Islam Hari Ini

Islam Hari Ini

Share

12/09/2019

FUNGSI DINAR DAN DIRHAM DALAM ISLAM. Al Ghazali juga memberikan perhatian terhadap masalah yang timbul akibat pemalsuan dan penurunan berat dan kadar dinar dan dirham, seperti mencampur dinar dan dirham dengan logam kelas rendah, memotong atau mengikis muatan logamnya bukan hanya sebagai dosa perserorangan, tetapi terutama berakibat merugikan masyarakat, “Memasukan dinar dan dirham palsu dalam peredaran merupakan suatu kezaliman yang besar. Semua yang memegangnya dirugikan, peredaran satu dirham palsu lebih buruk daripada mencuri seribu dirham, karena tindakan mencuri merupakan sebuah dosa, yang langsung berakhir setelah dosa itu diperbuat, tetapi pemalsuan dinar dan dirham merupakan sesuatu yang berdampak bagi banyak orang yang menggunakannya dalam transaksi selama jangka waktu yang lama” (Sidi Abdullah, IMN 1999-2019). https://www.instagram.com/p/B2QlrkUnUJR/?igshid=1rjt25hlxsybx

Emas atau dinar adalah mata uang di luar pemerintahan apapun di dunia. Ini adalah bentuk uang yang paling likuid yang diterima di seluruh dunia, mata uang cadangan sejati dunia, sedangkan Rupiah, Dolar, Yuan dan Euro dan lain-lain hanya dijamin dapat diterima di negara masing-masing, uang fiat adalah bentuk lain dari riba dan selama pemerintah masing-masing bertahan. Mengapa Muslim mau mengikatkan diri kepada uang kertas suatu negara tertentu, terutama pada saat terjadi gejolak saat itu? dan tidak pernah mempertanyakan hal ini? Ini menunjuk pada lingkup pemikiran yang sangat terbatas saat saudara menganjurkan agar hanya memegang dolar adalah strategi terbaik. Ini adalah suatu kekeliruan untuk percaya bahwa tidak ada tempat berlindung di luar moneter riba ini, bahwa saudara harus menukar secarik kertas setiap saat untuk "mengikuti" delusi daya beli atau hanya dengan diam-diam memegang dolar sementara pemerintah memperkosa kamu. Dinar dan dirham atau emas dan perak adalah tempat berlindung kamu di luar moneter riba. Sangat jelas Allah memberi petunjuk, tapi kamu tersihir oleh 'uang' kertas ciptaan bankir rentenir global.

Sekalipun suatu pemerintahan tidak runtuh ataupun berganti setiap lima tahun, maka tidak ada yang dapat menghentikannya untuk mendevaluasi mata uang mainan ini sesuka hati, inilah yang terjadi pada semua uang fiat. Semua derivatif uang kertas, termasuk Dolar dan Rupiah akan runtuh mengembalikan semua modal dari mana asalnya, adalah emas, ketika sebuah reset global terjadi, maka yang masih dapat berdiri adalah pemegang dinar dan dirham, yang tertinggal seperti debu yang berterbangan. (Sumber: Inilah Dinar dan Dirham, Sidi Abdullah, 1999-2017)

#DinarInstitute #DinarDirham #Muamalah #Zakat #PasarHalal #Halal #Islam #Indonesia #Sedekah #Jumat #PengusahaMuslim #SaudagarNusantara #Jakarta #Yogyakarta #Bandung #Surabaya #Aceh #Padang #Riau #Medan #Malang #Palembang #Madura #Semarang #Kediri #Pesantren 16/08/2019

Emas atau dinar adalah mata uang di luar pemerintahan apapun di dunia. Ini adalah bentuk uang yang paling likuid yang diterima di seluruh dunia, mata uang cadangan sejati dunia, sedangkan Rupiah, Dolar, Yuan dan Euro dan lain-lain hanya dijamin dapat diterima di negara masing-masing... https://www.instagram.com/p/B1NQipUnlEW/?igshid=q86ydfntbm03

Emas atau dinar adalah mata uang di luar pemerintahan apapun di dunia. Ini adalah bentuk uang yang paling likuid yang diterima di seluruh dunia, mata uang cadangan sejati dunia, sedangkan Rupiah, Dolar, Yuan dan Euro dan lain-lain hanya dijamin dapat diterima di negara masing-masing, uang fiat adalah bentuk lain dari riba dan selama pemerintah masing-masing bertahan. Mengapa Muslim mau mengikatkan diri kepada uang kertas suatu negara tertentu, terutama pada saat terjadi gejolak saat itu? dan tidak pernah mempertanyakan hal ini? Ini menunjuk pada lingkup pemikiran yang sangat terbatas saat saudara menganjurkan agar hanya memegang dolar adalah strategi terbaik. Ini adalah suatu kekeliruan untuk percaya bahwa tidak ada tempat berlindung di luar moneter riba ini, bahwa saudara harus menukar secarik kertas setiap saat untuk "mengikuti" delusi daya beli atau hanya dengan diam-diam memegang dolar sementara pemerintah memperkosa kamu. Dinar dan dirham atau emas dan perak adalah tempat berlindung kamu di luar moneter riba. Sangat jelas Allah memberi petunjuk, tapi kamu tersihir oleh 'uang' kertas ciptaan bankir rentenir global. Sekalipun suatu pemerintahan tidak runtuh ataupun berganti setiap lima tahun, maka tidak ada yang dapat menghentikannya untuk mendevaluasi mata uang mainan ini sesuka hati, inilah yang terjadi pada semua uang fiat. Semua derivatif uang kertas, termasuk Dolar dan Rupiah akan runtuh mengembalikan semua modal dari mana asalnya, adalah emas, ketika sebuah reset global terjadi, maka yang masih dapat berdiri adalah pemegang dinar dan dirham, yang tertinggal seperti debu yang berterbangan. (Sumber: Inilah Dinar dan Dirham, Sidi Abdullah, 1999-2017) #DinarInstitute #DinarDirham #Muamalah #Zakat #PasarHalal #Halal #Islam #Indonesia #Sedekah #Jumat #PengusahaMuslim #SaudagarNusantara #Jakarta #Yogyakarta #Bandung #Surabaya #Aceh #Padang #Riau #Medan #Malang #Palembang #Madura #Semarang #Kediri #Pesantren

01/08/2019

Dalam buku OSMANLI ALTINARI ini dijelaskan mengenai berat, kadar dan diameter dinar dari masa 700 tahun pemerintahan Kekhalifahan Ottoman. Koin emas pertama Ottoman mempunyai berat, kadar dan diameter yang sama dengan koin emas Venesia, yang beredar di pasar wilaya Timur, kemurniaan koin tersebut 99.3, persen, berat 3.508 gram dengan dia meter 20 mm.

Lalu perbaikan koin kedua dilakukan oleh Sultan Mustafa II (1695-1703) dan Sultan Ahmet III (1703-1730) dengan menyempurnakan kemurnian koin emas menjadi 24 karat, yang sebelumnya sempat terjadi degradasi kadar koin di Mesir. Emas dalam bahasa Turki disebut Altin (Altyn), salah satu pecahan koin emas Ottoman disebut, Sultani. Dari sini diketahui tujuan pertama dari mencetak koin emas adalah berbahan emas murni..https://www.instagram.com/p/B0mqUIOFZsb/?igshid=3h5di17pwzk3

Emas atau dinar dan perak atau dirham adalah uang di luar pemerintahan manapun di dunia. Ini adalah bentuk uang yang paling likuid yang diterima di seluruh dunia, mata uang cadangan sejati dunia, sedangkan Rupiah, Dolar, Yuan dan Euro dan lain-lain hanya dijamin dapat diterima di negara masing-masing, uang fiat adalah bentuk lain dari riba dan selama pemerintah masing-masing tersebut daat bertahan. Mengapa Muslim mau mengikatkan diri kepada uang fiat suatu negara tertentu, terutama pada saat terjadi gejolak saat itu? dan tidak pernah mempertanyakan hal ini? Ini menunjuk pada lingkup pemikiran yang sangat terbatas ketika saudara menganjurkan agar hanya memegang dolar adalah strategi terbaik. Ini adalah suatu kekeliruan untuk percaya bahwa tidak ada tempat berlindung di luar moneter riba ini, bahwa saudara harus menukar secarik kertas setiap saat untuk "mengikuti" delusi daya beli atau hanya dengan diam-diam memegang dolar sementara pemerintah (baca: bankir rentenir) terus memperkosa kamu. Dinar dan dirham atau emas dan perak adalah tempat berlindung kamu di luar moneter riba. Sangat jelas Allah memberi petunjuk tentang hal ini, tapi saudara tersihir oleh 'uang' kertas ciptaan bankir rentenir global.

Sekalipun suatu pemerintahan tidak runtuh ataupun berganti setiap lima tahun, maka tidak ada yang dapat menghentikannya untuk mendevaluasi mata uang mainan ini sesuka hati, inilah yang terjadi pada semua uang fiat. Semua derivatif uang kertas, termasuk Dolar dan Rupiah akan runtuh mengembalikan semua modal dari mana asalnya, adalah emas dan perak, ketika sebuah reset global terjadi, maka yang masih dapat berdiri adalah pemegang dinar dan dirham, yang tertinggal seperti debu yang berterbangan. (Sumber:  Sidi Abdullah, 1999-2017. *Dirham adalah perak murni (999), pertamakali dicetak di Indonesia oleh Islamic Mint Nusantara (IMN) pada tahun 2000. 1 Dirham 3.11 gram, 5 Dirham 15.55 gram, 10 Dirham 31.1 gram dan 1/6 Dirham (Daniq) 0.518 gram

#DinarInstitute #DinarDirham #Muamalah #Zakat #PasarHalal #Islam #Halal #Emas #Perak #SaudagarNusantara #PengusahaMuslim #Yogyakarta #Jakarta #Bandung #Surabaya #Medan #Padang #Aceh #Riau #Makassar #Pontianak 07/07/2019

Emas atau dinar dan perak atau dirham adalah uang di luar pemerintahan manapun di dunia. Ini adalah bentuk uang yang paling likuid yang diterima di seluruh dunia, mata uang cadangan sejati dunia, sedangkan Rupiah, Dolar, Yuan dan Euro dan lain-lain hanya dijamin dapat diterima di negara masing-masing, uang fiat adalah bentuk lain dari riba dan selama pemerintah masing-masing tersebut daat bertahan. https://www.instagram.com/p/BzmQtZclAAi/?igshid=sj3fju4n78t3

Emas atau dinar dan perak atau dirham adalah uang di luar pemerintahan manapun di dunia. Ini adalah bentuk uang yang paling likuid yang diterima di seluruh dunia, mata uang cadangan sejati dunia, sedangkan Rupiah, Dolar, Yuan dan Euro dan lain-lain hanya dijamin dapat diterima di negara masing-masing, uang fiat adalah bentuk lain dari riba dan selama pemerintah masing-masing tersebut daat bertahan. Mengapa Muslim mau mengikatkan diri kepada uang fiat suatu negara tertentu, terutama pada saat terjadi gejolak saat itu? dan tidak pernah mempertanyakan hal ini? Ini menunjuk pada lingkup pemikiran yang sangat terbatas ketika saudara menganjurkan agar hanya memegang dolar adalah strategi terbaik. Ini adalah suatu kekeliruan untuk percaya bahwa tidak ada tempat berlindung di luar moneter riba ini, bahwa saudara harus menukar secarik kertas setiap saat untuk "mengikuti" delusi daya beli atau hanya dengan diam-diam memegang dolar sementara pemerintah (baca: bankir rentenir) terus memperkosa kamu. Dinar dan dirham atau emas dan perak adalah tempat berlindung kamu di luar moneter riba. Sangat jelas Allah memberi petunjuk tentang hal ini, tapi saudara tersihir oleh 'uang' kertas ciptaan bankir rentenir global. Sekalipun suatu pemerintahan tidak runtuh ataupun berganti setiap lima tahun, maka tidak ada yang dapat menghentikannya untuk mendevaluasi mata uang mainan ini sesuka hati, inilah yang terjadi pada semua uang fiat. Semua derivatif uang kertas, termasuk Dolar dan Rupiah akan runtuh mengembalikan semua modal dari mana asalnya, adalah emas dan perak, ketika sebuah reset global terjadi, maka yang masih dapat berdiri adalah pemegang dinar dan dirham, yang tertinggal seperti debu yang berterbangan. (Sumber: Sidi Abdullah, 1999-2017. *Dirham adalah perak murni (999), pertamakali dicetak di Indonesia oleh Islamic Mint Nusantara (IMN) pada tahun 2000. 1 Dirham 3.11 gram, 5 Dirham 15.55 gram, 10 Dirham 31.1 gram dan 1/6 Dirham (Daniq) 0.518 gram #DinarInstitute #DinarDirham #Muamalah #Zakat #PasarHalal #Islam #Halal #Emas #Perak #SaudagarNusantara #PengusahaMuslim #Yogyakarta #Jakarta #Bandung #Surabaya #Medan #Padang #Aceh #Riau #Makassar #Pontianak

Want your organization to be the top-listed Government Service in Surabaya?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Website

Address

Surabaya