Heady
Beberapa faktor risiko lainnya yang dapat meningkatkan terjadinya hipertensi adalah:
Memiliki usia di atas 65 tahun.
Sering mengonsumsi makanan tinggi garam berlebihan.
Alami kelebihan berat badan atau obesitas.
Adanya riwayat keluarga dengan kondisi medis yang sama.
Kurang mengonsumsi buah dan sayuran.
Tidak aktif secara fisik atau jarang berolahraga.
Mengonsumsi terlalu banyak makanan atau minuman yang mengandung kafein.
Memiliki kebiasaan merokok.
Banyak mengonsumsi minuman beralkohol.
Stres. Tingkat stres yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara.
Alami kondisi kronis tertentu, seperti penyakit ginjal, diabetes, atau sleep apnea.
Berbagai kondisi yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder, antara lain:
Obstruktif sleep apnea (OSA).
Masalah ginjal.
Tumor kelenjar adrenal.
Masalah tiroid.
Cacat bawaan di pembuluh darah.
Obat-obatan, seperti pil KB, obat flu, dekongestan, obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas.
Obat-obatan terlarang.
Hipertensi terbagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi primer dan sekunder. Berikut penjelasan tentang penyebab hipertensi ini:
1. Hipertensi Primer
Sering kali, penyebab terjadinya hipertensi pada kebanyakan orang dewasa tidak dapat diidentifikasi. Hipertensi primer cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun yang akhirnya semakin parah jika tidak dilakukan penanganan.
2. Hipertensi Sekunder
Beberapa orang memiliki tekanan darah tinggi karena alami kondisi kesehatan yang mendasarinya. Hipertensi jenis ini cenderung terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah lebih tinggi dibandingkan hipertensi primer.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Jalan Darmawangsa Residence, Tambun Utara
Bekasi
17510