Smartox

Smartox

Share

31/12/2021

Pilih Kucing atau Anjing untuk Peliharaan Pertama?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
30 Desember 2021

“Saat ingin memelihara hewan, anjing dan kucing adalah dua hewan yang paling sering dipertimbangkan. Namun, ada beberapa hal lain yang harus kamu pertimbangkan saat ingin memilih diantara keduanya, seperti tempat tinggal, biaya sampai kepribadian kamu.”

Halodoc, Jakarta – Bagi orang yang s**a dengan hewan, memiliki hewan untuk dipelihara mungkin bisa menjadi pertimbangan. Pasalnya, penelitian menunjukan kalau memiliki hewan peliharaan dapat memberikan manfaat untuk kesehatan mental. Hewan peliharaan memang dapat memberikan kenyamanan, cinta tanpa syarat, bahkan perlindungan dalam beberapa situasi.

Namun, penting untuk memilih hewan peliharaan yang tepat untuk kamu dan keluarga. Biasanya kucing atau anjing adalah jenis hewan yang paling sering dipertimbangkan. Lantas, diantara anjing atau kucing, mana yang lebih baik untuk dipelihara? Simak penjelasan berikut ini.

Anjing atau Kucing, Mana yang Lebih Baik?
Baik anjing maupun kucing sebenarnya tergantung pada beberapa hal yang kamu miliki, seperti tempat tinggal, biaya, sampai kepribadian kamu. Sebelum memilih anjing atau kucing ada beberapa pertimbangan yang harus dilakukan. Berikut ini beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan:

1. Luasnya tempat tinggal
Jika kamu tidak memiliki halaman belakang yang luas, anjing yang berperawakan besar mungkin bukan pilihan yang tepat. Hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah seberapa luas tempat tinggal kamu. Baik anjing maupun kucing sebenarnya bisa tinggal di tempat yang kecil seperti apartemen.

Namun, anjing tetap membutuhkan latihan di luar ruangan dan tidak bisa di dalam terus menerus. Bila kamu menerapkan gaya hidup aktif, kamu dapat mengajak anjing berjalan-jalan atau membiarkannya keluar di halaman belakang untuk berlari-lari dan bermain dengan anjing.

Namun kalau dibandingkan dengan kucing, hewan ini bisa menjadi teman yang sangat baik bila kamu tinggal di apartemen kecil. Kucing umumnya mudah terhibur dengan permainan kecil saja. Karena alasan ini, kucing biasanya tidak membutuhkan banyak tempat untuk berkeliaran. Faktanya, rumah yang berukuran besar justru bisa menjadi tempat kucing bersembunyi sehingga kamu bisa kesulitan untuk menemukannya.

2. Biaya
Selain tempat tinggal, hal lain yang harus dipertimbangkan adalah biaya. Anjing seringkali cenderung lebih mahal untuk dirawat daripada kucing. Mulai dari makanannya, mainan dan kelas pelatihan anjing membutuhkan biaya yang lebih banyak. Sedangkan kucing cenderung lebih mandiri dan bisa dirinya sendiri. Kucing biasanya hanya mengandalkan manusia untuk makanan.

3. Kepribadian
Menurut Psychology Today, pilihlah hewan yang sesuai kepribadian kamu. Mayoritas orang yang memelihara kucing cenderung lebih tertutup, kurang ramah, dan lebih mandiri. Sementara orang yang memelihara anjing biasanya lebih s**a bersosialisasi interaktif, dan terbuka untuk mencari pengalaman baru.

Anjing kemungkinan akan membutuhkan lebih banyak waktu dan perhatian kamu, daripada kucing. Nah, bila kamu orang yang s**a memberi perhatian dan aktif, anjing mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun, kalau kamu sedang mencari perhatian dan pendamping yang selalu duduk di sisi kamu, maka anjing mungkin pilihan terbaik. Kucing bisa sangat penuh kasih sayang dan perhatian. Bila kamu lebih s**a hewan peliharaan yang tidak tergantung dengan kamu, kucing bisa menjadi pilihan yang harus dipertimbangkan.

4. Alergi
Kamu juga harus mempertimbangkan bahwa anggota keluarga kamu tidak ada yang alergi dengan bulu binatang. Bulu kucing cenderung lebih sering menyebabkan alergi dan banyak orang yang alergi terhadap bulu kucing. Jadi, sebelum memelihara hewan tertentu, pastikan keluarga kamu tidak ada yang mengidap alergi.

Itulah beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan saat ingin memilih anjing atau kucing. Kesimpulannya, baik anjing maupun kucing tidak ada yang lebih baik dan semuanya tergantung kondisi kamu sebagai calon pemiliknya.

Setelah punya hewan peliharaan, jangan lupa untuk rutin memberinya vitamin supaya kesehatan hewan peliharaan kamu tetap terjaga. Segera cek kebutuhan vitamin di toko kesehatan Halodoc. Jangan tunggu hewan peliharaan kamu sampai sakit untuk minum vitamin, download Halodoc sekarang juga!

Referensi :
NH Humane Society. Diakses pada 2021. CHOOSING THE RIGHT PET: A GUIDE FOR FIRST-TIME PET OWNERS.
Hill’s Pet. Diakses pada 2021. Cat vs. Dog: Which Is the Best Pet for Me?

02/12/2021

5 Manfaat Ikan Kutuk bagi Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
02 Desember 2021

“Ikan kutuk atau ikan gabus kaya akan protein dan berbagai nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan tubuh. Maka, mengonsumsi ikan kutuk sebagai lauk tentu dapat memberikan banyak manfaat kesehatan. Mulai dari mempercepat penyembuhan luka, hingga membantu proses agregasi trombosit.”

Halodoc, Jakarta – Ikan kutuk atau ikan gabus merupakan ikan tawar yang sering dijadikan sebagai lauk yang lezat di Indonesia. Spesies ikan dengan nama latin Channa striata ini memiliki bentuk kepala yang mirip ular, tubuh memanjang, serta warna sisik yang gelap. Meski bentuknya menyeramkan, tapi siapa sangka kalau ikan kutuk disebut-sebut sebagai salah satu makanan sehat yang perlu dikonsumsi.

Ikan kutuk mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, seperti kadar protein yang tinggi dan asam lemak sehat. Maka dari itu, mengonsumsi ikan kutuk sebagai lauk diyakini dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Lantas, kira-kira apa saja manfaatnya ya? Yuk simak informasinya di sinI!

Ketahui Dulu Kandungan Nutrisinya

Dilansir dari Data Komposisi Pangan Indonesia, ikan kutuk (per 100 gram dalam kondisi segar) mengandung nutrisi seperti:

Air: 79,6 gram.
Kalori: 80 kkal.
Protein: 16,2 gram.
Lemak: 0,5 gram.
Karbohidrat: 2,6 gram.
Serat: 0,0 gram.
Kalsium: 170 miligram.
Fosfor: 139 milligram.
Zat besi: 0,1 miligram.
Natrium: 65 miligram.
Kalium: 254 miligram.
Tembaga: 0,3 miligram.
Seng: 0,4 miligram.
Retinol (Vit. A): 335 mikrogram.
Thiamin (Vit. B1): 0,4 miligram.
Riboflavin (Vit. B2): 0,2 miligram.
Niacin (Vit. B3): 0,1 miligram.
Selain beberapa kandungan di atas, ikan gabus atau kutuk juga mengandung albumin, yakni protein di plasma darah. Fungsinya menjaga cairan dalam darah tidak bocor ke jaringan lain. Menariknya lagi, ikan kutuk juga diperkaya dengan antioksidan lipofilik berkat berkat asam amino dan asam lemak yang dimilikinya.

Ini Manfaat Ikan Kutuk Bagi Kesehatan Tubuh

Nah, berikut adalah beberapa manfaat yang dipercaya dapat diperoleh dari mengonsumsi ikan kutuk, antara lain:

Mengurangi Gejala Penyakit Kulit
Salah satu manfaat mengonsumsi ikan kutuk adalah membantu meringankan masalah kulit seperti jerawat, alergi, psoriasis, sklerosis, hingga infeksi. Mengonsumsi ikan kutuk juga diyakini dapat membantu pemeliharaan kulit yang lebih optimal.

Sebab, kandungan asam Asam docosahexaenoic (DHA) merupakan asam lemak yang bermanfaat bagi kulit. Menariknya lagi, DHA dan eicosapentaenoic acid (EPA) dari minyak ikan gabus dikabarkan dapat membantu memodulasi metabolisme prostaglandin, dan mengurangi gejala gangguan kulit.

Mempercepat Penyembuhan Luka
Ikan kutuk mengandung kadar albumin tinggi yang berperan penting dalam proses penyembuhan luka pada tubuh. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2018 silam menunjukkan bahwa pengaplikasian semprotan ekstrak ikan kutuk pada luka bersih, telah menunjukkan hasil skor rasa sakit dan hasil perbaikan yang lebih baik secara signifikan. Hal tersebut terlihat setelah para partisipan penelitian menggunakan ekstrak tersebut pada minggu kedua, keempat, hingga minggu keenam penelitian.

Bersifat Antimikroba dan Antijamur
Berdasarkan data yang diperoleh dari SF Journal of Biotechnology and Biomedical Engineering, ekstrak ikan kutuk telah terbukti memiliki sifat antimikroba dan antijamur. Ekstrak ikan kutuk diketahui dapat menghambat 13 jenis jamur berfilamen dan tiga spesies non filamen, secara parsial.

Perawatan Osteoarthritis
Siapa sangka kalau ikan kutuk atau gabus dapat membantu pengobatan osteoarthritis, bahkan mulai digunakan di seluruh dunia untuk hal tersebut. Hal ini lantaran ekstrak ikan kutuk terbukti dapat meningkatkan kepadatan serabut saraf imunoreaktif PGP 9,5 pada membran sinovial.

Membantu Proses Agregasi Trombosit
Daging ikan kutuk diketahui memiliki efek yang dapat memperlancar proses agregasi trombosit pada tubuh. Nah, agregasi trombosit sendiri adalah kemampuan darah untuk membeku atau menggumpal secara normal atau alami. Perlu diketahui bahwa pembekuan darah yang terkendali penting untuk mengatasi komplikasi diabetes dan dengue hemoragik dalam menghentikan perfusi darah yang dapat berakibat fatal.

Nah, itulah penjelasan mengenai manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari mengonsumsi ikan gabus. Mulai dari mengurangi gejala penyakit kulit hingga membantu proses agregasi trombosit pada tubuh.

Banyak penelitian yang sudah membuktikan manfaat dari ikan kutuk. Namun, penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan guna benar-benar mengetahui efektivitasnya.

Mengonsumsi ikan gabus secara rutin sebagai lauk tentu sangat dianjurkan. Tujuannya, agar kebutuhan protein dan nutrisi penting lainnya dapat terpenuhi, sehingga kesehatan tubuh dapat terjaga dengan baik.

Selain mengonsumsi makanan sehat, memeriksakan kesehatan rutin juga penting untuk dilakukan. Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji untuk memeriksakan kesehatan dengan dokter di rumah sakit terdekat. Tentunya tanpa perlu menunggu atau mengantre berlama-lama. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download Halodoc sekarang!

Referensi:

SF Journal of Biotechnology and Biomedical Engineering. Diakses pada 2021. Snakehead Fish (Channa striata) and Its Biochemical
Properties for Therapeutics and Health Benefits
Hindawi Journal. Diakses pada 2021. Snakehead Consumption Enhances Wound Healing? From Tradition to Modern Clinical Practice: A Prospective Randomized Controlled Trial
Research Gate. Diakses pada 2021. Potensi Ikan Gabus (Channa Striata) Sebagai Sumber Makanan Kesehatan (Review)
Data Komposisi Pangan Indonesia. Diakses pada 2021. Ikan Gabus Segar (Asian snakehead, fresh)

25/11/2021

Manfaat Buah Ciplukan untuk Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
25 November 2021

“Ada banyak manfaat buah ciplukan bagi kesehatan, yang mungkin jarang diketahui. Mulai dari sumber antioksidan, meningkatkan kekebalan tubuh, menurunkan risiko kanker usus besar, dan mempertajam fungsi penglihatan.”

Halodoc, Jakarta – Punya warna oranye cerah yang cantik, manfaat buah ciplukan atau golden berry ternyata banyak, lho. Buah yang ukurannya lebih kecil dari tomat ceri ini punya rasa yang manis, agak mirip dengan nanas atau mangga.

Meski kecil, buah ciplukan mengandung banyak nutrisi penting. Mulai dari serat, protein, vitamin C dan A, tiamin, riboflavin, niasin, zat besi, dan fosfor. Lantas, apa saja manfaatnya untuk kesehatan? Yuk simak pembahasannya!

Berbagai Manfaat Buah Ciplukan
Ada berbagai manfaat buah ciplukan bagi kesehatan tubuh, yang sayang untuk dilewatkan, yaitu:

Tinggi Antioksidan

Karotenoid dalam buah ciplukan bertindak lebih dari sekadar pigmen pemberi warna. Ini juga berfungsi sebagai antioksidan kuat, yang melindungi tubuh dari radikal bebas yang merusak sel dan membuka pintu bagi penyakit.

Selain itu, antioksidan jenis pitosterol dalam buah ciplukan juga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL).

Meningkatkan Imunitas Tubuh

Buah ciplukan kaya akan vitamin C, yaitu mengandung sekitar 15,4 miligram dalam setiap porsinya. Vitamin C telah lama dikenal fungsinya untuk meningkatkan kekebalan atau imunitas tubuh.

Menurunkan Risiko Kanker Usus Besar

Manfaat buah ciplukan lainnya adalah menurunkan risiko kanker usus besar. Ini karena senyawa yang bernama withanolides. Menurut studi pada 2016 di Hawai’i Journal of Medicine & Public Health, senyawa tersebut diduga memiliki efek antiinflamasi di tubuh, dan berpotensi melindungi terhadap kanker usus besar.

Meningkatkan Fungsi Penglihatan

Buah ciplukan merupakan sumber lutein dan beta-karoten, bersama dengan beberapa karotenoid lainnya. Pola makan tinggi karotenoid dari buah-buahan dan sayuran dikaitkan dengan penurunan risiko degenerasi makula terkait usia, penyebab utama kebutaan.

Lutein dan karotenoid lainnya, termasuk zeaxanthin dan lycopene, juga dipercaya dapat melindungi terhadap kehilangan penglihatan akibat penyakit diabetes.

Itulah beberapa manfaat buah ciplukan bagi kesehatan yang perlu diketahui. Jadi, meski kecil, buah ciplukan nyatanya punya manfaat yang besar. Namun, tentu saja untuk bisa sehat secara keseluruhan, kamu perlu mengimbanginya dengan konsumsi variasi makanan sehat lainnya.

Want your business to be the top-listed Media Company in Bekasi?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Darmawangsa Residence
Bekasi
17510