LDK Ar-Risalah UIN Ar-Raniry Aceh
Tolong Bawa Aku Ke Surga..
Mengunjungi seorang teman yang sedang kritis sakitnya, dia menggenggam erat tangan saya, lalu menarik ke mukanya, dan membisikkan sesuatu..
Dalam air mata berlinang dan ucapan yg terbata2 dia berkata, "Jika kamu tidak melihat aku di syurga, tlg tanya pada Allah di mana aku, tolonglah aku ketika itu..."
Dia langsung terisak menangis, lalu saya memeluknya dan meletakkan muka saya di bahunya. Sayapun berbisik, "Insyaallah, insyaallah, aku juga mohon kepadamu jika kamu juga tidak melihat aku di syurga..."
Kami pun menangis bersama, entah berapa lama...
Ketika saya meninggalkan Rumah Sakit, saya terkenang akan pesan beliau...
Sebenarnya pesan itu pernah disampaikan oleh seorang ulama besar, Ibnu Jauzi, yg berkata kpd sahabatnya sambil menangis:
"Jika kamu tidak menemui aku di syurga bersama kamu, maka tolonglah tanya kepada Allah tentang aku; Wahai Rabb kami, si fulan sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang Engkau, maka masukkanlah dia bersama kami di syurga."
Ibnu Jauzi berpesan begini bersandar kepada sebuah hadits:
"Apabila penghuni syurga telah masuk ke dalam syurga lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yg selalu bersama mereka dahulu di dunia, maka mereka pun bertanya kepada Allah; Ya Rabb! kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia bersholat bersama kami, berpuasa bersama kami dan berjuang bersama kami..."
Maka Allah berfirman, "Pergilah ke neraka, lalu keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada iman, walau hanya sebesar zarrah."
(Ibnu Mubarak dlm kitab Az Zuhd)
Maka wahai sahabat2ku,
Di dalam bersahabat, pilihlah mereka yg boleh membantu kita bukan ikatan di dunia, tetapi hingga akhirat..
Carilah sahabat2 yg senantiasa berbuat amal sholeh, yg sholat berjamaah, berpuasa dan sentiasa berpesan agar meningkatkan keimanan, serta berjuang untuk menegakkan agama Islam.
Carilah teman yg mengajak ke majlis ilmu, mengajak berbuat kebaikan, bersama untuk kerja kebajikan, serta selalu berpesan dgn kebenaran.
Teman yg dicari kerana urusan niaga, pekerjaan, teman nonton bola, teman memancing, teman shopping, teman fb utk bercerita hal politik, teman whatsapp utk menceritakan hal dunia, akan berpisah pada garis mati dan masing2 hanya akan membawa diri sendiri.
Tetapi teman yg bertakwa, akan mencari kita untuk bersama ke syurga....
Simaklah diri, apakah ada teman yg seperti ini dalam kehidupan kita, atau yg ada mungkin lebih buruk dari kita...
Ayo berubah sekarang, kurangi waktu dgn teman yg hanya condong pada dunia, carilah teman yg membawa kita bersama ke syurga, karena kita tidak bisa mengharapkan pahala ibadah kita saja utk masuk syurga Allah..
Perbanyaklah usaha, moga satu darinya akan tersangkut, dan membawa kita ke pintu syurga....
Al-Hasan Al-Bashri berkata:
"Perbanyakkanlah sahabat-sahabat mukminmu, karena mereka memiliki syafa'at pada hari kiamat”.
Pejamkan mata, berfikirlah.. siapa agaknya diantara sahabat2 kita yg akan mencari dan mengajak kita bersama2 ke syurga..
Jika tidak, mulailah hari ini mencari teman ke syurga sebagai suatu misi peribadi.
Agaknya kepada siapa antum boleh menyampaikan pesan ini?
--------
Sahabat, tolong tanyakan Allah jika aku tiada bersamamu di syurgaNya...❤
*Teruntuk Para Pejuang Dakwah...*
Pejuang dakwah hendaknya mengambil ibrah dari sirah kehidupan para Nabi as
Pejuang dakwah harus memiliki mental baja, sehingga ketika dia mendapatkan penolakan dari kaumnya, dia tetap tegar dan tetap konsisten dalam jalan para Anbiya’ ini🛣
Pejuang dakwah juga tidak layak untuk menghentikan dakwahnya ketika orang yang mau menerima seruannya hanya sejumlah hitungan jari⌚
Pejuang dakwah juga tidak pantas untuk membubarkan jamaahnya ketika jamaah yang hadir di masjidnya hanya beberapa saja 🕌
Pejuang dakwah harus tetap konsisten dalam berdakwah, berapa pun jumlah jamaahnya👭👭
Tetaplah berbuat baik dan menebar kebaikan ✊🏼
Hidup untuk Bersyukur
(Ringkasan tulisan dalam Bahjat al-Nufuus karya Ibnu 'Atha'illah as-Sakandari)
Betapa banyak karunia yang Allah berikan dan pertolongan yang Allah ulurkan, melebihi kasih seorang ibu.
Ketika kita masih bayi, ibu sangat memperhatikan makan, minum, istirahat, dan tidur kita. Sementara kita tak mengetahui segala yang ia perbuat.
Demikian p**a dengan kondisi manusia di dunia. Semua kebutuhan lahir dan batin telah Allah siapkan (Bacalah Q.S 45:13 dan Q.S 16:53). Namun seringkali, kita tak menyadari nikmat yang telah diberikan-Nya.
Keadaan kita sama seperti bayi yang diberi baju bagus oleh ibunya. Bayi belum memahami nilai baju yang baik. Tanpa pikir panjang, ia bisa saja mengotori bahkan merobeknya. Lantas sang ibu akan menggantinya, mencuci yang kotor, dan menjahit yang robek, sementara anaknya tak mengetahui segala yang sang ibu lakukan karena akalnya masih lemah.
Begitu p**a Allah. Dia telah memakaikan kita baju tauhid, baju makrifat, baju cinta, baju iman, baju islam, dan baju kemuliaan. Allah p**a yang telah menyiapkan seluruh alam untuk manusia agar kita bertasbih, bersyukur, dan menyembah-Nya (Bacalah Q.S 14:24).
Jika kita renungkan, apa yang telah kita perbuat dan apa yang telah Allah perbuat kepada kita hingga saat ini, kita akan sangat malu. Menyadari segala kemurahan, kebaikan, maaf, dan ampunan yang Allah berikan. Sedangkan kita melakukan pembangkangan, kemaksiatan, kekufuran, penyimpangan, dan ketidakpatuhan.
Jika ada yang mencintaimu karena kebaikanmu padanya, bukankah itu biasa? Tapi Allah begitu luar biasa, karena masih mencintai kita yang terus menentang dan membangkang kepada-Nya.
Bahkan... sebagian orang bijak, meneteskan air mata ketika minum air yang sejuk, karena malu kepada Allah. Mereka menyadari pemberian Allah dan merasa tak bisa berbuat banyak untuk mensyukurinya. Mereka berucap, "Inilah bentuk kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya."
Dan Allah telah memaklumatkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Q.S Ibrahim:07)
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the school
Address
Lingkar Kampus Uin
Banda Aceh