Bercahayanews.com
25/05/2022
Ingin Jadi Kepala Dinas? Harus Lolos 4 Tahap Seleksi
CILACAP – Untuk jadi kepala dinas di Kabupaten Cilacap harus melalui sejumlah tahap seleksi. Panitia seleksi mempersiapkan 3 uji yang harus dilalui semua peserta sampai kemudian bisa menduduki jabatan kepala dinas.
Untuk jadi kepala dinas tidak hanya mengandalkan satu sisi saja. Seperti jiwa kepemimpinan, kemampuan tekhnis dan lainnya. Kepala dinas juga memiliki beban tanggung jawab yang tidak ringan karena menjadi pelaksana tekhnis dari kebijakan pemerintah.
Dan untuk bisa memilih sosok pemimpin dengan sejumlah kualifikasi dan memenuhi syarat itu, Pemerintah Kabupaten Cilacap menentukan persyaratan dan proses melalui 4 tahap seleksi.
Saat ini, ada 7 lowongan kepala dinas di Kabupaten Cilacap karena pejabat lama sudah pensiun. Mereka memasuki masa purna tugas pada Mei 2022.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Cilacap, Warsono mengatakan, seleksi ini terbuka bagi siapapun sepanjang memenuhi syarat. Seperti kepangkatan dan persyaratan administratif lainnya.
Menurutnya, seleksi pertama berupa pemeriksaan berkas persyaratan bagi seluruh pendaftar atau mereka yang ingin jadi pimpinan di sebuah dinas. Di tahap ini panitia akan memelototi seluruh berkas kelengkapan.
Tahap berikutnya adalah akan ada pemeriksaan rekam jejak seluruh calon pejabat tersebut oleh sebuah tim kerja. Hasilnya akan menjadi dasar karena panitia akan memeriksa perjalanan tugas, prestasi maupun catatan lainnya.
“Baru setelah itu uji kompetensi,” ujarnya.
Ternyata ini bukanlah ujian terakhir. Peserta masih harus menjalani ujian terakhir berupa wawancara. Namun dia tidak merinci lebih jelas siapa yang akan menjadi pewawancara. Karena seleksi ini melibatkan pihak luar dengan porsi mencapai 60 persen. Sisanya sebanyak 40 persen merupakan orang dalam yang terdiri dari Sekda dan Asisten Sekda.
“Terakhir ada uji wawancara,” tegasnya. (*)
https://www.bercahayanews.com/ingin-jadi-kepala-dinas-harus-lolos-4-tahap-seleksi/
21/05/2022
Stok Daging Sapi Aman Meski Ada PMK
CILACAP – Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap memastikan stok daging sapi tetap aman meski wabah PMK sudah merambah ke sana. Penyebabnya baru ada 10 ekor sapi yang terjangkit PMK sejak pemerintah memberikan pernyataan resmi pada Kamis (19/5/2022).
10 ekor sapi di Kabupaten Cilacap, positif terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK. Hewan ini berada di 3 kecamatan berbeda, yakni Cilacap Utara, Jeruklegi dan Dayeuhluhur.
Kepastian ini menyusul keluarnya hasil uji sampling dari Balai Besar Veteriner Wates, Yogyakarta. Petugas dari balai ini sudah melakukan pengambilan sample pada 15 Mei 2022. Pengambilan sample ini melibatkan petugas dari Dinas Pertanian dan Stasiun Karantina Cilacap.
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Sigit Widiyanto memastikan stok daging sapi tetap aman. Ini karena sapi yang terjangkit PMK hanya ada 10 ekor di 3 kandang yang tersebar di 3 kecamatan. Sementara sapi di lokasi lain masih aman dari wabah tersebut.
“Stok daging sapi sampai sekarang tetap masih tetap aman,” tegasnya.
Dia menegaskan, kasus PMK di Cilacap sudah ada dan menjangkiti 10 ekor sapi di 3 kecamatan berbeda. Selain itu ada 72 ekor sapi yang masuk kategori suspect dan tersebar di 4 kecamatan.
Namun demikian, dia mengaku khawatir stok akan mengalami gangguan jika wabah PMK ini menyebar ke wilayah lain. Karena sapi yang terjangkit PMK ini harus terlebih dahulu menjalani isolasi dan pengobatan sebelum dijual ke pasar.
“Jika (wabah PMK) berkembang terus, kami khawatir stok akan terpengaruh,” katanya.
Data Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap pada April 2022 menyebutkan, kebutuhan daging sapi per bulan mencapai 792.365. Dinas juga mencatat pada periode itu ada 828.021 stok daging sapi. (*)
https://www.bercahayanews.com/stok-daging-sapi-aman-meski-ada-pmk/
20/05/2022
Dinas Terapkan Zonasi PMK
CILACAP – Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap terapkan sistim zonasi setelah ada 10 sapi yang positif terjangkit PMK. Zonasi ini berdasarkan lokasi sapi yang terjangkit penyakit karena virus tersebut.
10 ekor sapi di Kabupaten Cilacap, positif terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK. Hewan ini berada di 3 kecamatan berbeda, yakni Cilacap Utara, Jeruklegi dan Dayeuhluhur.
Kepastian ini menyusul keluarnya hasil uji sampling dari Balai Besar Veteriner Wates, Yogyakarta. Petugas dari balai ini sudah melakukan pengambilan sample pada 15 Mei 2022. Pengambilan sample ini melibatkan petugas dari Dinas Pertanian dan Stasiun Karantina Cilacap.
Dinas Kabupaten Cilacap mengambil langkah dan terapkan sistim zonasi agar kasus PMK ini tidak meluas. Selain itu, kasus penyebaran tidak sampai meluas ke wilayah lain.
“Zonasi ada di wilayah yang memang ada sapi terjangkit PMK,” kata Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Sigit Widiyanto, Kamis (19/5/2022).
Dinas juga sudah mengambil sejumlah langkah agar penyakit pada sapi ini tidak sampai menyebar ke kandang ataupun lokasi lain.
Langkah tersebut harus segera diterapkan karena virus PMK bisa menyebar lewat manusia, udara dan juga antar ternak.
“PMK ini penyebabnya virus seperti Covid19. Peredarannya bisa lewat manusia, kandang ke kandang, udara dan ternak antar ternak,” terang Sigit.
Dia juga meminta agar petugas langsung membersihkan pakaian, alat dan sepatu saat keluar dari kandang berisi sapi positif ataupun suspect. Tujuannya agar mereka tidak menjadi vektor atau perantara.
“Baru setelah itu bisa masuk ke kandang lain,” tegasnya. (*)
https://www.bercahayanews.com/dinas-terapkan-zonasi-pmk/
20/05/2022
Pasar Hewan di Cilacap Tetap Buka Meski PMK Mencuat
CILACAP – Seluruh pasar hewan yang ada di Kabupaten Cilacap, masih tetap buka dan berjalan seperti biasa. Meski saat ini sudah ada 10 sapi yang positif terjangkit PMK dan 72 lainnya suspect.
10 ekor sapi di Kabupaten Cilacap, positif terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK. Hewan ini berada di 3 kecamatan berbeda, yakni Cilacap Utara, Jeruklegi dan Dayeuhluhur.
Kepastian ini menyusul keluarnya hasil uji sampling dari Balai Besar Veteriner Wates, Yogyakarta. Petugas dari balai ini sudah melakukan pengambilan sample pada 15 Mei 2022. Pengambilan sample ini melibatkan petugas dari Dinas Pertanian dan Stasiun Karantina Cilacap.
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Sigit Widiyanto mengatakan, pasar hewan di Cilacap masih tetap buka. Ini karena dinas belum ada rencana atau kebijakan untuk menutup pasar hewan.
“Sampai saat ini belum ada rencana penutupan pasar hewan,” kata dia, Kamis (19/5/2022).
Dia beralasan, penyebaran virus PMK baru terdeteksi di 3 kecamatan tersebut. Sementara wilayah lain aman dan belum ada laporan sama sekali.
“Wilayah lain belum ada kejadian atau laporan dari petugas kami,” kata dia.
Sekda Cilacap, Awaludin Muuri menambahkan, penutupan pasar hewan harus menunggu perkembangan lebih lanjut.
Dia memastikan, Pemkab Cilacap belum mengambil langkah penutupan pasar hewan. Hal ini berbeda dengan wilayah lain yang sudah melakukan langkah penutupan.
“Sampai hari ini belum ada penutupan pasar hewan. Tidak seperti di daerah lain,” kata dia.
Sekda berharap agar kejadian ini bisa segera tertangani. Terutama pada sapi yang sudah terjangkit dan harus menjalani isolasi serta upaya penyembuhan. Demikian juga dengan 72 ekor sapi yang berstatus suspect PMK.
“Kita upayakan kasus ini bisa dilokalisir di zonasi itu,” tegasnya. (*)
https://www.bercahayanews.com/pasar-hewan-di-cilacap-tetap-buka-meski-pmk-mencuat/
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Address
Perumahan Cendana Asri No 30 Cigaru Cibeunying Majenang Cilacap
Cilacap Regency
53257