Hunian Islami Modern

Hunian Islami Modern

Share

Photos 30/01/2017

Tips menjaga rumah tetap bersih dan sehat untuk meningkatkan Produktivitas ibadah dan kerja kita.

Jika rumah kita bersih, maka akan membantu kita untuk tetap sehat dan bugar. Suasana rumah yang sehat tidak hanya membantu kita untuk bebas dari stres, tetapi juga membantu untuk meningkatkan produktivitas ibadah dan kerja kita.
Islam adalah agama yang cinta kebersihan. Kita diingatkan oleh Nabi Shallallu ‘alaihi Wassallam jika hendak memelihara hewan seperti anjing karena berkaitan dengan hal najis. Bahkan Islam melarang memelihara anjing kecuali untuk kepentingan penjagaan keamanan atau pertanian.
Simak sabda Rasulullah Shallallu ‘alaihi Wassallam ini, “Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan juga tidak memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar (patung).” (Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah)

Tips kesehatan. berikut ini tips menjaga rumah tetap sehat untuk di huni :

1. Jaga Sirkulasi Udara Di Rumah Tetap Lancar. Rumah dan kamar yang senantiasa tertutup tentu tidak baik untuk kesehatan para penghuninya. Pagi Hari merupakan waktu yang tepat untuk membuka seluruh jendela rumah dan pintu agar udara segar dan bersih dapat masuk kerumah kita dan menyehatkan paru-paru kita.

2. Rutin Menyapu Rumah. Biasakan untuk menyapu dan membersihkan lantai dan halaman rumah setiap pagi. Mungkin ini kelihatan sulit, tapi jika anda rutin melakukannyaa, maka akan menjadi kebiasaan yang mudah dalam keseharian kita.

3. Biasakan Untuk Mengepel. Lantai menjadi tempat yang sering di injak, sehingga akan terlihat kotor dan tempat bersarangnya kuman dan bakteri. Untuk itulah, luangkan waktu untuk mengepel seluruh lantai rumah anda.

4. Perhatikan Kebersihan Kamar Mandi. Menguras dan membersihkan kamar mandi secara berkala merupakan salah satu hal yang harus di lakukan, agar tidak ada jentik-jentik nyamuk serta kuman berbahaya lainnya.

5. Memelihara Tanaman. Sediakan halaman rumah untuk menanam tanaman atau pohon di dalam pot-pot kecil. Ini bertujuan untuk menciptakan kenyamanan dan udara yang bersih di sekitar rumah anda.

6. Rutin Membersihkan Lemari Es. Kulkas atau lemari es merupakan tempat yang sering di sentuh dan di gunakan oleh segenap keluarga. Jadi, jangan sampai kuman dan bakteri bersarang di tempat-tempat tersebut.

7. Rajin Bersihkan Dapur Anda. Usahakan untuk menjaga kebersihan area dapur setelah memasak dan menjaga kebersihana alat-alat dapur dan alat-alat makan dengan bersih.

Ciptakan rumah sehat dan Islami...
Share agar bermanfaat

Photos 25/01/2017

5 Alasan Mengapa Sebaiknya Menghindari KPR Bank Konvesional*

Sahabat Fillah yang dirahmati Allah SWT. Terutama bagi yang sudah mendambakan rumah impian,pasti tidak asing lagi dengan istilah KPR (Kredit Kepemilikan Rumah). Karena memang KPR ini merupakan alternatif pilihan dalam membeli rumah. Tentunya KPR ini begitu banyak diminati karena menjadi solusi bagi orang yang belum mampu membeli rumah secara cash/tunai.
Sudah menjadi hal yang umum kita perhatikan di jalan-jalan bertebaran spanduk penawaran rumah beserta bunga KPR yang menyertainya.
Namun tahukah sahabat fillah sekalian, bahwa ternyata ada beberapa hal yang merugikan di sisi nasabah apabila mengambil KPR secara konvensional (baca: menggunakan bank).
Setidaknya ada 5 hal yang membuat nasabah tidak nyaman bahkan merugi apabila memutuskan untuk mengambil rumah melalui KPR Konvensional.
1. Proses BI Checking yang ribet dan melelahkan*
BI Checking adalah tahap awal jika mau mengajuakan KPR ke bank. Dalam tahap ini saja, prosesnya bisa memakan waktu berminggu-minggu. Karena memang bank akan memverifikasi data-data yang ada secara mendalam. Bagi Sahabat Fillah yang berprofesi sebagai pegawai tetap mungkin hal ini tidak terlalu menjadi persoalan. Karena kelengkapan data sudah disediakan oleh kantor.
Namun bagi saudara-saudara lainnya yang memiliki pekerjaan sebagai wirausaha mikro ataupun pedagang, syarat yang diperlukan sungguh berat dan sifatnya wajib dipenuhi. Seperti izin-izin usaha lengkap, laporan keuangan yang mendalam, serta aliran kas usaha yang stabil. Gagal memenuhi salah satu kriteria tersebut, maka pengajuan ditolak. Dan impian memiliki rumah harus dikubur dalam-dalam.
2. Denda keterlambatan membuat biaya yang dikeluarkan untuk memiliki rumah tersebut menjadi membengkak*
Ketika pengajuan sudah diterima, dan sudah mulai tahap mencicil, maka tak boleh ada kata terlambat menbayar cicilan meski hanya sehari. Jika terlambat, maka akan dikenakan denda yang besarnya bervariasi tergantung kebijakan bank yang menyediakan fasilitas KPR. Umumnya, denda dikenakan per hari keterlambatan.
Tentu saja hal ini membuat biaya yang dikeluarkan untuk memiliki rumah tersebut jadi semakin tinggi dan tidak bisa diprediksi. Tak ada dispensasi maupun toleransi untuk keterlambatan tersebut, walau kondisi keuangan keluarga sedang sulit.
3. Teror _Debt Collector_ yang siap menghantui bila telat membayar selama beberapa bulan*
Ketika sudah tidak mempu membayar cicilan dikarenakan alasan apapun, maka bersiap-siaplah menghadapi para _debt collector_ yang memang disewa bank dengan tujuan agar nasabah segera membayar angsuran yang tertunggak. Dalam hal ini _debt collector_ tersebut diberi wewenang menggunakan segala macam cara agar nasabah merasa terpojok, tidak nyaman, terancam dan takut apabila menunda pembayaran lebih lanjut lagi.
Mungkin Sahabat Fillah sekalian merasa berani untuk menghadapi teror dari _debt collector_ tersebut. Namun, coba bayangkan apabila yang menghadapi adalah anak, istri atau orang tua Sahabat Fillah sekalian yang sedang berada di rumah. Apakah mereka merasa aman, nyaman, dan tentram untuk tinggal di rumah tersebut?
4. Resiko Sita jika gagal bayar*
Jika nasabah tidak mampu melanjutkan cicilan dikarenakan alasan apapun, maka bersiap-siaplah untuk mengosongkan rumah. Ya, mau tak mau rumah harus diserahkan kembali ke bank. Dimana bank tersebut masih memiliki hak penuh terhadap rumah tersebut. Rumah akan disita dan lalu akan di lelang. Besaran nilai lelang pun bank yang menentukan. Nilainya haruslah menutupi kekurangan cicilan nasabah. (Biasanya di lelang jauuuuh di bawah harga pasar agar cepat laku).
Lalu, nasabah yang telah mencicil selama tahunan atau puluhan tahun hanya bisa duduk terpaku penuh nestapa meratapi hilangnya aset disertai dengan kesia-siaan membayar cicilan selama ini. Jarang sekali bahkan hampir tidak pernah bank memberikan kelebihan sisa lelang rumah kepada nasabah.
5. Dikenakan Pinalty jika melunasi lebih cepat*
Jika nasabah memiliki rezeki lebih di kemudian hari dan ingin mempercepat pelunasan cicilan rumah tersebut, maka nasabah akan dikenakan pinalty (biaya tambahan). Ya, Sahabat Fillah sekalian tidak salah baca. Jika ingin melunasi lebih cepat, maka akan dikenakan “denda” karena “ketidakpatuhan” untuk membayar selama jangka waktu yang disepakati.
Memang terdengar lucu. Namun hal tersebut merupakan fakta yang terjadi pada umumnya.
______________
Lima hal tersebutlah yang membuat KPR di Bank Konvensional terasa merugikan dari sisi nasabah. Sedangkan pihak bank tidak akan pernah mau merugi. Perlu sahabat fillah ketahui bahwa lima hal tersebut dapat dirasakan, baik secara logika, materi juga secara emosi. Belum lag bila menyinggung masalah dosa riba yang tidak terkira besarnya.
Naudzubillaah....
Jadi setelah mengetahui informasi ini, masih mau KPR Konvensional?
Yuk, sama-sama berhijrah untuk menghindari transaksi ribawi.
Sumber: www.sakinahvillage.com
Salam Hangat,
Hunian Islami Modern

Want your business to be the top-listed Realtor/realty Service in Banten?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Website

Address


Komplek Bukit Indah Blok H4 No 6 Serua Ciputat
Banten