Pustaka Bhakti
20/09/2018
Kata urukrama berarti “yang melakukan kegiatan mulia.” Krama berarti “langkah.” Kata urukrama khususnya menunjukkan inkarnasi Tuhan sebagai Vamanadeva, yang melangkahi seluruh alam semesta dengan langkah-langkah yang tidak terhingga.
(Srimad-Bhagavatam, 1.7.10, Penjelasan)
26/03/2018
Sri Ramacandra Membangun Jembatan Di Atas Lautan
Sukadeva Goswami berkata: Setelah membangun jembatan di atas lautan dengan cara melemparkan bongkahan-bongkahan puncak gunung yang pepohonannya telah dicabut oleh tangan-tangan pasukan kera yang hebat, Sri Ramacandra pergi ke Lanka untuk membebaskan Sitadevi dari cengkraman Ravana. Atas petunjuk dan bantuan dari Vibhisana, saudara Ravana, Sri Rama bersama pasukan kera yang dipimpin Sugriva, Nila dan Hanuman memasuki kerajaan Ravana, Lanka, yang sebelumnya telah di bakar oleh Hanuman.
PENJELASAN: Puncak-puncak gunung besar tertutupi pepohonan dan tetumbuhan dilemparkan ke laut oleh pasukan kera lalu mulai mengapung atas kehendak Tuhan. Atas kehendak Tuhan, banyak planet melayang di angkasa bagaikan helaian kapas. Jika planet-planet bisa melayang di angkasa, mengapa puncak-puncak gunung tidak bisa mengapung di air? Inilah kemahakuasaan Personalitas Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan dapat melakukan apa pun sesuai kehendak-Nya, sebab Dia tidak berada di bawah kendali material; memang, Dialah yang mengendalikan alam material. Mayadhyaksena prakrtih suyate sacaracaram: prakrti, atau alam material, bekerja di bawah kendali Tuhan.
Srimad Bhagavatam 9.10.16 dengan penjelasan oleh Sri-Srimad Bhaktivedanta Swami Prabhupada.
26/03/2018
Hari Ini Adalah Hari Kemunculan Sri Ramacandra (Rama Navami)
Selain para tattva-darsi, atau orang yang berpengetahuan sempurna tentang Kebenaran Mutlak, tak seorang pun yang dapat menguraikan tentang kegiatan Personalitas Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, walaupun ada banyak Ramayana, atau kisah tentang kegiatan Sri Ramacandra, beberapa di antara kisah-kisah tersebut tidak dapat benar-benar diyakini keabsahannya. Kadangkala kegiatan Sri Ramacandra diuraikan berdasarkan imajinasi, spekulasi atau sentimen material tertentu. Seharusnya watak dan kepribadian Sri Ramacandra jangan dipandang sebagai hasil imajinasi. Saat menguraikan tentang sejarah Sri Ramacandra, Sukadeva Goswami berkata kepada Maharaja Pariksit, "Anda telah mendengar tentang kegiatan-kegiatan Sri Ramacandra." Berdasarkan pernyataan tersebut, terbukti bahwa lima ribu tahun silam telah ada banyak versi Ramayana, atau sejarah tntang kegiatan Sri Ramacandra, selain itu versi-versi tersebut terus dikembangkan hingga kini. Seharusnya versi yang kita pilih adalah versi yang ditulis oleh para tattva-darsi (jnaninas tattva-darsinah), bukan versi berasal dari imajinasi orang yang disebut-sebut sastrawan atau cendikiawan yang mengandalkan gelar akademis. Peringatan ini diberikan oleh Sukadeva Goswami. Rsibhis tattva-darsibhih. Ramayanan asli yang telah disusun oleh Valmiki meliputi sastra yang sangat luas, sedangkan disini uraian tentang kegiatan yang sama tersebut diringkas oleh Sukadeva Goswami dalam beberapa ayat saja.
Penjelasan dari Srimad Bhagavatam 9.10.3 oleh Sri-Srimad A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Telephone
Address
Denpasar
80119