Crush In Secret

Crush In Secret

Share

20/05/2026

Cinta Rahasia di Balik Sidang Pernikahan
Karya : Crush In Secret

Hujan turun deras saat Agnes berdiri di depan ruang sidang pengadilan agama. Jemarinya menggenggam map biru berisi surat gugatan cerai yang ia ajukan sendiri. Wajahnya terlihat tenang, tetapi matanya menyimpan lelah yang tak bisa dijelaskan.

Di ujung lorong, Darent datang dengan jas hitam yang masih basah oleh hujan. Tatapannya langsung tertuju pada Agnes, wanita yang selama dua tahun menjadi istrinya… sekaligus orang yang paling sulit ia pahami.

Mereka menikah bukan karena cinta. Semua berawal dari kesepakatan keluarga bisnis yang hampir bangkrut. Darent membutuhkan nama baik keluarga Agnes untuk menyelamatkan perusahaannya, sedangkan Agnes membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ibunya.

Pernikahan itu dingin. Tidak ada makan malam romantis. Tidak ada kata “aku mencintaimu.” Yang ada hanya rumah besar yang terasa kosong dan dua orang asing yang pura-pura bahagia di depan dunia.

“Sidangnya lima menit lagi,” ucap Agnes pelan tanpa menatap Darent.

Darent mengangguk singkat. “Aku tahu.”

Hening.

Untuk pertama kalinya, Darent merasa takut kehilangan sesuatu. Bukan perusahaan. Bukan reputasi. Tapi Agnes.

Selama ini ia terlalu sibuk menjadi pria sempurna sampai lupa menunjukkan perasaannya. Ia diam-diam memperhatikan Agnes setiap malam tertidur di sofa sambil menunggu dirinya pulang. Diam-diam menyimpan foto candid Agnes di ponselnya. Bahkan tanpa Agnes tahu, Darent selalu meminta asistennya mengirim bunga ke rumah sakit tempat ibu Agnes dirawat.

Namun semuanya terlambat.

“Kalau sidang ini selesai…” Agnes menahan suaranya yang mulai bergetar, “kita nggak perlu pura-pura lagi.”

Kalimat itu menusuk lebih dalam daripada apa pun.

Darent akhirnya membuka suara, sesuatu yang jarang ia lakukan dengan jujur.

“Kalau aku bilang aku nggak mau cerai?”

Agnes menoleh cepat. Untuk pertama kalinya, pria dingin itu terlihat rapuh.

“Kamu bilang apa?”

Darent menarik napas panjang. “Aku mungkin gagal jadi suami yang baik. Tapi aku nggak pernah menganggap pernikahan ini palsu.”

Agnes terdiam.

“Dan masalah terbesarku…” Darent tersenyum pahit, “aku jatuh cinta sama kamu terlalu dalam, tapi terlalu terlambat buat mengakuinya.”

Air mata Agnes jatuh tanpa izin.

Selama ini ia pikir hanya dirinya yang diam-diam mencintai. Ternyata di balik sikap dingin Darent, ada cinta yang disembunyikan rapat-rapat.

Pintu ruang sidang terbuka.

“Saudara Darent dan Agnes, silakan masuk.”

Mereka saling menatap beberapa detik yang terasa begitu panjang.

Namun kali ini, Darent perlahan menggenggam tangan Agnes.

Dan untuk pertama kalinya sejak pernikahan mereka dimulai…

Agnes tidak melepaskannya.

16/05/2026

"Cinta di Ufuk Senja Berdarah"
Karya : Crush In Secret

Senja di kota kecil itu selalu berwarna merah pekat, seolah langit menyimpan luka yang tak pernah sembuh. Di tepi bukit tempat matahari tenggelam, Ghea berdiri setiap sore, menunggu seseorang yang tak pernah pasti datang.

Namanya Dewa.

Mereka dulu adalah dua jiwa yang saling mencintai diam-diam sejak sekolah. Namun hidup memisahkan keduanya. Ghea memilih tinggal untuk merawat ibunya yang sakit, sementara Dewa pergi ke kota demi mengejar masa depan. Mereka berjanji akan bertemu lagi di bukit senja saat semuanya membaik.

Tahun demi tahun berlalu.

Ghea tetap datang ke bukit itu, membawa harapan yang mulai rapuh. Banyak orang berkata Dewa telah melupakan kota kecil ini. Ada yang bilang ia sudah bertunangan. Ada juga yang bilang ia tak akan kembali.

Namun sore itu berbeda.

Langit merah menyala seperti darah yang tumpah di cakrawala. Angin berhembus membawa aroma hujan. Dari kejauhan, seorang pria berjalan pelan dengan langkah pincang dan wajah yang lelah.

“Ghea...” suaranya parau.

Air mata Ghea jatuh seketika. Itu Dewa.

Ia berlari memeluk pria yang selama ini hanya hidup dalam kenangan. Tubuh Dewa kurus, tangannya penuh bekas luka, dan matanya menyimpan ribuan cerita pahit.

“Aku pulang... tapi terlambat ya?” bisik Dewa.

Ghea menggeleng sambil menangis. “Aku masih di sini.”

Dewa tersenyum tipis, lalu menyerahkan sebuah cincin sederhana. “Aku menabung bertahun-tahun untuk ini. Aku ingin pulang membawa masa depan... tapi ternyata hidup lebih kejam dari rencana.”

Barulah Ghea tahu, Dewa selama ini bekerja keras, jatuh bangun, bahkan kehilangan banyak hal demi menepati janji.

Namun saat mereka saling menggenggam tangan, tubuh Dewa tiba-tiba melemah. Ia tersungkur di pangkuan Ghea.

“Aku sakit... dan waktuku tak banyak,” ucapnya lirih.

Langit senja makin merah, seolah ikut menangis.

Ghea memeluknya erat. “Kenapa baru bilang sekarang?”

“Karena aku ingin pulang sebagai lelaki yang menepati janji... bukan sebagai orang yang kalah.”

Di bawah ufuk senja berdarah itu, Dewa menghembuskan napas terakhir dengan kepala di bahu wanita yang paling ia cintai.

Sejak hari itu, Ghea tetap datang ke bukit setiap sore. Tapi kini ia tak lagi menunggu.

Ia hanya tersenyum menatap langit merah, karena di sanalah cinta mereka abadi di ufuk senja berdarah.

15/05/2026

"Kamu Adalah Warna Langitku"
Karya : Crush In Secret

Aneth selalu menyukai langit. Baginya, warna langit bisa menjelaskan perasaan yang tak mampu diucapkan manusia. Langit pagi berwarna harapan, langit sore berwarna rindu, dan langit malam menyimpan kesepian yang diam-diam menenangkan.

Setiap pulang sekolah, Aneth duduk di halte tua dekat taman kota hanya untuk memandang senja. Di sana, ia sering bertemu Geri cowok pendiam yang selalu membawa kamera usang dan senyum tipis yang sulit ditebak.

“Kenapa kamu s**a foto langit terus?” tanya Aneth suatu sore.

Geri menatap layar kameranya lalu tersenyum kecil. “Karena langit selalu berubah, tapi tetap indah.”

Sejak hari itu, mereka mulai pulang bersama. Aneth bercerita tentang mimpinya menjadi penulis, sementara Geri diam-diam memotret Aneth yang tertawa di bawah cahaya senja. Hari-hari terasa lebih hangat sejak Geri hadir.

Sampai suatu sore hujan turun deras, dan Geri tak datang ke halte seperti biasanya. Hari berikutnya, bangkunya kosong lagi. Dan lagi. Hingga seminggu kemudian, Aneth menerima sebuah kotak kecil yang dititipkan penjaga halte.

Di dalamnya ada kamera usang milik Geri dan sepucuk surat.

"Aneth, aku harus pindah jauh lebih cepat dari yang kubayangkan. Aku nggak pandai bilang selamat tinggal, jadi aku titip semua foto langit yang pernah kuambil. Tapi dari semuanya, kamu tetap warna langit yang paling indah."

Tangan Aneth gemetar membuka galeri kamera itu. Ratusan foto langit tersimpan di sana. Pagi, sore, malam. Namun di sela-selanya, ada banyak foto dirinya sedang tertawa, melamun, bahkan diam memandang jalan.

Aneth menangis sambil tersenyum. Untuk pertama kalinya, ia sadar... kadang seseorang datang hanya sebentar, tapi cukup untuk mengubah seluruh warna hidupmu.

14/05/2026

"Kita Dipertemukan oleh Hujan"
Karya : Crush In Secret

Adit selalu membenci hujan. Baginya, hujan hanya membawa macet, jalanan becek, dan kenangan yang tak ingin ia ingat. Setiap kali langit mendung, ia memilih pulang cepat dan mengurung diri di kamar.

Namun sore itu berbeda. Saat hujan turun deras, Adit terjebak di bawah atap halte tua yang nyaris roboh. Ia berdiri sambil kesal, menunggu reda.

Lalu datang seorang gadis berlari kecil menerobos hujan. Rambutnya basah, wajahnya penuh tawa, seolah hujan adalah taman bermain. Gadis itu berhenti tepat di samping Adit sambil terengah.

“Untung ada halte,” katanya sambil tersenyum.

Adit hanya mengangguk singkat.

“Kamu nggak s**a hujan, ya?” tanya gadis itu lagi.

“Kelihatan banget?”

“Iya. Orang yang s**a hujan biasanya nggak pasang muka sedih begitu.”

Adit menatapnya heran. “Memangnya kamu s**a hujan?”

Gadis itu mengulurkan tangan. “Fika. Dan aku cinta hujan.”

Sejak pertemuan aneh itu, Adit dan Fika sering bertemu setiap kali hujan datang. Kadang di halte yang sama, kadang di kedai kopi dekat jalan itu. Fika selalu punya alasan sederhana untuk bahagia—bau tanah setelah hujan, suara rintik di jendela, atau langit abu-abu yang menurutnya romantis.

Sedikit demi sedikit, Adit mulai menunggu hujan turun. Bukan karena ia mulai menyukai cuaca itu, tapi karena hujan selalu membawa Fika.

Sampai suatu hari, hujan turun sangat deras, namun Fika tak datang. Hari berikutnya, tetap tak ada. Minggu demi minggu, halte itu kosong.

Adit mencari ke kedai kopi, ke jalan biasa mereka lewati, tapi Fika seakan lenyap ditelan langit.

Sampai pemilik kedai menyerahkan sebuah amplop kecil yang ditujukan untuk Adit. Di dalamnya ada surat dari Fika.

"Adit, maaf kalau aku pergi tanpa pamit. Aku harus pindah kota mengikuti pengobatan ibu. Tapi aku senang, karena dulu hujan mempertemukan kita. Sekarang, setiap kali hujan turun, jangan sedih lagi ya. Anggap saja itu caraku menyapa dari jauh."

Adit menatap langit yang mulai mendung. Untuk pertama kalinya, ia tersenyum saat tetes pertama jatuh di pipinya.

Karena kini ia tahu, hujan bukan tentang kehilangan.

Hujan adalah cara semesta mempertemukan dua hati yang tak sengaja saling menemukan.

Want your school to be the top-listed School/college in Cianjur Regency?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Address


Jalan Raya Cibodas, PO BOX 3 Sdl, Cipanas, Kabupaten Cianjur
Cianjur Regency
43253