Media Sunda Mangle

Media Sunda Mangle

Share

Photos from Media Sunda Mangle's post 14/10/2021

WAGUB UMUMKAN 3 SKENARIO PEMULIHAN EKONOMI

Baraya Mangle.id, sejalan dengan makin tertanganinya pandemi Covid-19 di wilayah Jawa Barat, Pemprov Jawa Barat melansir tiga skenario pemulihan ekonomi. Skenario pemulihan ekonomi ini diumumkan oleh Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum, belum lama ini.

Menurut Wagub Uu, tiga skenario pemulihan ekonomi Jabar itu adalah penyelamatan, pemulihan dan penormalan dengan fokus pada kelanjutan program pemulihan dan sektor ekonomi lainnya. "Satu, penyelamatan, kemudian ada pemulihan, lalu selanjutnya adalah normalisasi," kata Wagub seperti dikutip dari Antara.

Ia menuturkan skenario pertama yang merupakan penyelamatan terfokus pada tenaga kerja di berbagai sektor usaha, dan menghidupkan kembali UMKM yang sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19.

Kemudian skenario kedua yakni pemulihan yang berfokus pada penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor usaha, membuka bisnis, berinvestasi, dan membuka industri besar.

“Selanjutnya, skenario ketiga adalah penormalan dengan fokus pada kelanjutan program pemulihan dan sektor ekonomi lainnya secara normal, termasuk pengembangan infrastruktur melalui KPBU dan obligasi,” jelas Uu.

Menurut dia, Pemda Provinsi Jabar saat ini juga terus berupaya mewujudkan pemerataan perekonomian, salah satunya dengan intens membangun Jabar di wilayah selatan.

Sejumlah program pun terus diakselerasi di wilayah tersebut, mulai dari pembangunan Jalur Tengah Selatan (JTS), pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), hingga pengembangan desa-desa wisata.

Ia juga memaparkan adanya lima prioritas pembangunan bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura.

13/10/2021

Iklan Layanan Masarakat ieu dipidangkeun ku Satgas Pemulihan & Transformasi Ékonomi Provinsi Jawa Barat, Dispusipda Jawa Barat sareng Pemerintah Daérah Provinsi Jawa Barat.

Photos from Media Sunda Mangle's post 13/10/2021

BANGKITKAN EKONOMI JABAR, METROPOLITAN REBANA DIKEMBANGKAN

Yeuh Baraya Mangle.id, untuk membangkitkan ekonomi Jawa Barat, Pemprov akan segera mengeksekusi proyek Metropolitan Segitiga Rebana. Proyek yang mencakup sejumlah wilayah di pantura Jawa Barat, yaitu Cirebon, Subang, dan Majalengka ini, bertujuan meningkatkan daya saing sehingga investasi dan pertumbuhan ekonami Jawa Barat akan tinggi.

Dikutip dari laman Jabarprov.go.id, projek ini sudah mendapatkan surat peraturan presiden (Perpres) yang menyatakan mendukung penuh upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi dan investasi di Jawa Barat.

Pada akhir September lalu, Gubernur Jabar di hadapan Komite Pemulihan Ekonomi Daerah Jawa Barat (KPED Jabar) mengatakan, Perpres percepatan pembangunan Metropolitan Rebana (Cirebon Subang Majalengka) sudah ditandatangani oleh Presiden Jokowi.

"Kabar baik bagi warga Jawa Barat, khususnya pelaku dunia usaha. Perpres pembangunan Metropolitan Rebana ditandatangani Presiden," ujar Ridwan Kamil.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat akan terdongkrak proyek tersebut karena di dalamnya terdapat 81 proyek priotitas. “Kawasan Rebana berdasarkan rekapitulasi program prioritas, terdapat total 81 proyek prioritas dengan nilai Rp234,59 triliun, pembiayaan terdiri dari APBN, APBD, swasta BUMN/BUMD,” ujarnya.

Gubernur menyatakan, pada saat ini telah disiapkan 13 kawasan yang diperuntukkan area perindustrian antara lain Cipali Subang barat, Cipali Subang timur, Cipali Indramayu, Buton, Kertajati, Jatiwangi, Cirebon, Krangkeng, Tukdana, Balongan, Losarang, Patrol dan Patimban.

“Nah itulah singkatnya. Mungkin suatu hari nanti lapangan pekerjaan akan hadir di kawasan Metropolitan Rebana, dengan sebuah wilayah yang canggih semuanya "hi-tech". Itulah warisan saya bagian Jabar Utara. Untuk itu kepada kepala daerah jangan berpikir sektoral tapi juga berpikir integrasi,” katanya.

Gubernur menambahkan, Metropolitan Rebana diproyeksikan mendongkrak perekonomian hingga 7,16 persen, membuka peluang 4,39 juta lapangan pekerjaan dan meningkatkan investasi hingga 7,77 persen.

Photos from Media Sunda Mangle's post 12/10/2021

Pemkot Undang KPED Jabar untuk Bicara Kebangkitan Ekonomi
IPONG WITONO: KENDALIKAN MOBILISASI PELAKU USAHA

Baraya Mangle.id, Ketua Harian Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Jabar, Ipong Witono, diundang sebagai pembicara webinar pemulihan ekonomi Kota Bandung “Smart Growth – Suistainable Growth – Inclusive Growth di Hotel La Grande, Kota Bandung, pekan lalu.

Menurutnya, peradaban baru di masa pandemi covid-19 perlu banyak dipelajari. Salah satunya pemulihan ekonomi yang harus mengembalikan berbagai sektor.
“Kita mendapat hikmah covid-19 ini luar biasa. Memang manusia perlu diingatkan oleh semesta. Pertama, hikmah Covid-19 adalah terbangun koneksi sosial. Mulai dari Satgas TNI, Polri, pemerintah dan unsur lainnya berjuang bersama warga kita lalui bersama,” tuturnya.

Sedangkan untuk pemulihan ekonomi, wajib memiliki pemahaman terkait pandemi. Mulai dari kesehatan sampai mobilitas. “Pahami bahwa situasi ekonomi ini tidak lepas subjeknya adalah pendemi. Pemulihan ekonomi ini bergantung untuk belajar mengendalikan mobilisasi kepada pelaku usaha,” ujarnya.

Ia pun mengatakan, Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung, perlu memberikan insentif untuk memberikan semangat untuk berkembang. “Apabila insentif ini sesuai dengan situasi, ada harapan. Contohnya sektor pajak kendaraan bermotor di Jabar menjadi turun akibat pandemi. Namun kita tidak harus bergantung dari hal itu. Perlu kemandirian untuk bersama membangun kembali ekonomi,” jelasnya.

Webinar ini digelar oleh Tim Pertimbangan Kebijakan Wali Kota Bandung dan Komite Pemulihan Ekonomi Daerah Jawa Barat. Sedangkan pemateri dalam webinar tersebut di antaranya Ketua Harian Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Jabar Ipong Witono, Ketua Tim Pertimbangan Kebijakan Wali Kota Bandung Asep Warlan, Guru Besar Ekonomi Universitas Islam Bandung Atih Rohaeti Dariah, Koordinator Sahabat UMKM Kota Bandung Fitria, dan Ketua Kadin Kota Bandung, Iwa Gartiwa, dengan Walikota Bandung Oded M. Danial sebagai keynote speecher.

Photos from Media Sunda Mangle's post 12/10/2021

RAKOR PEMULIHAN EKONOMI DAERAH DI BOGOR:
GUBERNUR: TINGKATKAN KOORDINASI UNTUK PULIHKAN EKONOMI

Baraya Mangle.id, pemulihan ekonomi di Jabar di tengah pandemi Covid-19 tak bisa dilakukan sendirian oleh Pemprov Jabar. Hal itu dikemukakan Gubernur Jabar M. Ridwan Kamil, saat Rakor Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah di Jawa Barat secara virtual, di ruangc Rapat I Setda Kabupaten Bogor, awal pekan lalu.

Ridwan Kamil meminta agar seluruh Kabupaten/Kota Se-Jawa Barat meningkatkan koordinasi untuk mengoptimalkan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi daerah di Jawa Barat.

Gubernur meminta Walikota, Bupati, Kapolres dan Dandim untuk meningkatkan koordinasi dalam pemulihan ekonomi di Jawa Barat, serta menguatkan kerelawanan Covid-19. “Nanti akan ada surat dari kami berkaitan dengan penguatan koordinasi, karena masa pandemi Covid-19 ini sangat luar biasa. Koordinasi ini penting untuk meminimalisir miss komunikasi,” tegas Ridwan Kamil.

“Patut kita syukuri situasi ekonomi sekarang sudah bergerak maju.Namun melihat negara lain yang nyaman, buka masker akibatnya mereka kewalahan dengan lonjakan kasus yang tinggi. Kita jangan terburu-buru, membebaskan segala hal, mudah-mudahan memakai disiplin Protokol Kesehatan ini jadi budaya di masyarakat kita,” tuturnya,” tegas Gubernur.

Secara virtual, Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofirimenyebutkan, penguatan kerjasama antara TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub terus dilakukan berkaitan dengan pengawasan dan peningkatan kewaspadaan di tempat mobilitas orang. Itu antara lain di kawasan wisata Puncak.

“Kebijakan ganjil genap ini perlu dilakukan, karena penyekatan itu sudah kurang pas. Kalau ganjil genap tidak efektif, baru buka tutup, kalau tidak efektif juga baru penyekatan Jumat-Sabtu-Minggu kita lakukan uji coba,” tutupnya.

Photos from Media Sunda Mangle's post 11/10/2021

WAGUB: MASYARAKAT JANGAN TERMAKAN HOAX SOAL VAKSIN

Baraya mangle.id, Kade ah, belakangan ini begitu banyak informasi bohong yang beredar terkait vaksin Covid-19. Baik itu tuduhan penggunaan bahan-bahan haram, ataupun mempertanyakan efektivitas vaksin, dalam melawan virus di dalam tubuh kita.
Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum menyayangkan jika masih ada masyarakat yang termakan hoax dan tidak mau mengikuti vaksin Covid-19.

“Justru kami cukup sayangkan kalau saat ini masih ada warga yang termakan hoax jadi tidak mau divaksin,” kata Uu.
Uu menyampaikan hal itu usai meninjau PTM terbatas dan vaksinasi Covid-19 di SMAN 1 Ciamis, akhir September lalu.

Uu memastikan, vaksin Covid-19 itu aman tidak ada efek samping berlebihan. Misalkan itu ada efek terhadap tubuhnya, itu karena tidak jujur dalam tahap screening.

“Jadi mungkin dalam screening warga tersebut tidak menyebut bahwa dirinya punya penyakit bawaan dan malah bilang sehat, jadinya tidak jujur. Kalau jujur pasti tidak akan disuntik vaksin jika orang itu sakit,” ucapnya.
“Jadi, bagi masyarakat yang termakan hoax tolong berpikir ulang kembali, karena vaksin ini aman, saya juga sudah di vaksin tidak ada apa-apa yang penting dalam tahapan screening jujur kalau punya penyakit,” tuturnya.
Uu menambahkan, saat ini masyarakat yang sudah di vaksin di Jawa Barat baru mencapai 14 juta warga untuk tahap satu, dan tahap kedua sudah hampir 7 juta.

Photos from Media Sunda Mangle's post 11/10/2021

PSSSTTTTTTTTTT….ADA WARUNG GROSIR DIGITAL LHO!!

Baraya Mangle.id, kini ada Warung Grosir Digital lho. Ini merupakan wadah UMKM memasarkan produknya secara digital.

Menurut Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum, UMKM menjadi obat penawar pemulihan ekonomi yang terhantam pandemi COVID-19, sehingga kue ekonomi dirasakan masyarakat dengan lebih merata lagi.

"Bidang UKM salah stau solusi meningkatnya ekonomi. Juga ada pemerataan unsur keadilan, hingga tingkat desa ekonominya harus meningkat dan merata. Semua harus kebagian kue ekonomi di Jabar," ujar Uu saat Panandatanganan Kerja Sama Penyaluran Kredit Mitra Warung Grosir Digital Indonesia bersama BRI, akhir September lalu.
Selain UMKM, Pemda Provinsi Jabar juga mendukung perkembangan desa wisata, OVOC (One Village One Company), dan juga dukungan terhadap BUMDes. Ini demi meningkatnya daya beli masyarakat hingga ke wilayah perdesaan.

"Wagros mendorong lahirnya UMKM baru, mendorong mereka yang bergerak ditambahkan modal, ditambahkan barang, pengetahuan, pendidikan teknologi digital pemasaran. Bergandengan dengan BRI, bukan hanya soal laba tapi juga tanggung jawab untuk meningkatkan perekonomian rakyat," tambah Wagub.

Photos from Media Sunda Mangle's post 10/10/2021

DISPUSIPDA DORONG DIGITALISASI, AGAR EKONOMI CEPAT PULIH

Baraya mangle.id, berbagai entitas bisnis banyak yang rontok, saat pandemi Covid-19 mulai melanda negeri ini, Ga keitung jumlah perusahaan yang gulung tikar, akibat melemahnya daya beli masyarakat. Belum lagi jutaan UKM yang kehilangan pasar, akibat berbagai pembatasan mobilisasi.

Tidak dapat dipungkiri, pedagang retail kecil yang sangat dirugikan dengan pandemi Covid-19. Misalnya saja, jutaan anak sekolah yang tak melakukan tatap muka selama setahun, jelas merupakan pasar potensial, yang tiba-tiba hilang dari depan mata.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Kadispusipda) Provinsi Jawa Barat, H. Ahmad Hadadi, punya solusi agar UKM bisa bangkit dan ekonomi segera pulih.

“Digitalisasi,” tegas Hadadi dalam kapasitasnya sebagai Kasubdiv Telekomunikasi, Media dan Informatika Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jawa Barat.

“Dispusipda menciptakan aplikasi perpustakaan digital, yang diberi nama Candil alias Maca Dina Digital Library. Dalam aplikasi yang bisa diunduh melalui smartphone itu, masyarakat bisa mendapatkan literasi usaha secara gratis,” katanya.

Jadi, walapun ada penerapan PPKM atau PSBB, pengusaha dan masyarakat bisa tetap membuka aplikasi digital milik Dispusipda. Saat ini, koleksi bukunya pun sudah diperbanyak, bekerjasama dengan 24 kabupaten dan kota di Jabar.

Saat ini, Dispusipda juga tengah melakukan pengarsipan pandemi Covid-19, yang merupakan sejarah memori kolektif untuk generasi selanjutnya. “Nantinya, arsip pandemi Covid-19 di Jabar tersebut akan memuat cerita sukses kebijakan serta peristiwa selama pandemi.”

Ditambahkan, Pemprov Jabar dalam rangka vaksinasi menargetkan 37 Juta jiwa warga Jabar yang akan divaksin. “Gubernur Ridwan Kamil telah mencanangkan vaksinasi untuk warga Jabar paling sedikit 70 persen atau sekitar 37 juta jiwa. Dengan harapan, usai divaksin, akan tercipta kekebalan kelompok,” ujar Hadadi.

Photos from Media Sunda Mangle's post 10/10/2021

TEMPAT TIDUR KHUSUS PASIEN COVID-19 SEMAKIN LOWONG

Baraya Mangle.id, naah ini ada lagi kabar baik memasuki pekan kedua di bulan Oktober 2021. Betapa tidak? Dari 341 rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Barat, hampir seluruhnya mendekati lowong. Rata-ratanya, hanya 4,5 persen tempat tidur yang terisi, dari seluruh tempat tidur khusus isolasi passion Covid-19.

“Seluruh rumah sakit rujukan di Jawa Barat memiliki 12.993 tempat tidur, yang terdiri dari 11.467 tempat tidur ruang isolasi biasa dan 1.346 tempat tidur di ruang IGD. Ketika pada 6 Oktober BOR di angka 4,8 persen, sehari kemudian sudah mencapai 4,56 persen, kata Wakil Ketua Pelaksana Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jabar, H. Daud Ahmad.

"Angka ini amat jauh di bawah standar WHO, yang merekomendasikan tingkat keterisian tempat tidur mesti di bawah 60 persen. Bisa dibilang, rumah sakit kita semakin sedikit merawat pasien Covid-19,” tambahnya.

Kendati demikian, pemerintah maupun warga jangan sampai kendor dalam menerapkan protokol kesehatan. Karena penularan virus belum berakhir sepenuhnya. Kewaspadaan tetap penting, atau bahkan ditingkatkan, demi menekan secara efektif penyebaran virus corona.

Begitupun RS atau tenaga kesehatan, jangan terlena dengan menurunnya angka BOR maupun positivity rate. “Karena ketika lengah, bias saja angka ini nnaik kembali, sejalan dengan peningkatan aktivitas warga,” tegas Daud.

Photos from Media Sunda Mangle's post 09/10/2021

POSITIVITY RATE COVID-19 DI JABAR KINI TERSISA 0,45%

Baraya Mangle.id, di pekan kedua bulan Oktober 2021 ini, terjadi lompatan yang luar biasa. Dalam penanganan Covid-19 di Jawa Barat. Betapa tidak, bukan hanya tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit rujukan yang menyentuh angka 4,56 persen, melainkan juga positivity rate yang amat rendah, yakni 0,45 persen.

“Ini sudah jauh di bawah standar yang ditetapkan WHO, yakni 5 persen. Dari seluruh sampel, yang terdiagnosa positif Covid-19 hanyalah 0,45 persen. Itupun didominasi hasil tes antigen,” jelas Wakil Ketua Pelaksana Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jabar, H. Daud Ahmad.

"Kita patut bersyukur, karena 42 ribu lebih sampel yang diambil pada tanggal 6 Oktober kemarin, 99,55 persen di antaranya, dinyatakan negatif Covid-19,” tambah Daud.

Komite Kebijakan akan terus mendorong peningkatan jumlah warga yang divaksin, agar kekebalan kelompok semakin terbentuk, yang pada gilirannya akan semakin memperkecil positivity rate maupun BOR di rumah sakit rujukan,” jelas Daud.

Photos from Media Sunda Mangle's post 09/10/2021

ALHAMDULILLAH JABAR MASUK ZONA RENDAH RISIKO PENYEBARAN COVID-19

Baraya Mangle.id, kita patut bersyukur, karena seluruh daerah di Jawa Barat, masuk ke dalam zona risiko rendah penyebaran COVID-19 atau masuk wilayah zona kuning di pekan kedua bulan Oktober 2021. Tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit rujukan COVID-19 pun menyentuh angka 4,56 persen, atau yang terendah di tahun 2021.

"BOR kita 4,56 persen ini terendah, positivity rate juga sudah jauh di bawah standar WHO yang 5 persen, kita di Jabar hanya 0,45 persen, kemudian sudah zona kuning semua, tingkat kepatuhan naik di 91 persen, jaga jarak naik di 89 persen," ujar Sekda Jabar H. Setiawan Wangsaatmadja, selaku Ketua Pelaksana Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jabar.

"Mudah-mudahan seiring waktu dalam hitungan beberapa pecan ke depan kita bisa mengurangi lagi kasus aktif yang ada di Jabar," tuturnya.

Kendati demikian, Jabar tetap melakukan pengetatan berbasis aplikasi PeduliLindungi di destinasi-destinasi publik. Keberadaan aplikasi itu untuk menjaring orang-orang yang tidak disiplin atau belum divaksinasi.

"Dulu tidak ada saringan, sekarang diskrining di PeduliLindungi, layanan kepolisian juga pak Kapolda sudah diarahkan perluasan aplikasi ini. Ganjil genap terbukti efektif menurunkan jumlah kendaraan ke wilayah pariwisata di tingkat kewilayahan," kata Sekda.

Want your business to be the top-listed Media Company in Bandung?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Website

Address


Jalan Wirangrong-Ladrang No. 2
Bandung
40264