan apa pun yang terkandung dalam Hadis itu dan tidak perlu kita fahamkan sebagai perumpamaan, namun demikian kita pun tidak akan menanyakan dan tidak p**a memperdalamkan: "Jadi bagaimana wujud sebenarnya?" Misalnya mengenai tangan kanan Tuhan, perawatan dan pemeliharaan yang dilakukan olehNya dan Iain-Iain sebagainya."

560. Dari Abu Hurairah r.a. p**a dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Pada suatu kettka ada seorang lelaki berjalan di suatu tanah lapang - yang tidak berair, lalu ia mendengar suatu suara dalam awan: "Siramlah kebun si Fulan itu!" Kemudian menyingkirlah awan itu menuju ke tempat yang ditunjukkan, lalu menghabiskan airnya di atas tanah lapang berbatu hitam itu. Tiba-tiba sesuatu aliran air dari sekian banyak aliran airnya itu mengambil air hujan itu seluruhnya, kemudian orang tadi mengikuti aliran air tersebut. Sekonyong-konyong nampaklah olehnya seorang lelaki yang berdiri di kebunnya mengalirkan air itu dengan alat keruknya. Orang itu bertanya kepada pemilik kebun: "Hai hamba Allah, siapakah nama anda?" Ia menjawab: "Namaku Fulan," dan nama ini cocok dengan nama yang didengar olehnya di awan tadi. Pemilik kebun bertanya: "Mengapa anda tanya nama saya?" Orang itu menjawab: "Sesungguhnya saya tadi mendengar suatu suara di awan yang inilah air yang turun daripadanya. Suara itu berkata: "Siramlah kebun si Fulan itu! Nama itu sesuai benar dengan nama anda. Sebenarnya apakah yang anda lakukan?" Pemilik kebun menjawab: "Ada pun anda menanyakan semacam ini, kerana sesungguhnya saya selalu melihat - memperhatikan benar-benar - jumlah hasil yang keluar dari kebun ini. Kemudian saya bersedekah dengan sepertiganya, saya makan bersama keluarga saya yang sepertiganya dan saya kembalikan pada kebun ini yang sepertiganya p**a - untuk bibit-bibitnya." (Riwayat Muslim)

Dengan bersedekah,
kita jangan khawatir untuk berkurang harta kita, yakin lah bahwa Allah SWT akan menggantikannya dengan yang jauh lebih baik lagi di dunia. Bahkan di akhirat kelak jadi penolong kita.
InshaAllah.

Pun dengan hidup bertetangga, saling memberi dan bersedekah kepada yang berkekurangan maka akan menjadikan lingkungan kita menjadi berkah, terhindar dari musibah. Aamiin ya Robbal alamin.

والله المستعان

14/01/2023

Kajian MBR
Ustadz Riki Lesmana
Kitab Riyadush Sholihin

532. Dari Ibnu Mas'ud r.a., katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang tertimpa oleh kemelaratan, lalu dipasrahkan kepada manusia - yakni meminta tolong kepada sesama manusia agar dihilangkan kemelaratannya itu, maka tentu tidak akan tertutuplah kemelaratannya tadi.
Tetapi barangsiapa memasrahkan kepada Allah - yakni mohon kepadaNya agar dihilangkan kemelaratannya, maka Allah akan memberinya rezeki yang kontan - cepat diberikannya - atau rezeki yang dilambatkan memberikannya."

Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud serta Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

533. Dari Tsauban r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Siapakah yang memberikan jaminan kepada saya bahwa ia tidak akan meminta apapun dari para manusia dan saya memberikan jaminan padanya untuk memperolehi syurga?" Saya berkata: "Saya."
Maka Tsauban sejak saat itu tidak pernah meminta sesuatu apa pun kepada siapa saja.

Diriwayatkan oleh Imam Dawud dengan isnad shahih.

Dalam sebuah cerita setelah berita kematian Tsauban, Rasul menemui istrinya, lalu sang istri menyampaikan menjelang kematiannya Tsauban menyampaikan bahwa Tsauban berkata
1. Mengapa tidak lebih jauh lagi
2. Mengapa tidak ada yang baru
3. Mengapa tidak semuanya

Rasul bertanya apa kah artinya
1. Tsauban ingin lebih jauh lagi rumah nya dengan masjid agar setiap langkahnya mendapatkan pahala yang lebih banyak lagi.
2. Tsauban ingin lebih banyak lagi bersedekah walau ia sendiri berekonomi lemah.
3. Tsauban ingin beribadah lagi walau telah ditampakkan surga untuknya.
Masya Allah...

Kita berikhtiar dan berjuang, setelahnya kita gantungkan semua nya kepada Allah SWT.
Hanya kepada Allah kita meminta dan memohon pertolongan.
Tetap semangat.
InsyaAllah dicukupkan rezeki kita semua. Aamiin.

Wallahualam bisshawwab
Written By. Pak Indra

Want your place of worship to be the top-listed Place Of Worship in Depok?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Address


Depok
16533