Bang Enyo1

Bang Enyo1

Share

20/06/2026

Bahas Soal Roy Suryo dan dr Tifa yang Ditangkap

Oleh Bang Enyo1 | Perdana.Asia

Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa tentu merupakan peristiwa hukum. Tetapi siapa pun yang memahami politik akan tahu bahwa setiap peristiwa hukum hampir selalu memiliki dampak politik dan dampak opini.

Dan sering kali, dampak opini itulah yang lebih dulu dirasakan masyarakat. Kita tidak sedang membahas benar atau salahnya proses hukum yang berjalan. Itu wilayah penyidik, jaksa, hakim, dan pengadilan.

Kalau memang ada dugaan pelanggaran hukum, negara memiliki hak untuk memprosesnya sesuai aturan yang berlaku. Tetapi di luar ruang hukum, ada ruang lain yang tidak kalah penting. Namanya ruang persepsi publik.

Di ruang itulah pertarungan sebenarnya sedang berlangsung. Harus diakui, selama beberapa tahun terakhir Roy Suryo dan dr Tifa menjadi dua figur yang paling konsisten mengkritisi berbagai hal yang berkaitan dengan Jokowi.

Setuju atau tidak dengan pendapat mereka, keduanya berhasil membuat isu yang mereka angkat terus diperbincangkan. Mereka hadir di podcast, kanal YouTube, media sosial, hingga berbagai forum diskusi.

Mereka menjadi simbol perlawanan bagi sebagian orang dan menjadi sumber kejengkelan bagi sebagian yang lain. Karena itu, ketika keduanya berhadapan dengan proses hukum, perhatian publik otomatis bergeser.

Fokus pembicaraan tidak lagi sepenuhnya pada substansi isu yang mereka angkat. Fokusnya berubah menjadi nasib orang-orang yang mengangkat isu tersebut. Dalam dunia komunikasi politik, pergeseran fokus seperti ini bukan hal kecil.

Karena sebuah isu bisa melemah bukan ketika jawabannya ditemukan, melainkan ketika perhatian publik berpindah ke tempat lain. Di sinilah letak keuntungan politik yang mungkin dirasakan pihak-pihak yang selama ini berseberangan dengan Roy Suryo dan dr Tifa.

Bukan karena mereka memenangkan perdebatan. Bukan karena semua pertanyaan telah terjawab. Tetapi karena pusat perhatian publik berubah arah.
Namun ada satu hal yang sering dilupakan banyak orang.

Ide tidak bisa ditahan. Pendapat tidak bisa diborgol. Dan pertanyaan tidak bisa dikurung di balik jeruji besi. Kalau sebuah isu memang tidak memiliki dasar, maka ia akan mati dengan sendirinya karena kehilangan bukti dan kehilangan pendukung.

Tetapi kalau sebuah isu terus hidup, berarti ada sesuatu yang masih dianggap belum selesai oleh sebagian masyarakat. Karena itu, demokrasi yang sehat tidak dibangun dengan saling merayakan kesulitan lawan politik.

Demokrasi yang sehat dibangun dengan keberanian menjawab kritik secara terbuka. Menjawab data dengan data. Menjawab argumen dengan argumen. Menjawab pertanyaan dengan penjelasan yang meyakinkan.

Sebab membungkam orang tidak selalu membungkam gagasannya. Kadang justru sebaliknya. Semakin keras seseorang ditekan, semakin banyak orang yang mulai bertanya-tanya mengapa ia ditekan.

Pada akhirnya, yang dibutuhkan bangsa ini bukan kemenangan kubu A atau kubu B. Bukan p**a tepuk tangan ketika lawan politik menghadapi masalah.

Yang dibutuhkan adalah kepastian hukum yang adil, keterbukaan informasi yang jujur, dan kedewasaan semua pihak untuk menerima apa pun fakta yang nantinya terungkap.

Karena bangsa yang besar tidak dibangun oleh orang-orang yang saling menghancurkan. Bangsa yang besar dibangun oleh orang-orang yang berani berdebat, berani berbeda pendapat, dan berani menerima kebenaran meskipun kebenaran itu tidak selalu menguntungkan kelompoknya sendiri.

Want your public figure to be the top-listed Public Figure in Bandung?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Address


Bandung
40211