Balad Rafael Situmorang SH

Balad Rafael Situmorang SH

Share

11/06/2026

Perjalanan hidupnya adalah kitab sejarah yang tebal. Ia lahir & tumbuh di Istana Negara dengan segala protokoler serta aturan kenegaraan yang mengikat. Ia melihat kekuasaan itu tidak hanya dari sisi terangnya tapi juga sisi gelapnya. Ada orang-orang yang datang ke B**g Karno dengan segala puja-puji ketika Sang Proklamator berkuasa, ada p**a orang yang tiba-tiba menjauh saat ayahnya tak lagi berkuasa kemudian ikut menghina & mencaci. Masa peralihan kekuasaan dari pemerintahan Soekarno ke rezim pemerintahan Soeharto membuatnya terasing. Ketika ia mulai masuk politik. Tak ada karpet merah sebagai putri Presiden pertama RI. Yang ada hanyalah jalan terjal & berbatu. Ia berpolitik dengan merangkak dari bawah. Politik yang kejam di bawah rezim militeristik Orde Baru. Kekuasaan sempat menawarinya jalan mudah bila bergabung ke Golkar. Ia menolak. Ia memilih jalannya sendiri dengan bergabung bersama PDI. Sejarah mencatat fragmen penderitaannya bersama PDI. Ia menerima pukulan politik terbesar ketika kantornya di Jalan Diponegoro 58 Jakarta diserang & dikudeta dari kursi Ketua Umum PDI. Ia adalah politisi yang menolak berlutut pada kekuasaan. Ia tidak pernah tertarik mengikuti arus politik pragmatisme. Ketika berbicara di podium, ia sering kali blak-blakan. Mengatakan sesuatu yang ia rasakan & yakini. Apakah yang diucapkannya itu populer atau tidak, idealisme jauh paling penting. Pasalnya menjaga marwah pemikiran B**g Karno, kepatuhan hukum & menegakkan konstitusi adalah harga yang tak bisa ditawar dengan jalan kepura-puraan. Bila politik adalah seni mengambil keputusan yang sulit. Ia telah paripurna. Beberapa kali mengambil keputusan-keputusan krusial di era kepresidenannya. Singkat tapi berat. Ia memimpin Indonesia dalam pemulihan ekonomi, menjaga integrasi bangsa & merawat pertiwi. Ada pujian & kritik yang tajam. Ia menghadapi konsekuensinya tapi mencari pengecualian. Waktu berubah. Jika ia kembali mengenang secara reflektif dari apa yang telah ia lakukan untuk negeri ini. Ia layak menegakkan kepalanya dengan segala keteguhan sikapnya. Ia telah merasakan semuanya. Menangis atau tertawa. Jatuh atau bangkit. Kekalahan atau kemenangan. Mega....

07/06/2026

Adian Napitupulu di Kota Banjar Jawa Barat.

Want your business to be the top-listed Media Company in Bandung?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Address


Jalan Kota Bandung
Bandung
40267