CJR Story

CJR Story

Share

12/06/2021

Hm... sedih bgt gaada cerita yang tamat disini soalnya readers juga udh pada ilang...

Photos from CJR Story's post 13/08/2020

โ™ซโ€ขโ™ฌโ€ข ๐“›๐“ธ๐“ฟ๐“ฎ ๐“‘๐”‚ ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ท๐“ฌ๐“ฎ โ€ขโ™ฌโ€ขโ™ซโ€ข
๐“‘๐”‚: ๐“ฃ๐“ป๐“ฒ๐“น๐“ต๐“ฎ ๐“
๐“Ÿ๐“ช๐“ป๐“ฝ 2
๐“—๐“ช๐“ป๐“ฐ๐“ช๐“ฒ ๐“Ÿ๐“ฎ๐“ท๐“พ๐“ต๐“ฒ๐“ผ๐Ÿค—
โ—ฆโ€ขโ—โ—‰โœฟโœฟโ—‰โ—โ€ขโ—ฆ

Setelah pulang dari taman, (Nama kamu) segera membersihkan tubuhnya dan siap untuk melanjutkan pengetikan novel online nya. (Nama kamu) selalu semangat jika akan menulis novel online nya, karena itu adalah hobi dari sekian hobi yang ia tekuni. Di sofa kamarnya sudah siap makanan ringan, laptop, handphone, headset, dan kamus besar bahasa Indonesia, yang ia simpan di mejanya.

Beberapa menit ia lalui untuk berkutat dengan laptopnya, tiba-tiba muncul pemberitahuan dari bar notifikasi chat dari aplikasi WhatsApp nya.

P
I
C
T
[1]

(Nama kamu) menatap layar laptopnya dengan sedikit senang, karena ada yang menyukai novel nya dan menyatakan langsung padanya. Tapi ia juga heran kenapa pria itu, menawarkan dirinya untuk menjadi "teman curhatnya"?

*Mungkin kalian berpikir, itu mau modus atau mau ngedeketin, hahaha.. Mungkin aja bener, tapi (Nama kamu) ga akan berpikir kaya gitu, karena (Nama kamu) menganggap yang mengirim pesan seperti itu sama saja seperti Nanon yang peduli padanya tanpa adanya perasaan apapun. Ngerti ga sampai sini? Hahahahah...

Tanpa mau ambil pusing lagi dia segera mengganti bajunya untuk menonton Nanon bermain futsal bersama temannya. Ia biasanya akan mampir dulu ke mini market untuk membeli air minum untuk Nanon dan teman-temannya.

Setelah membeli minuman biasanya ia langsung masuk ke lapangan lewat gerbang besi yang ada di belakang gedung tua, gedung itu terlihat dari depan sangat tua dan menyeramkan, sedangkan jika sudah masuk kedalam gedung itu, maka akan memanjakan mata dengan lapangan luas yang dibagi untuk beberapa cabang olahraga seperti, badminton, tennis, voli dan futsal.

Ia duduk di deretan bangku kosong antara penonton lain/para kekasih dari teman-teman Nanon. Sambil menunggu pertandingan dimulai, (Nama kamu) memainkan handphone nya untuk membuat story instagram karena menurutnya itu kegiatan rutin yang harus ia lakukan ketika ia sedang menonton pertandingan futsal sahabatnya itu. Setelah ia sedikit bosan memainkan handphone nya, (Nama kamu) merasa ingin pergi ke toilet. Dengan tergesa-gesa ia berlari menuju toilet yang melalui gang sempit yang hanya cukup untuk 1 orang dan dimana pintu dari luar gedung berada. Di tengah rasa gelisah, sialnya ada seseorang yang mengarah berlawan menuju tempat ia berada yang menghambat kedua arah tersebut. Terlihat pria di seberang sana juga sedang terburu-buru untuk pergi ke lapangan.

"Buruan gue buru-buru nih!" ucap (Nama kamu) yang tambah gelisah karena tidak tahan lagi untuk buang air kecil.

"Lo yang ngalah gue buru-buru juga, gue udah ditungguin sama tim gue." ujar pria itu yang terlihat tampan saat berkeringat.

"Ck, ngalah d**g, gue kebelet banget nih.." ucap (Nama kamu) dengan posisi yang sudah tidak terkontrol karena sudah tak tahan lagi.

"Lo ga terlalu jauh, gue udh jauh banget dari pintu keluar, lo mundur. Ga usah egois." ujar pria itu langsung menerobos jalan, sehingga saat mereka sudah dekat, tidak ada lagi jarak di antara mereka. Tapi... Jangan salah paham, posisi mereka saling membelakangi:v. Pria itu sudah berlari menjauh dengan cepat ke arah lapang futsal.

"Ih kok ganteng ya? Lebih ganteng dari Nanon dan akhlaklessnya juga lebih dari Nanon." gumam (Nama kamu) bermonolog.

"Kok gue gajadi kebelet ya? Udahlah bodo amat, kayanya pertandingan nya mau dimulai." sambung monolognya. Setelah itu (Nama kamu) kembali ke bangku penonton untuk menonton pertandingan itu.

14 menit pertandingan, ternyata tim Nanon dengan tim pria tampan tadi itu berbeda. Skor yang di dapatkan tim pria yang bernama punggung 'IQBAAL' dengan nomor 28 lebih unggul 1 poin diatas tim Nanon. Sisa beberapa detik lagi, dan ternyata tim Nanon kalah satu poin dibawah tim Iqbaal.

Terlihat oleh (Nama Kamu), Nanon sepertinya sangat kesal dan marah. Ia segera membawakan minum untuk Nanon, Ia duduk di rumput lapangan samping pria itu.

"Lo kenapa sih? Gapapa kali, kalah sekali. Lagian lo kan udah sering menang, kaya abis kalah taruhan main aja." ucap (Nama kamu) kemudian ia meminum air isotonik yang tadi ia beli di mini market.

"Iya, gue kalah taruhan 1 mobil Lamborghini kesayangan gua." ujar Nanon enteng, tapi masih setia menatap tajam pria yang duduk di sisi lain lapangan. Yang ditatap hanya tersenyum miring dan sesekali meminum minumannya.

'BRUSSHHH'
(Nama kamu) menyemburkan minuman yang ia minum tadi karena terkejut atas pernyataan Nanon.

"LO GILA YA?! GUE GA S**A YA, KALO LO MAIN TARUHAN-TARUHAN GITU!" geram (Nama kamu) yang tak habis pikir dengan jalan pikiran sahabatnya itu.

"Ya gimana lagi, dia nantang gue. Harga diri gue juga taruhannya." jelas Nanon yang sekarang menunduk. Karena jujur saja ia tidak bisa kalau sudah dimarahi oleh (Nama kamu). Ingin melawan tapi ia tau, disini ia yang salah.

"GUE DATENGIN TUH COWO!" tantang (Nama kamu) bangkit dengan beraninya yang diikuti oleh Nanon yang ikut juga bangkit. Baru beberapa langkah (Nama kamu) berjalan, tangannya sudah ditahan oleh Nanon dan berhasil membuat tubuhnya mundur dengan kasar. Kemudian tangan (Nama kamu) ditarik oleh Nanon, mau tidak mau (Nama kamu) mengikuti kemana Nanon pergi.

Sudah merasa suasana sepi, Nanon memberhentikan langkahnya di sebuah ruangan ganti khusus wanita, karena jarang sekali dipakai. Agar tidak ada orang yang mendengar percakapan mereka, Nanon menutup pintu ruangan tersebut yang kedap suara.

"Kenapa lo narik gue kesini sih?!" tanya (Nama kamu) kesal.

"LO TAU GA SIH! KALO LO NYAMPERIN DIA TADI DI LAPANG, LO NAMBAH MASALAH GUE TAU GA! NAMBAH MALU GUA! JANGAN SOK PEDULI SAMA GUA, KALO LO AJA MASIH NGANDELIN GUA TERUS, DIHIDUP LO!" bentak Nanon dengan suara yang memenuhi ruangan tersebut.

Kali pertama Nanon membentak (Nama kamu), seketika hati (Nama kamu) merasa sakit, dan kali pertama ini ia dibentak oleh orang lain, kedua orang tuanya pun tak pernah membentak nya. Mata yang tadinya berkaca-kaca kini tidak bisa membendung air yang siap meluncur ke kedua p**inya.

"Jadi selama ini gue beban buat lo? HAH?! JADI GUE INI BEBAN BUAT LO?!" tanya (Nama kamu) yang sudah tersulut emosinya.

Nanon lagi-lagi menunduk, ia juga ikut menangis. Sudah sering keduanya saling melihat bagaimana mereka menangis, saling menenangkan satu sama lain, tapi kali ini mereka tidak melakukan itu, kini mereka yang membuat satu sama lain menangis.

"JAWAB?!" tanya (Nama kamu) yang sudah tidak tahan lagi, ia memundurkan beberapa langkah. "Oke kalo gitu. Gue janji si beban dalam hidup lo ini, akan menjauh, gue ga akan terlalu marah sama lo, karena lo udah jujur sama gue dan diri lo sendiri. Jadi intinya ini semua salah gue, oke. Fine." Setelah berucap seperti itu, (Nama kamu) menghapus air matanya sebelum keluar ruangan. (Nama kamu) membuka dengan kasar pintu ruangan itu hingga menghasilkan suara yang sangat keras.

Nanon yang menyadari perbuatannya tadi, ia membalikan badannya dan bersandar di loker yang tersedia dan menangis di tumpukan lengannya.

'ARGGGHHH!!!' geram Nanon.
Sengaja atau tidak, ia menonjok loker yang cukup keras itu hingga penyok sampai tangannya mengeluarkan darah segar.

Kemudian ia berlari mencoba untuk mengejar (Nama kamu), ternyata (Nama kamu) belum terlalu jauh dari gedung tua tersebut. Sepertinya ia sedang menunggu kendaraan umum yang lewat. Namun pergerakan kurang cepat, (Nama kamu) sudah menaiki taxi yang baru saja datang. Sebelum masuk ke dalam mobil, (Nama kamu) sempat melihat sekilas ke arah Nanon. Sampai akhirnya taxi itu melaju semakin menjauh dan hilang di lahap tikungan.

โ—ฆโ€ขโ—โ—‰โœฟโœฟโ—‰โ—โ€ขโ—ฆ
(Nama kamu) kini sudah sampai di mansionnya, ia segera membersihkan diri dan meluruskan niatnya untuk menghubungi seseorang. Ia langsung membuka laptopnya dan mengklik aplikasi yang akan ia gunakan.

P
I
C
T
[2]

Beberapa menit setelah saling bertukar pesan hari semakin sore dan jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Ia mulai mengganti fokusnya dari laptop ke handphone untuk menghubungi seseorang yang sedari tadi 'agak' ia rindukan, biasanya jam segini ia akan membawakan makan malam dan siap untuk mengerjakan tugas bersama.

P
I
C
T
[3]

Kini jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, Nanon sudah ada di rumah (Nama kamu) dengan membawa 2 burger dan 2 minuman soda. Mereka kini sedang ada di kamar (Nama kamu) dan memakan santapan malam yang dibawa Nanon tadi. Setelah mereka makan malam dilanjutkan dengan mengerjakan tugas kimia yang besok harus dikumpulkan pada jam sebelum istirahat. Rencananya Nanon akan menginap di rumah (Nama kamu). Walaupun kedua orang tua (Nama kamu) sedang ada di luar n***r, tapi di rumah besar ini terdapat 2 asisten rumah tangga, 1 orang penjaga dan 1 orang tukang kebun yang tinggal juga disana. Jadi tidak usah khawatir jika teman (Nama kamu) akan menginap.

Pukul 22.00 mereka sudah menyelesaikan tugasnya, (Nama kamu) sepertinya sudah mengantuk dan siap untuk tidur. Sedangkan Nanon masih sibuk membereskan barang-barang yang akan dibawa ke sekolah besok. Setelah selesai Nanon akan pindah ke kamar yang ada di sebelah kamar (Nama kamu) yang memang sudah khusus untuk ditempati oleh nya.

โ—ฆโ€ขโ—โ—‰โœฟโœฟโ—‰โ—โ€ขโ—ฆ
Pagi ini Nanon dan (Nama kamu) sudah siap berangkat ke sekolah tidak lupa membawa bekalnya karena mereka tidak sempat untuk sarapan. Mereka menaiki sepeda motor milik Nanon yang tadi malam Nanon kendarai untuk datang ke rumah (Nama kamu).

Setelah menghabiskan beberapa waktu, Nanon dan (Nama kamu) sudah sampai di parkiran sekolah dan siap untuk memasuki kelas.

Koridor juga sudah penuh dengan siswa-siswi yang sedang bersiap-siap untuk melaksanakan upacara bendera. Namun, cuaca kini kurang mendukung untuk pelaksanaan upacara tersebut, hujan sudah mulai turun dan membasahi sebagian bumi yang semakin lama menjadi semakin deras.

Karena dihari senin pelajaran biasanya dimulai pukul 09:30 sedangkan kini jam masih menunjukkan pukul 07:15 jadi kelas belum kedatangan guru pengajar. Tapi keadaan kelas hening, mungkin mereka sedang mengerjakan tugas yang belum selesai.

'Tuk tuk tuk'
-๐“‘๐“ฎ๐“ป๐“ผ๐“ช๐“ถ๐“ซ๐“พ๐“ท๐“ฐ..

Mohon banget ya untuk para pembaca yang masih belum bisa menghargai orang lain. Atau pasti ada diantara kaka kaka semua yang baca cerita disini punya kritik dan saran, kami juga butuh itu untuk maju dan memperbaiki menjadi lebih baik lagi. Dan terima kasih banyak untuk pembaca yang bijak, dan selalu menghargai karya orang lain๐Ÿค—๐Ÿค— Terima kasih atas perhatian, mohon maaf atas kesalahan perilaku atau ucapan yang tidak mengenakan hati kaka kaka disini I Blue You all๐Ÿ’™

Photos 12/08/2020

.โ€ขโ™ซโ€ขโ™ฌโ€ขLOVE BY CHANCEโ€ขโ™ฌโ€ขโ™ซโ€ข.
By: ๐“ฃ๐“ป๐“ฒ๐“น๐“ต๐“ฎ ๐“
Part 1
Hargai penulis๐Ÿค—
โ—ฆโ€ขโ—โ—‰โœฟโœฟโ—‰โ—โ€ขโ—ฆ
๐“œ atahari semakin lama semakin naik ke permukaan dengan cahaya yang indah menyinari bumi. Kristal embun yang menghiasi kaca jendela yang setia tertutup rapat dilapisi kain gorden putih tipis menemani tidur lelap gadis cantik seperti tuan putri tapi posisi tidurnya tidak mencerminkan layaknya seorang tuan putri. Posisi kaki yang berada di bantal sedangkan kepala sudah mend**gak melebihi ujung ranjang, serta selimut yang sudah berada di atas lantai.

'BRAK!'

"HEH KEBO! Bangun lu ih udah jam 7 pagi. Tadi malem ngemis-ngemis ngajak jogging sekarang malah ngebo disini." terdengar suara berat pria yang membangunkan gadis itu dengan geram, mungkin ia agak sedikit kesal dengan kelakuan gadis itu.

'SREK!'

Pria itu membuka gorden kamar gadis itu dengan sedikit kasar, sehingga sinar matahari itu langsung menerobos masuk dan mengganggu tidur sang gadis kebo.

"Ehmmm... Hoammm..." Lenguh gadis itu dengan sesekali merenggangkan otot-ototnya, ternyata tidur juga sangat melelahkan_-

"Non... Jangan ganggu... Ini kan hari minggu, jadi kita kan ga ke sekolah." protes gadis itu, yang masih setengah sadar.

"Lo tadi malem ngemis-ngemis minta temenin jogging, giliran gue mau, lo nya malah males-malesan." ucap pria itu.

"Nanon.. Bangkeuuu... Jangan berisik! Bawel!" ujar gadis itu.

'BRUK!'
Pria itu melempar kasar selimut yang ada di dekatnya tepat di wajah gadis itu karena selimutnya berada di atas lantai.

"NANONNN!!!" geram gadis itu.

"HAHAHAHA!! SONO LO SIKAT GIGI! CUCI MUKA! GANTI BAJU! Nanti gue traktir bubur bang ojak. Mama lu udah berangkat ke Aussie tadi pagi banget, males katanya bangunin anak kebo kaya lo." ledek Pria yang di ketahui bernama Nanon itu.

"KAN GUE ANAK NYA MAMAH, BILANGIN MAMAH YA LO! BILANG MAMAH KEBO!" teriak gadis itu.

"BERISIK (NAMA KAMU)! EMANGNYA ELU ANAK MAMAH EVA? LU KAN ANAK PULUNG!HAHAHAHA.." ejek Nanon lagi.

"BANGSH*T"

"Eh omongannya! Kalo 3 menit lagi lu belum siap, uang jajan lo ga gue cairin, dan.. Gue mau kasih tau, kalo dompet lu ada di gue.. Gue mau kebawah dulu." titah Nanon pada gadis yang diketahui bernama '(Nama kamu)'

"BYE BYE ANAK PONGOOOTTT!! HAHAHAHA.." timpal Nanon yang setelah berucap seperti itu, ia berlari keluar kamar (Nama kamu) takutnya ia akan melemparkan barang yang ada di dekatnya dan mengenai dirinya.

"NANON KEPARATTT!!!" geram (Nama kamu) lagi dan lagi, kadang ia sangat menyesal mempunyai sahabat seperjuangan seperti Nanon.

โ—ฆโ€ขโ—โ—‰โœฟโœฟโ—‰โ—โ€ขโ—ฆ
*FYI:
Jadi Nanon itu sahabatnya (Nama kamu) dari kecil, dia anak temen orang tuanya (Nama kamu). Dari kecil udah deket gitu deh, kaya gabisa dipisahin, kadang ada yang bilang adik kaka, dan sering juga orang yang liat mereka itu pacaran. Tapi nyatanya dari keduanya gapunya perasaan apa-apa, cuman sebatas sahabat. Orang tuanya Nanon dua-duanya tinggal sama adiknya Nanon 'Nonnie' di Kanada, jadi dia tinggal di Indonesia sendiri. Eitss.. Tapi dia ga tinggal serumah kok sama (Nama kamu), dia punya rumah sendiri, mansion malahan. Biasa orang kaya..๐Ÿ’ธ๐Ÿ’ธ

*Back to Story
โ—ฆโ€ขโ—โ—‰โœฟ โœฟโ—‰โ—โ€ขโ—ฆ

3 menit lewat 5 detik sudah berlalu tapi (Nama kamu) belum juga sampai di lantai pertama.

"YUHU......" teriak (Nama kamu) dari lantai 3
menuruni anak tangga dengan berseluncur di gagang tangga yang terbuat dari kayu jati licin dan berbentuk melingkar.

'BRUK!'

"MAMPOOSSS!!!" sorak Nanon kegirangan melihat (Nama kamu) yang mendarat dengan posisi yang kurang pas dan terjatuh tengkurap.

"GA SAKEETTT!!! WLEE!!" ucap (Nama kamu) beralasan, tapi sebenarnya lutut dan sikutnya terasa sakit dan ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ต-๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ seperti kesetrum karena ia jatuh dengan posisi tengkurap dan sikut sebagai topangannya. Dan sekarang ia merasa ingin menangis tapi ia gengsi dengan sahabatnya ini, nanti malah makin diledekin. ๐Ÿ˜ข

"Udah nangis aja, gausah ditahan. Pasti sakit kan?" suara yang tadinya hanya terdengar meledek sekarang berubah menjadi lembut.

"HUWAAA.. IYA SAKITT.." sekarang suara tangisan terdengar di setiap penjuru ruang tengah.

Nanon segera menarik tangan (Nama kamu) dengan lembut dan menuntunnya untuk duduk di sofa ruang keluarga, dan mencoba untuk menenangkan gadis itu.

"Mangkanya gausah sok iye, seluncuran di tangga, tau kaki pendek." ucap Nanon yang menampilkan senyuman manisnya dan terlihatlah lesung p**itnya. Sebenarnya ia menahan tawa mengingat kejadian tadi.

"Ih.. Udah.. Jangan diledekin terus.." rengek (Nama Kamu).

"Ya maap. Lagian ngakak kan liat lo tadi jatoh tengkurep gitu. Mau nyoba lagi? Nanti gue dorong langsung, biar seru."

"Ga tau ah, lagi ga mood." rajuk (Nama kamu).

'Plak'
Nanon menggeplak dahi (Nama kamu) dengan tidak terlalu keras.

"Bilang aja laper." sindir Nanon, kemudian ia melangkah menuju pintu keluar untuk mengambil sepeda yang akan mereka kendarai.

โ—ฆโ€ขโ—โ—‰โœฟโœฟโ—‰โ—โ€ขโ—ฆ
*FYI '2:
Kl (Nama kamu) bilang "Ga tau ah, lagi ga mood." Berarti dia lagi laper, jadi buat kedepannya (part-part selanjutnya) ga usah pusing-pusing lagi sama dia.

*Back to Story
โ—ฆโ€ขโ—โ—‰โœฟโœฟโ—‰โ—โ€ขโ—ฆ

"CEPETAN NIH, SEPEDANYA UDAH GUE SIAPIN." teriak Nanon dari luar rumah.

Mendengar suara teriakan itu (Nama kamu) langsung berlari menuju asal suara.

"Gabisa naik sepeda, bonceng ya? Kaki gue kan lagi sakit." pinta (Nama kamu) sambil membenarkan sepatunya.

"Alasan kau! Tadi nyamperin kesini lari lu! Yaudah buruan, gue udah laper banget." sindir Nanon yang sedang memakai helm sepedanya. Kemudian Nanon mengambil helm yang satunya untuk dipakai oleh (Nama kamu).

"Makasih Na'non..." ledek (Nama kamu).

"Sekali lagi lo nyebut nama gue di jeda gitu, dompet lo dan isinya buat gue semua." ancam Nanon, karena Nanon tidak s**a namanya disebut agak terpisah/terjeda.

"Canda bwang..." ucap (Nama kamu) seraya menaiki pijakan yang ada di samping roda belakang sepeda, karena memang sepeda Nanon tidak ada jok belakangnya. Dan tidak lupa memeluk leher Nanon, agar ia tidak terjatuh.

โ—ฆโ€ขโ—โ—‰โœฟโœฟโ—‰โ—โ€ขโ—ฆ
Hanya butuh 2 menit untuk sampai di taman perumahan yang sudah ramai anak-anak bahkan satu keluarga yang sekedar berolahraga, atau pun membeli bubur bang Ojak. Sekarang gerobak bang Ojak penuh dengan pelanggan mau tidak mau mereka harus antre.

"Non, gue duduk ya? Lu yang mesen, gue pegel nih.. " pinta (Nama Kamu) karena benar, kakinya pegal ditambah kejadian tadi, menyedihkan sekali:"

"Yaudah duduk aja, tapi jangan jauh-jauh ya!" titah Nanon seraya mengacak pelan rambut yang digulung asal, milik (Nama kamu). (Nama kamu) hanya membalas dengan anggukan ucapan Nanon tadi.

(Nama Kamu) berjalan menuju bangku taman yang kosong. Setelah duduk ia mengeluarkan handphone nya dan sesekali membuat story di akun instagram nya.

Saking fokusnya memainkan handphone, (Nama kamu) tidak menyadari seseorang diam-diam memotret ke arahnya.

"I like the view." ucap orang itu seraya tersenyum manis dan mulai memotret objek lainnya.

Kini (Nama Kamu) merasa seseorang mendekati dirinya, kemudian ia sedikit mend**gak untuk melihat orang itu.

"Nih buburnya." ucap Nanon sambil menyodorkan semangkuk bubur untuk disantap oleh (Nama kamu).

"Makasih Nanon.." ucap (Nama Kamu) seraya tersenyum manis.

"Gitu d**g senyum, dari pagi lo nyebelin, sekarang manis bener. Kenapa?" tanya Nanon.

"Novel online kedua gue, alhamdulillah.. Yang baca makin hari makin banyak Non." ujar (Nama Kamu) dengan sumringah.

"Syukur deh.. Gue dukung apa yang lo jalanin, semoga lancar terus dan sukses terus deh." ucap Nanon seraya mengelus rambut (Nama kamu) dengan lembut.

'Udah punya pacar toh' batin seseorang yang duduk di bangku taman sisi lainnya.

Setelah beberapa menit (Nama kamu) dan Nanon sudah menghabiskan bubur yang mereka beli dan siap untuk pulang. Karena hari terlihat sudah semakin siang, dan mereka kan belum mandi_-

โ—ฆโ€ขโ—โ—‰โœฟโœฟโ—‰โ—โ€ขโ—ฆ
Seperti tadi saat berangkat, mereka hanya beberapa menit untuk sampai dirumah. Nanon langsung pamit untuk pulang ke rumahnya karena ia akan main futsal dengan teman-temannya setelah dzuhur.

Dan.......
๐“‘๐“ฎ๐“ป๐“ผ๐“ช๐“ถ๐“ซ๐“พ๐“ท๐“ฐ.....

Hai Hai gais, I'm come back to this fanspage. Hahahaha... Ada yang kangen ga sama akohhhh???? Ayo tebak siapakah aku?? Apakah judul cebe yang pernah aku buat di sini?? Hahahaha ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ aku yang pernah bilang vakum itu loh...

Udahlah ya, pasti ga ada yang kangen...
Maaf banget nih part pertama momen nya (Nama Kamu)-Nanon dulu yo... Maaf garing, di cebe ini niatnya si (NK) nya bobrok maaf kl ga cocok huehuehue๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ, tapi gapapalah semoga s**a ya... I Blue U all๐Ÿ’™

Want your business to be the top-listed Media Company in Bandung?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address


Bandung