Hayyin.Store

Hayyin.Store

Share

25/02/2020

Bagaimana Cara Melatih Kecerdasan Emosional pada Anak?

Saat anak memasuki usia dua hingga tiga tahun, terkadang para orang tua mulai berpikir bagaimana cara terbaik melatih kecerdasan emosional sang buah hati. Kecerdasan emosional sangat penting dikembangkan sejak usia dini agar anak dapat memiliki semangat belajar tinggi dan pribadi yang menyenangkan saat dewasa kelak.

Psikolog dari Harvard University, Peter Salovy, mengungkapkan beberapa kualitas emosional yang penting bagi keberhasilan hidup, yaitu empati, kemandirian, pengendalian amarah, mengungkapkan dan memahami perasaan, kemampuan beradaptasi, menjadi pribadi yang dis**ai, ketekunan, kesetiakawanan, keramahan, dan sikap hormat kepada orang lain.

Melatih berbagai hal tersebut butuh perjuangan besar. Oleh karena itu, diperlukan cara-cara khusus untuk mengajarkan anak hingga memiliki kecerdasan emosional yang baik pada depan. Setiap langkah dan respons Mom sebagai orang tua pun akan memiliki pengaruh besar dalam pembentukan karakter anak, terutama yang berkaitan dengan cara beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Hal penting lain yang perlu diingat adalah, selain berkembang secara fisik, anak juga mengalami perkembangan psikologis. Jadi penting agar Mom mengetahui, sang buah hati memerlukan stimulus tepat untuk meningkatkan kecerdasan emosionalnya.

Terlebih, saat memasuki fase usia satu hingga dua tahun, anak merupakan peniru yang ulung. Mom harus super hati-hati dalam bersikap dan menjadi teladan yang baik dalam memahami karakter dan mengelola emosi anak.

Mau tahu lima tips untuk melatih kecerdasan emosional anak sejak usia dini? Yuk, simak melalui artikel di bawah ini ya, Mom:

1. Selalu ungkapkan kasih sayang
Mengungkapkan kasih sayang setiap waktu bisa menjadi stimulus terbaik untuk melatih kecerdasan emosional anak. Binalah hubungan yang terbuka dan saling menyayangi kepada anak. Berilah hal tersebut, meski pada saat sang buah hati melakukan kesalahan.

Selain itu, Mom juga bisa meluangkan waktu khusus untuk berinteraksi dengan anak. Pastikan pada saat itu, sang anak dapat merasakan kasih sayang yang Mom berikan lewat obrolan ringan, atau sekadar memuji saat anak berhasil melakukan tugasnya dengan baik di rumah.

2. Membiasakan bertata krama
Tidak ada cara lain mengajarkan tata krama kepada anak selain dengan mencontohkannya. Sebab, tata krama atau sopan santun sangat erat kaitannya dengan pembiasaan. Meski tidak akan instan, anak-anak akan terbiasa mengekspresikan hal tersebut jika Mom konsisten mencontohkannya setiap waktu.

Mom bisa mulai dari hal-hal sederhana. Misalnya, dengan mengucapkan salam ketika bertemu dengan orang lain atau baru tiba di rumah, atau menguncapkan terima kasih apabila mendapatkan sesuatu dari orang lain, baik berupa benda atau pertolongan setiap hari.

Selain itu, Mom pun bisa memberikan pelajaran berharga kepada anak untuk tidak segan mengakui kesalahan dan meminta maaf, atau mengucapkan minta tolong dengan bahasa yang baik. Ini semua bisa menjadi pembelajaran yang baik bagi anak jika Mom lakukan dan contohkan dengan baik bersama-sama.

3. Melatih kejujuran
Melatih kejujuran sangat penting diajarkan sejak dini agar anak memiliki bekal kepercayaan dan keberanian menghadapi kenyataan saat dewasa kelak. Cara terbaik melakukan hal ini adalah dengan membangun saling rasa percaya.

Mom bisa mengajarkan hal tersebut melalui kisah-kisah keteladanan seseorang melalui buku atau mainan audiovisual. Selain itu, ajarkan anak untuk tidak perlu khawatir jika mengalami situasi yang tidak diinginkan. Misalnya, ketika sang buah hati terjatuh karena tersandung mainan yang berserakan di rumah, jangan salahkan benda-benda yang membuatnya terjatuh.

Mom bisa mengkomunikasikan, misalnya dengan mengatakan, "Lain kali hati-hati ya kalau lari, Nak. Mana yang sakit? Yuk, kita bereskan mainannya bersama-sama agar tidak tersandung lagi."

4. Menumbuhkan empati
Rasa empati anak biasanya tumbuh mulai usia 5-6 tahun. Jadi, Mom perlu melatih dan membimbing anak untuk peduli terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain, serta mengekspresikan kepedulian tersebut melalui tindakan yang tepat.

Mom bisa melatih hal tersebut dengan membiasakan sang anak membereskan mainannya sendiri setelah bermain atau membuang sampah pada tempatnya. Selain itu, Mom juga dapat mengajak anak melakukan kebaikan, misalnya dengan menjenguk kerabat yang sakit, mengambilkan barang, membukakan pintu, hingga terlibat dalam kegiatan sosial di kompleks rumah.

Dengan konsisten melakukan beberapa hal ini, anak akan terstimulus melakukan beragam kegiatan tersebut jika dewasa. Sang buah hati pun bakal lebih memahami perasaan orang lain saat sedih, senang, atau marah.

5. Bersikap tenang
Saat masih balita, anak biasanya belum dapat mengelola emosionalnya dengan baik. Oleh karena itu, Mom harus bersikap tenang dan menunjukkan kecerdasan emosional yang baik sebagai orang tua. Jangan justru memarahi anak jika mereka selalu menangis atau marah jika keinginannya tidak terpenuhi.

Ajarkan kepada anak bagaimana mengendalikan diri dengan cara yang tepat. Misalnya, dengan memberitahu anak untuk membiasakan diri menghela napas saat emosinya sedang tinggi. Dengan mengetahui cara menenangkan diri, menghibur diri, atau menghadapi ketakutan dapat menjadi bekal berharga bagi kehidupan sang buah hati pada masa mendatang.

Pakar pendidikan holistik, Dr. Ir. Ratna Megawangi, M.Sc, mengatakan, beberapa hal di atas sebaiknya dilakukan secara konsisten agar anak memiliki kecerdasan emosional pada masa depan. Setiap anak berbeda. Oleh karena itu, menurut dia, Mom perlu bersabar agar sang buah hati dapat menerima pembelajaran tersebut dengan baik.

"Balita masih memiliki sifat egosentris, yaitu satu arah hanya memandang dirinya sendiri. Hal ini secara tidak langsung membuat perkembangan moralnya berlangsung lambat. Sebagai orang tua, kita harus sabar melatih hal-hal yang bisa membangun kecerdasan emosionalnya," kata dia.

Nah, demikian lima cara yang bisa Mom lakukan untuk sang buah hati. Pada prinsipnya, kecerdasan emosional orang tua juga berpengaruh pada perkembangan psikologis anak pada masa depan. Oleh karena itu, tenangkan diri dan nikmati setiap momen bersama anak dengan senang hati ya, Mom!

Photos 30/01/2017

3 HAL PENTING YANG PERLU ANDA TAHU BILA ANAK S**A CORET CORET TEMBOK
Tembok kosong bersih, tanpa coretan, membuat anak geregetan. Anda lengah sedikit saja, gambar benang kusut pun menghiasi dinding rumah. Anak s**a mencoret dinding karena memang dia menikmati warna, tekstur krayon, dan keleluasaan gerakan mencoret di dinding. Selain itu, dinding jadi sasaran empuk aksi coret-coret karena dia lebih mudah mencoret dalam posisi berdiri dibandingkan menggambar di atas kerja di meja dalam posisi duduk.

“Posisi berdiri membuat koordinasi tangan dan matanya lebih baik dan terasa lebih nyaman,” kata Beckey Bailey, PhD., penulis buku There’s Gotta be a Better Way. Anda perlu siasat untuk menyalurkan kegemarannya itu, Ma!

1. Siapkan satu area dinding untuk dia coret-coret. Misalnya, tembok di kamar tidurnya, kamar bermainnya, atau area yang tak terlihat tamu. Beri tahu anak, dia boleh mencoret-coret sepuasnya di dinding itu saja. Bila tak ada dinding kosong, gantung white board di pojok favoritnya.

2. Sediakan krayon, pensil warna, dan spidol yang tak mengandung zat berbahaya. Pada usia ini, anak masih s**a penasaran menjilat atau menggigit krayonnya, bahkan mengoleskannya di bibir meniru Anda saat memakai lipstick.

3. Jadwalkan waktu untuk anak mencoret-coret. Dia memang menyukai kegiatan-kegiatan yang terpola di usia ini, dan dengan jadwal rutin setiap hari, Anda bisa membagi-bagi waktunya untuk mengasah kemampuan yang lain, seperti melatih motorik kasar, memori, dan lain-lain. Selain itu, di saat jam coret-coret, Anda bisa
mengajak anak beralih mencoret kertas atau karton lebar. Gelar saja di atas lantai, jika meja Anda tidak cukup, dan biarkan dia memenuhi karton itu dengan coretan.

4. Hindari memarahi anak saat mencoret tembok karena itu berarti Anda telah menghambat kreativitasnya dan satu langkah besar dalam pencapaian kemampuan motoriknya. Bila anak telanjur mencoret di luar tempat yang sudah disepakati, ajak dia membersihkan bagian itu, dan ingatkan lagi bahwa dia punya area khusus untuk dicoret. Pajang hasil karyanya yang dia buat di kertas untuk mengalihkan dia dari tembok.

Source : parenting.co.id

Photos 10/01/2017

Lomba Ilustrasi Zebra Penciltic Berhadiah Apreasiasi Karya & Uang 10 Juta

Lomba Ilustrasi Zebra Penciltic Berhadiah Apreasiasi Karya & Uang 10 Juta – Pada saat seseorang menggambar dengan tangan, ballpen bergerak bersama-sama dengan hati. Oleh karena itu, hati digerakkan oleh gambar yang dibuat dengan tangan. Sebuah ballpen membebaskan hati Anda seperti membuka sebuah pintu, dan kemudian melahirkan suatu inspirasi, imajinasi, dan mimpi yang baru.

Dengan menggunakan PENCILTIC, mari memperluas imajinasi Anda dan memposting gambar ilustrasi yang luar biasa! dan kamu juga bisa menangin hadiah uang tunai sepuluh juta dan hadiah menarik yang tentunya menjadi moment yang tak terlupakan dengan ikut kontes upload and win berikut ini!!

TEMA : Upload and Win

OLEH : Zebra Indonesia

UNTUK : Umum

PERIODE: sampai 31 Januari 2017
Pengumuman hasil seleksi 15 Februari di website

HADIAH:
Gambar ilustrasi yang digunakan dalam posting bersama nama ilustrator, profil, serta foto wajahnya akan digunakan sebagai desain pada salah satu sisi kotak produk Penciltic (Black and Mixed Color) selama setengah tahun + uang tunai Rp. 10.000.000

CARANYA?

Follow akun resmi instagram
Buatlah gambar ilustrasi dengan menggunakan Zebra Penciltic
Ambil foto gambar ilustrasi buatanmu tersebut
POsting foto tersebut ke instagram dengan tagar dan
Pemenang diberitahukan lewat DM IG
Satu orang bisa memposting berkali-kali.
Hasil karya yang difoto mohon agar disimpan.
Pada waktu pengambilan foto, mohon perhatikan bahwa tidak boleh ada produk lain selain ZEBRA PENCILTIC yang dimuat dalam foto.

Want your business to be the top-listed Shop in Bantul?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Address


Jalan Imogiri Timur Ke 11
Bantul
55781

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00