Syndicart.id

Syndicart.id

Share

Photos 06/06/2019

Udah jadi rahasia umum kalau wanita itu selalu benar & prialah yg salah. Egois kan?
Ngga seharusnya sih, wanita menganggap dirinya paling benar. Kalau salah ya udah, salah aja. Nggak perlu membenar alias nge-les cari alesan menyalahkan. Toh, sama-sama manusia, ngga luput dari salah & dosa.
Emang sih wanita itu makhluk yg harus diberi perlindungan & kasih sayang. tapi, jahat juga kalo sampe nyalahin pria atas nama kodrati.
“Wanita ngga pernah salah, kalaupun salah, Prialah penyebabnya. dan untuk pria, jangan pernah berusaha membuktikan kalau wanita itu salah, karena itu awal dari penderitaan.” Ngeri kan.
Kalo yg salah semua pria, kenapa neraka dipenuhi wanita?

Ada hadist yg ngejelasin kalo Nabi diperlihatkan surga & neraka lengkap dengan kejadian didalamnya.
“Aku melihat Neraka, kebanyakan penghuninya adalah wanita”. kata Nabi
“Wahai Nabi, kenapa dipenuhi wanita?” tanya sahabat
“Karna kekufurannya” jawab Nabi
“Kufur kepada Tuhan?” Lanjut sahabat penasaran.
“Mereka kufur kepada pasangannya.” Nabi menjelaskan.

Kufur kepada pasangan, disini maksudnya mengingkari kebaikan pria yg jadi pasangannya. Jika pria berbuat baik kepada seorang wanita, tapi wanita itu melihat ada sedikit kejelekan atau kesalahan. lalu wanita itu mengatakan, “Saya tidak melihat kebaikan sedikitpun dari anda (Pria)”
Untuk keterangan lebih jelasnya baca HR. Bukhari, no. 1052 .

Ngga sedikit wanita yg menyalahkan pria atas kesalahan yg belum tentu pria lakukan. dan untuk pria, jangan mengintimidasi diri sendiri dengan stigma “iya, Maaf aku salah.”
Kalau mau ngalah, mengalah lah dalam kasih sayang, jangan ngerasa selalu ngga ada benarnya.
Sebenernya wanita juga tahu kalau dia salah, dan kalau pria mengalah, wanita akan berusaha untuk menyesuaikan, kan sama-sama manusia. Gender equality lah istilahnya.

Kalau cewek kalian salah, jelasin pake cara yg halus agar cewek kalian ngerti & sadar tanpa harus menyalahkan. tapi pake cara yg elegan yak.!!!
Hal seperti inilah yg perlu diberi perhatian lebih dalam hubungan. Entah itu hubungan romansa atau relasi kerja. Kalo nyari siapa yg salah, ngga bakal ada abisnya, kalo ada yg salah yah dibenerin, untuk kebaikan bersama juga kan,.. Kata-kita sih gitu

Photos 04/06/2019

Kata-kita
Jika HR Tirmidzi & Ibnu Hibban menerangkan bahwa "senyum manismu di hadapan saudaramu adalah shodaqoh yang terhitung ibadah, saya kira menjaga perasaan orang lain juga termasuk ibadah." Menjaga perasaan orang lain juga termasuk kategori ibadah, dengan tidak menanyakan hal sederhana yang bisa menyakiti perasaan misal. Akan selalu ada momen saat dimana kita dihadapkan dengan ajang berkumpul sanak saudara, teman seangkatan atau saat sedang menghadiri resepsi pernikahan, untuk sebagian orang yang masih single biasanya tak lepas dari pertanyaan “Kapan Nikah?” atau saat sedang di acara pernikahan “Kapan nih Nyusul?”. Klasik kan
Bagi sebagian orang pertanyaan “Kapan Nikah?” mungkin hal biasa, tapi bagi sebagian lain pertanyaan itu bisa menyinggung bahkan menyakiti perasaan, kita tak pernah tau perasaan orang lain. Sekalipun pertanyaan itu bermaksud untuk menunjukkan bentuk perhatian dan sekedar ingin tahu atau mungkin hanya bercanda untuk mencaikan suasana. Tapi, percayalah, tak seharusnya pertanyaan itu terlontar.
Karena apa? Karena bisa dipastikan, bahwa jawaban dari pertanyaan itu adalah
“Manusia normal mana yang tak berkeinginan untuk menikah?.” Kita tak pernah tahu, mungkin beberapa dari mereka pernah “hampir” menikah, tapi karena alasan tertentu hal itu tak terrealisasi. Misal, tak dapat restu dari pihak calon mertua, salah satu calon ada yang pergi begitu saja, mungkin juga gagal untuk menikah karena ada orang ketiga, atau mungkin karena hal-hal sederhana yang malah membawa bencana, postingan instagram misal. Ada yang bilang pihak ketiga dalam sebuah hubungan adalah postingan instagram. Segala kemungkinan bisa menjadi alasan yang mungkin tak ingin ia jelaskan.

Pertanyaan yang niat awalnya bercanda, justru malah menjadi bom waktu yang saat itu juga telah menyakiti perasaan bagi sebagian orang.
Dengan kamu melontarkan pertanyaan “Kapan nikah?” kamu bisa membuat seseorang bersedih dengan hal yang tak semestinya.
Mengundang duka dengan mengingatkan pesta yang hampir terlaksana.
Tapi semua itu gagal karena alasan yang mungkin tak ingin ia jelaskan.

Wallahu a’lam. Maha benar Allah dengan segala ketentuan-Nya
dan maha kadang-kadang kita sebagai hamba-Nya.

Photos 03/06/2019

Kata kita:
Wahai wanita, jangan terus-terusan ghibah. Mari beribadah.

29/05/2019

Kata-kita
Jika HR Tirmidzi & Ibnu Hibban menerangkan bahwa "senyum manismu di hadapan saudaramu adalah shodaqoh yang terhitung ibadah, saya kira menjaga perasaan orang lain juga termasuk ibadah."

Menjaga perasaan orang lain juga termasuk kategori ibadah, dengan tidak menanyakan hal sederhana yang bisa menyakiti perasaan misal. Akan selalu ada momen saat dimana kita dihadapkan dengan ajang berkumpul sanak saudara, teman seangkatan atau saat sedang menghadiri resepsi pernikahan, untuk sebagian orang yang masih single biasanya tak lepas dari pertanyaan “Kapan Nikah?” atau saat sedang di acara pernikahan “Kapan nih Nyusul?”. Klasik kan
Bagi sebagian orang pertanyaan “Kapan Nikah?” mungkin hal biasa, tapi bagi sebagian lain pertanyaan itu bisa menyinggung bahkan menyakiti perasaan, kita tak pernah tau perasaan orang lain. Sekalipun pertanyaan itu bermaksud untuk menunjukkan bentuk perhatian dan sekedar ingin tahu atau mungkin hanya bercanda untuk mencaikan suasana. Tapi, percayalah, tak seharusnya pertanyaan itu terlontar.
Karena apa? Karena bisa dipastikan, bahwa jawaban dari pertanyaan itu adalah
“Manusia normal mana yang tak berkeinginan untuk menikah?.”

Kita tak pernah tahu, mungkin beberapa dari mereka pernah “hampir” menikah, tapi karena alasan tertentu hal itu tak terrealisasi. Misal, tak dapat restu dari pihak calon mertua, salah satu calon ada yang pergi begitu saja, mungkin juga gagal untuk menikah karena ada orang ketiga, atau mungkin karena hal-hal sederhana yang malah membawa bencana, postingan instagram misal. Ada yang bilang pihak ketiga dalam sebuah hubungan adalah postingan instagram. Segala kemungkinan bisa menjadi alasan yang mungkin tak ingin ia jelaskan.

Pertanyaan yang niat awalnya bercanda, justru malah menjadi bom waktu yang saat itu juga telah menyakiti perasaan bagi sebagian orang.
Dengan kamu melontarkan pertanyaan “Kapan nikah?” kamu bisa membuat seseorang bersedih dengan hal yang tak semestinya.
Mengundang duka dengan mengingatkan pesta yang hampir terlaksana.
Tapi semua itu gagal karena alasan yang mungkin tak ingin ia jelaskan.

Wallahu a’lam. Maha benar Allah dengan segala ketentuan-Nya
dan maha kadang-kadang kita sebagai hamba-Nya @ Neverland Kalisari

24/05/2019

“Kata-kita”
Udah jadi rahasia umum kalau wanita itu selalu benar & prialah yg salah. Egois kan? Ngga seharusnya sih, wanita menganggap dirinya yg paling benar. Kalau salah ya udah, salah aja. Nggak perlu membenar-benarkan alias nge-les cari alesan untuk menyalahkan. Toh, sama-sama manusia kan, ngga luput dari salah.
Emang sih wanita itu makhluk yg harus diberi perlindungan & kasih sayang, tapi, jahat juga kalo sampe harus nyalahin pria yg ngga salah atas nama kodrati. “Wanita ngga pernah salah, kalaupun salah, Prialah penyebabnya. Dan untuk pria, jangan pernah berusaha membuktikan kalau wanita itu salah, karena itu awal dari penderitaan.” kalo semua salah pria, lalu kenapa neraka dipenuhi wanita?

Ada hadist yg jelasin Nabi diperlihatkan surga & neraka dengan kejadian didalamnya.
“Aku melihat Neraka, kebanyakan penghuninya adalah wanita”. kata Nabi
“Wahai Nabi, kenapa dipenuhi wanita?” tanya sahabat
“Karna kekufurannya” jawab Nabi
“Kufur kepada Tuhan?” Lanjut sahabat penasaran.
“Mereka kufur kepada pasangannya.” Nabi menjelaskan.

Kufur kepada pasangan, disini maksudnya mengingkari kebaikan pria yg jadi pasangannya. Jika pria berbuat baik kepada seorang wanita, tapi wanita itu melihat ada sedikit kejelekan atau kesalahan. lalu wanita itu mengatakan, “Saya tidak melihat kebaikan sedikitpun dari anda (Pria)” Untuk keterangan lebih jelasnya silakan baca HR. Bukhari, no. 1052 .

Ngga sedikit wanita yg menyalahkan pria atas kesalahan yg belum tentu pria lakukan. Dan untuk para pria, jangan mengintimidasi diri sendiri dengan stigma “iya, Maaf aku salah.” Kalau mau ngalah, mengalah dalam kasih sayang, jangan ngerasa selalu ngga ada benarnya. Sebenernya wanita juga tahu kalau dia salah, dan kalau pria mengalah, wanita akan berusaha untuk menyesuaikan, kan sama-sama manusia. Gender equality lah istilahnya.

Kalau cewek kalian salah, jelasin pake cara halus agar cewek kalian ngerti & sadar tanpa harus menyalahkan. tapi pake cara yg elegan yak.!!!
Hal seperti inilah yg perlu diberi perhatian lebih dalam hubungan. Entah itu hubungan romansa atau relasi kerja. Kalo nyari siapa yg salah, ngga bakal ada abisnya, kalo ada yg salah yah dibenerin, untuk kebaikan bersama juga kan,..

Want your business to be the top-listed Clothing Store in Demak?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Address


Neverland Kalisari
Demak
59563