Jannah
POV Akbar
1 bulan pasca Allia pergi,
Akbar mengerahkan semua anak buahnya untuk melakukan pencarian di Jakarta dan di Sukabumi tempat Allia tinggal. Tidak memuaskan hasil, tidak ada jejak. Membuat Akbar semakin murka emosional dan mentalnya terganggu.
"Aaaaahahhhhhhh Allia ? Al lo kemana," lirihnya air mata yang membasahi wajahnya. Penampilannya tidak terurus acak - acakan.
Tidak ada orang yang berani mendekat Akbar. Ayah & Bundanya pun takut. Hanya bersama Alka serta Gio Akbar sedikit tenang.
"Akbar!? Ini udah 1 bulan setelah Allia pergi? Hidup lo udah gak terurus, ini makan? lo belom makan seharian ini?" ucap Alka telaten menyuapi. Akbar tidak mau bertemu orang lain selain Alka dan Gio.
"Bener! Kalau lo sakit, pencarian Allia bakalan terus tertunda Bar!" ucap Gio.
"Lo harus ikhlas, bukan berarti kita nyuruh lo lupain Allia. Jodoh itu gak bakalan kemana Bar? sejauh jarak lo dan Allia, kalau jodoh pasti akan dipertemukan," ucap Alka serta mendapat anggukan dari Gio.
"Lo butuh pelampiasan gak?" tanya Gio
"Gua sama si Gio udah siapin target ? Kalau lo mau turun tangan! Musuh kita makin meraja Lela Bar? Kita butuh lo yang dulu?!" [ Target pembunuhan, biasa psikopat. ]
"Betul?!"
"Jangan kelamaan galau lo! Ch' psikopat di tinggal cewe mati rasa lo?!" ungkap Alka senyum meremehkan
"Gua ga enak hati aja sama Allia bukan galau brayy, gua belom kasih penjelasan sama dia! Bisa aja dia mikirnya, gua mainin perasaan dia. Gua sudah mengecewakannya," ucap Akbar, Gio dan Alka saling tatap kaget. Karena dalam 1 bulan mereka selalu gagal membujuk agar Akbar membuka suara.
"Gua mau turun langsung pencarian ke kota kelahiran Allia," tambahnya,
"Allhamdulillah !!" ucap Gio dan Alka.
"Okh, okh!! Bagus nah ginih d**g! Harus semangat!?" ucap Gio
"SEMANGAT!!!" ucap ketiganya serempak diakhiri dengan tertawa.
___
POV Allia,
Allia sedang memainkan Hp miliknya pemberian Leon. penasaran Hp pemberian Akbar kemana? Author kasih tau ya!
Digantung dulu yah jeda 1 Minggu kalau bisa Up di Grupp aku lanjut cerita kalau gak bisa Cerita ini Tergabung gak ada ending kecuali kalian mau ngelanjutinn gpp sok aja 🙏🙏
30
Kreeettt !
"Maaf tuan, Nyonya Allia sudah beberapa hari ini tidak keluar keluar kamar. Sama seperti tuan kala itu mengurung diri di kamar. Non Allia pun sama kami terakhir melihat Non Allia 1 Minggu yang lalu setelah ke datangan Non Rina," jelas salah satu maid dan berlalu pergi.
Akbar merasakan sakit di ulu hatinya seperti di tusuk alat tajam. Setelah mendengar penjelasan salah satu maid.
Ia merogoh saku celananya mengubungi no handphone Allia, tapi nihil sudah tidak aktif.
"Nomor yang ada tuju, tidak dapat di hubungi!" terus begitu berulang ulang.
Iya menelpon bawahannya yang pandai melacak.
Tut !
"Alka Kau coba suruh orang, lacak Handphone yang kamu beli semingu yang lalu. Kalau sudah kabari aku," ucapnya membanting ponselnya di lantai.
Prangg!!
Ia meruntuk kebodohannya berlalu pergi ke ruangan kerja guna melihat CCTV 1 Minggu terakhir.
Mata Akbar kembali berembun, apa yang dilihatnya 3 hari setelah ke datangan Rina, Allia pergi lewat jendela dan penjagaan saat lengah dan sudah 1 Minggu Allia pergi darinya.
'Allia kenapa kamu pergi dari ku? Maafkan aku, bukan maksudku menyakiti perasaanmu maaf, Allia?' batin Akbar air matanya berhasil lolos.
"Aaaahhhhhhhhh kenapa kamu pergi dari ku alliaaaaaa??!!"
Prangg ! Prangg !
MAAF KESALAHAN TEKNIS DI POSTINGAN PART 28 HARUSNYA DI PART 30 🙏🙏 salah ke kirim jadi pusing post nya🥺🥺
25
"Dulu kamu mengundur pernikahan, menyuruh aku selesai di perguruan tinggi. Sekarang aku udah di semester 7. Apa kamu akan mengundur nya kembali Akbar! hiks hiks" ucapnya sambil terisak.
[ Sekedar informasi Ortu Rina sama Akbar itu teman bisnis. Rina di jodohkan dengan Akbar di waktu SMA. Kedua orang tua kesepakatan awal akan menikahkan di saat Rina lulus SMA, tapi Akbar menolak dengan alasan agar Rina menyelesaikan bangku kuliah. Sekarang Rina disuruh melanjutkan kuliah akhir di indo atas permintaan kedua orang tuanya agar terjalin ke'misteri antara Akbar dan Rina. Nasi udah jadi bubur, hati Akbar sudah di isi penuh dengan Allia.]
Dirangkulnya Rina dalam pelukan agar tangisnya mereda. Akbar dilanda bimbang, ia betul betul tidak mencintai Rina hanya menghargai perjodohan dari kedua orang tuannya. Hatinya sudah sepenuhnya di isi oleh Allia.
'Maafkan aku harus menyakiti perasaan dua orang perempuan sekali 'gus.' gumam Akbar
POV Allia,
"Bagaimana nasibku? Bagaimana dengan perasaan ini yang sudah terlanjur mencintainya, aku tidak tahu kapan perasaan ini hadir. Kenyataan nya aku sakit hati jika Akbar dekat dengan perempuan lain. Apalagi Non Rina adalah tunangan nya, hiks hiks... ," tangis Allia di kamarnya.
"Sedangkan aku siapa? Hanya asisten pribadinya. Jauh lebih unggul Non Rina," ucap Allia.
'Aku tak boleh lemah. Situasi ini sangat mendukung untuk aku kabur dari cengkraman Akbar bukan!! Ini kesempatan aku harus kabur?? Kehadiranku sudah tidak diperlukan?!' batin Allia mulai memikirkan rencana kabur.
Sad😭 banget ya Allia, nasibnya kurang baik.
24
Masih belum bisa Up di Grup aku posting disinih sementara🙏 ajak yang lain untuk bergabung kunjungi halaman ini🙏
Ceklek !
"M-masuk!"
Allia hanya menatap takjub perempuan perawakan ideal bak model, dengan setelan gaun selutut, rambut hitam panjang terurai, lesung p**i tercetak di wajahnya.
"Hemm, kau maid baru ya di sinih?" ucapnya sembari tersenyum melihat penampilan Allia dari atas sampai bawah.
"Tidak usah gugup dengan ku biasa saja. Akbarnya ada?"
"A-ada, silahkan mari masuk nanti saya panggilkan tuan Akbar," ucap Allia
"Ahahah iya terima kasih. Tapi aku ingin ke-,"
"Siapa yang bertamu ke rumah Allia,?" tanya Akbar menuruni tangga menatap perempuan di samping Allia.
Deg !!
"Rina?"
"Akbar?" ucap Rina berlari mendekap serta memeluk, mengecup bibir Akbar dan kedua p**inya.
Grepp! Cup!
"Aku rindu Bar," ucap Rina bergelayut manja di lengan Akbar.
Allia yang melihat hal itu sontak kaget air matanya sudah membendung siap tergelincir, namun ia harus bisa menahan. Akbar menatap Allia yang terlihat sorotan banyak pertanyaan.
"Ehh! siapa tadi nama kamu," tanya Rina menatap Allia, Rina mengangguk.
"Allia Nyon-,"
"Jangan panggil Nyonya? Aku tidak enak mendengarnya. Aku belum resmi menjadi nyonya Akbar kami baru bertunangan," ucap Rina sambil menatap Akbar di sampingnya.
Lagi-lagi Akbar hanya diam.
"Oh iya, Allia tolong buatkan aku air minum yah?" perintahnya. Allia mengangguk dan berlalu ke dapur.
'Maafkan aku Allia, pasti di benakmu aku hanya memberikan mu harapan palsu. Ini di luar kendali ku, maaf Allia maafkan aku' batin Akbar.
"Sayang? Kamu semakin tampan, jadi makin cinta,"
"Hmmm, iya bagaimana sekolah mu di London? Lancar?" ucap Akbar.
"Hah! kamu tidak tahu. Aku akan pindah melanjutkan kuliah di Indo Akbar,"
"Oh begitu, maaf aku benar-benar tidak tahu," ucap Akbar.
"Tidak apa-apa, kamu pasti cape terlalu sibuk dengan urusan mu di MG," ucap Rina, Akbar hanya mengulum senyum.
"Akbar soal kelanjutan hubungan kita. Kapan kamu akan mela-,"
"Maaf Non dan Tuan, ini minuman dan cemilannya. Saya permisi?" ucap Allia mukanya sudah memanas. Ingin menumpahkan tangisan.
"Hmmm, kapan kamu akan me-,"
"Aku tahu maksud perkataan mu, maaf Rina aku belum siap menikah!" jelas Akbar
"Tapi Akbar? Ayah dan Bunda mu sudah mewanti-wanti kan! Mereka ingin kita segera menikah. Pertunangan ini masuk tahun ke 4, mau sampai kapan?"
"Dulu kamu mengundur pernikahan, menyuruh aku selesai di perguruan tinggi. Sekarang aku--"
❤
23
"Kamu habis bergadang ya, Oh iya aku udah di jemput Bang Ryan. Nanti sore aku boleh yah main ke rumahmu💕😘"
Rentetan pesan yang masuk dari 4 jam yang lalu, sekarang menunjukan pukul 9 pagi. Akbar menatap Allia khawatir ia tidak ingin menyakiti gadisnya. Tapi ia tidak mungkin melawan perintah orang tuanya.
Tut!! panggilan terhubung,
"Halo alka. Apa kamu sudah mendapatkan semua informasi tentang Allia," ucapnya pelan tidak ingin membangunkan Allia yang masih di alam mimpinya.
"........."
"Baiklah antarkan ke rumah sekarang juga,"
"........." Tut! Panggilan berakhir.
'Sebisa yang ku mampu, aku ingin membahagiakan mu. Walaupun nanti aku tidak tau kita di takdirkan berjodoh atau tidak' batin Akbar sekolah mengecup kening Allia.
"Eunghh! Tuan kau sudah bangun? Kenapa tidak membangunkan ku?"
"Aku tak ingin menggangu tidur mu. Nyenyak sekali memimpikan aku ya?"
"Ch Geer, siapa juga yang memimpikan kamu," ucap Allia sambil menjulurkan 😛 berniat kabur.
"Awass kau ya! Tidak ada ku biarkan kamu pergi," sambil kejar - kejaran di dalam rumah. Maid yang melihat itu hanya menggeleng tinggal kedua orang dewasa bertingkah kanak - kanak.
Tok, tok, tok!!
"Berhenti tuan, ada tamu? Biar aku buka. Tuan masuklah ke kamar basuh muka, itu ada upil di mata?!" tunjuknya berbohong,
"Mana ada orang ganteng -,"
"Syutttt! Udah masuk kamar basuh muka tuan," ucapnya mengusir Akbar
"Tunggu sebentar!! teriak Allia berlari mendekati pintu.
Ceklek!!
"Ma - masuk!!"
Tebak siapa yang bertamu??
❤️❤️❤️
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Telephone
Website
Address
Cisangkan Hilir. RT 05 RW 04 Cimahi Tengah
Cimahi