Titik Pilu
Malam dunia!
Kau tau?
Aku sudah menemukan seseorang yang bisa kujadikan sebagai tempat mengadu ku. Aku sudah menemukannya, sungguh.
Tapi lagi-lagi aku dibuat ragu oleh sesuatu, akan kah kali ini perjalananku akan menemukan sebuah titik terang bahagia atau malah sebaliknya?
Akankah benar kali ini tidak ada lagi yang dinamakan rasa kecewa?
Ohh, dunia. Bolehkah aku mengetahui masa depanku bersamanya kali ini saja?
Jangankan kamu, aku saja sudah lelah dengan diriku.
Bukan karena kurang bersyukur, tapi lebih ke 'tau sifat sendiri aja'
Malam itu aku sendu
Malam itu aku pilu
Diantara heningnya duka,
Dan bertetes tetes air mata,
Aku mengadu kepadanya.
Dinginnya malam itu, mengingatkan ku akan segalanya
Aku mengingat dikala rembulan itu menyapaku
Aku mengingat jika dilangit tak ada bintang itu lagi
Lalu aku mengingat saat titik pilu itu retak dengan mudahnya
Yang jelas, aku mengingatmu
Malam itu, aku melangitkan rasa yang telah usai
Aku mendamaikan sebuah tanda tanya didalam hati
Ohh tidak!
Aku mengenang bayangan itu untuk yang kesekian kalinya.
Izinkan aku untuk merenggutmu kembali lewat jalur kepasrahan yang paling nyata
Aku lelah jika harus patah hati dan seperti orang bod0h disaat nanti itu akan terulang!
Aku tidak memintamu untuk kembali,
Aku hanya meminta kepada pencintaku agar mengembalikanmu kepadaku
~Ini tentang waktu
Kupikir selama ini, persahabatan yang kita jalin bertahun-tahun akan membuat kita bahagia satu sama lain. Tapi ternyata aku salah, karena dengan persahabatan itu, kita mulai saling menjauh. Sangattt jauhh hingga aku tak bisa menggapaimu.
Terasa aneh bukan ketika kita sama-sama ingin berdekatan tapi takdir memisahkan kita begitu saja.
~Titik pilu
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Batam