GBI ROCK Kota 1
RAJA HIDUP KITA
Bacaan: Yohanes 19:16-22
NATS: Sebab yang sangat penting telah kusampaikan, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci (1Korintus 15:3)
Lebih dari 2.000 tahun silam di Yerusalem, Pontius Pilatus memerintahkan agar plakat yang bertuliskan: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi", digantungkan di kayu salib. Mungkin Pilatus mencoba menebar ketakutan di antara rakyat dan menepis keinginan mereka untuk mengangkat sendiri seorang raja baru.
Raja orang Yahudi. Apakah hal tersebut adalah pemikiran orisinal pada masa itu? Mungkin hal itu mulai diembuskan ketika orang-orang Majus bertanya, "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu?" (Matius 2:2). Orang-orang Majus sedang menantikan penggenapan atas janji ini: "Sebab seorang anak telah lahir ... lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai" (Yesaya 9:5). Mereka percaya bahwa Yesus adalah Anak yang dimaksudkan dalam janji itu.
Di kemudian hari, ketika Kristus disalibkan, beberapa orang melontarkan cemoohan kepada-Nya, "Jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!" (Matius 27:40). Mereka ingin melihat apakah Yesus sungguh seorang Raja. Namun, Yesus tidak turun dari kayu salib. Arti salib yang sebenarnya adalah "Kristus telah mati karena dosa-dosa kita" (1 Korintus 15:3). Dia yang membayar hukuman atas dosa-dosa kita, telah membuat pengampunan Allah menjadi mungkin terjadi.
Mereka yang menerima pengampunan Allah dan meminta Yesus Kristus menjadi Juruselamat dan Tuhan, hanya akan memberi sebuah tanggapan yang tepat—melayani Dia. Dialah Raja atas hidup kita —AL
YESUS ADALAH RAJA ATAS HIDUP KITA
KITA HARUS MELAYANI DIA DENGAN SEGENAP HIDUP KITA
CARA MEMUJI-NYA
Bacaan: Lukas 19:28-38
NATS: Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan (Lukas 19:38)
Semaraknya peristiwa saat Yesus memasuki Yerusalem beberapa hari sebelum kematian-Nya sebenarnya memusatkan perhatian pada Kristus sebagai Tuhan. Ketika Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk mengambil keledai yang akan ditunggangi-Nya, Dia memberi tahu mereka agar menyampaikan kepada pemilik keledai itu, "Tuhan membutuhkannya" (Lukas 19:31). Dan ketika orang banyak mengelu-elukan-Nya, mereka mengutip perkataan dari Mazmur 118:26, yang berkata, "Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan" (Lukas 19: 38).
Yesus adalah Tuhan. Nama-Nya adalah "nama di atas segala nama" (Filipi 2:9). Kata Tuhan mengacu pada kedaulatan-Nya. Dia adalah Raja, dan setiap orang yang percaya kepadaNya adalah anggota kerajaan-Nya.
Kita menjadikan Yesus sebagai Tuhan atas hidup kita dengan tunduk pada kekuasaan-Nya sebagai Raja. Dengan demikian berarti kita hidup dengan taat kepada-Nya. Jangan mengaku sebagai orang kristiani, jika memilih untuk hidup dalam dosa. Ketika pendeta menegurnya, ia menjawab dengan santai, "Jangan khawatir, Pak Pendeta. Tidak masalah. Saya memang seorang kristiani yang buruk."
Hal itu tidak benar. Sama sekali tidak! Tidak benar bagi seorang warga kerajaan Kristus (Lukas 6:43-49).
Dalam Minggu palem ini, pastikan Anda tetap menghormati Kristus melalui perbuatan dan perkataan Anda. Sehingga Anda dapat bergabung dengan orang yang lain untuk menyatakan, "Yesus adalah Tuhan!" —DCE
MENGIKUT KRISTUS BERARTI MENJADIKAN DIA
JURUSELAMAT DAN TUHAN ANDA
PELATIH YANG HEBAT
Bacaan: Filipi 2:12-24
NATS: Karena tak ada seorang pun padaku, yang sehati dan sepikir dengan aku dan begitu bersungguh-sungguh memerhatikan kepentinganmu (Filipi 2:20)
Meskipun Billy Connors bukan atlet yang hebat, banyak orang menganggapnya pelatih melempar bola terbaik dalam liga bisbol utama saat ini. Manager klub New York Yankees, Joe Torre berkata, "Kadang kala pemain terbaik tidak dapat menjadi pelatih, karena mereka berbakat secara alami ... sementara orang seperti Billy harus bekerja keras dalam hal itu, dan mencurahkan perhatian pada banyak hal kecil."
Connors juga mengenal dan peduli pada atlet yang dilatihnya. Mereka semua pernah diundang makan di rumahnya. Perhatiannya yang tulus membuat para atlet itu menaati ucapannya.
Kisah tentang pelatih yang tangkas dan penuh perhatian ini mengingatkan saya pada Timotius dalam Perjanjian Baru. Meski terkadang ia tampak ragu dan ketakutan (2Timotius 1:6-8), namun Paulus menganggap Timotius dapat diandalkan dan teruji dalam membimbing orang lain. Paulus menulis, "Tetapi dalam Tuhan Yesus kuharap segera mengirimkan Timotius kepadamu .... Karena tak ada seorang pun padaku, yang sehati dan sepikir dengan aku dan begitu bersungguh-sungguh memerhatikan kepentinganmu" (Filipi 2:19,20).
Dalam pelatihan rohani kita tidak hanya memberi tahu orang lain bagaimana mengerjakan hal-hal besar untuk Allah. Kita mengawali latihan rohani dengan mulai memerhatikan mereka sehingga kita nantinya akan didengarkan. Kemudian, dengan mata yang lembut dan perkataan yang ramah, kita dapat mendorong orang lain untuk masuk dalam jalan iman.
Setiap orang kristiani dapat menjadi pelatih rohani yang hebat berkat anugerah Allah --DCM
PERHATIAN YANG TULUS KEPADA ORANG LAIN
ADALAH TANDA PELATIH ROHANI YANG HEBAT
08/07/2015
Ibadah umum KU 1, 21 Juni 2015 Pukul 10.00-12.00 Wita
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Address
Robinson Mall Lantai IV, Jalan Dewi Sartika
Denpasar
80114