WISE Bali

WISE Bali

Share

06/10/2016

Adalah sifat alami emosi, saat ia terperangkap dalam diri, ia membutuhkan resolusi, jalan keluar. Saat kita mengabaikan atau menolak melepaskannya, emosi semakin kuat, tidak pernah padam. Kita dapat mengubur emosi namun ia akan terus hidup dan tumbuh, menimbulkan tekanan - semakin intens dan semakin dasyat ledakan yang bisa terjadi.

Meluapkannya dalam bentuk ekspresi, teriakan dan atau gerakan belum tentu lepas dengan tepat, seringkali alih-alih terbebas ia semakin besar dan kuat. Dibutuhkan cara dan metode yang tepat untuk me "release" nya.

Anda tentu tahu bahwa maag kronis dapat disebabkan oleh emosi kecemasan yang berlebihan, Migrain dapat disebabkan oleh emosi negative yang secara dominan terpendam dalam pikiran. Kanker dapat disebabkan oleh kemarahan atau kekecewaan yang terpendam, dan masih banyak lagi penyakit-penyakit fisik yang dipicu oleh faktor psikis.

Dalam KAMIS HARMONIS anda akan difasilitasi secaa mandiri untuk masuk kekondisi pikiran sangat fokus dan rileks, dengan cara yang sangat menyenangkan, untuk sejenak menenangkan diri dari gemuruh pikiran yang terlalu sibuk, melepas emosi menyelaraskan diri dan pikiran, menyelaraskan pikiran dengan diri.

WISE Bali mengundang kawan-kawan hadir di KAMIS HARMONIS menenangkan pikiran dan mengistirahatkan tubuh sejenak agar bisa lebih menerima, menghormati, menghargai dan mencintai diri lebih baik sehinga berikutnya dapat berfungsi lebih baik dan dapat mencintai lebih baik. Bertempat di Gedung Toko "Sayang Ibu", Jl. Raya Sesetan 93D Denpasar Selatan, setiap kamis, jam 19.00 - 20.00 WITA (kecuali bertepatan dengan hari raya atau keagamaan)

Karena keterbatasan ruangan WiSE BALI memberikan kesempatan 10 orang untuk ikut serta dengan bebas biaya...

Konfirmasi keikutsertaan silakan inbox atau WA 085260766888

Photos 20/09/2016

PRE ORDER buku “MIRACLES ON DEMAND”

Siapa yang tidak ingin hidup bahagia? Setiap insan tentu mendambakannya. Berbagai upaya dilakukan agar bahagia hadir dan menjadi pewarna hidup yang indah dan bermakna. Namun, kenyataannya, bahagia bak kemewahan yang hanya dapat dinikmati segelintir orang saja.

Salah satu upaya sadar mencipta bahagia adalah berdamai dengan diri sendiri, menuntaskan dan menanggalkan emosi negatif dari masa lalu, yang terus membebani perjalanan masa kini, dan akan berlanjut ke masa depan. Banyak yang gigih berupaya melepas beban berat ini namun tak berhasil, dan lentera asa mereka pun mulai redup.

Pengalaman masa lalu sejatinya adalah pelajaran hidup yang berharga. Pelajaran berharga ini hanya dapat dipetik hikmahnya setelah kita selesai dengannya. Dengan cara yang tepat, semua yang tampak sulit ini dapat terjadi dengan mudah.

Buku Miracles on Demand berisi 33 kisah keajaiban hidup luar biasa para insan yang telah berhasil melepaskan diri dan terbebas dari belenggu masa lalu, penghambat hidup bahagia, antara lain:

1. Batal Dipecat Pangkat Meningkat
2. Vaginismus Hilang Maya Pun Senang
3. Rambut Tumbuh, Hipertiroid Sembuh
4. Gigi Sehat, Narkoba Lewat
5. 11 Tahun Takut Nasi Tuntas 1 x Terapi
6. Rumahtangga Rukun Sukses Kerja Kemudian
7. Rokok Dibuang Rejeki Pun Datang
8. Si Gila Gagal Masuk Rumah Sakit Jiwa

Dan 25 kisah lainnya dari mereka yang telah sukses mencipta keajaiban hidup, menghadirkan kembali rasa bahagia, tenang, damai, dan tentram dalam diri melalui bantuan hipnoterapis klinis yang kompeten dan berpengalaman.

PRE ORDER, buku ekslusif bertanda-tangan Adi W. Gunawan, mulai tanggal 20 September - 20 Oktober 2016.

Ada dua opsi PRE ORDER:

1. Anda hanya membeli buku saja. Pesan buku di https://goo.gl/mFYXe8

2. Anda beli buku dan hadir di Seminar Miracles on Demand di Jakarta. Pesan di https://goo.gl/Nc2Uao

Buku akan dikirim ke alamat anda tanggal 15 Desember 2016 dan secara resmi terbit Januari 2017.

20/03/2016

Salah satu pendiri Wise Bali Made Payuse,
dari pagi sampai sore hari ini mengikuti perjalanan anggota DPD RI asal Bali, Gede Pasek Suardika, yang berkesempatan bertemu dengan kelompok sekaa teruna teruni salah satu dusun di Bali (nama dusun sengaja tidak ditulis).

Dan dalam perjalanan tersebut, bli Made menemukan hal menariknyang disampaikan seperti berikut ini:

Pada pertemuan tersebut, pak Gede Pasek bertanya,"Siapa yang ingin jadi guru?", satu orang acung tangan.
"Siapa yang cita citanya jadi dokter?", tidak ada reaksi.
"Siapa cita citanya jadi pengusaha?", tidak ada reaksi.

Kemudian Gede Pasek Suardika mempertanyakan bagaimana mau bersaing di era global, jika dalam usia dewasa, tidak punya cita cita.

Terhenyak melihat realitas di depan mata, kultur ketimuran terasa kental membendung teman- teman ini untuk berani menyatakan cita citanya secara terbuka, karena setelah pak Gede Pasek meminta salah satu orang berbicara, dengan terbata berkata ingin jadi analis klinik, saat ditanya alasannya, secara terbata juga menyampaikan bahwa dia ingin membantu masyarakat untuk dapat mengetahui lebih dini diagnosa penyakit yang diderita masyarakat dilingkungannya, karena laboratorium jauh dari wilayah dusunnya.

Saya berkeyakinan mereka punya cita cita, tapi mentalitas untuk menyatakan apa yang dipikirkannya tidak cukup kuat untuk itu. Sungguh sangat disayangkan, sampai kapankah kultur ketimuran (=baca malu) ini mengungkung pemikiran mereka?

Lembaga pendidikan seharusnya memahami realitas ini untuk dapat dilakukannya langkah perbaikan..

Salam dari

Want your school to be the top-listed School/college in Denpasar?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Address


Jalan H. O. S Cokroaminoto Gang Ratna No. 2A
Denpasar
80116