Subang.info
Sebuah mushola yang berada di kawasan Perumnas Subang dilaporkan mengalami kebakaran hebat pada Sabtu siang (13/6/2026). Kobaran api dengan cepat membesar hingga menghanguskan bangunan mushola dan memicu kepanikan warga sekitar.
Berdasarkan informasi yang beredar di lokasi kejadian, api terlihat membumbung tinggi dan menghasilkan kepulan asap tebal. Warga yang menyaksikan peristiwa tersebut segera menghubungi layanan darurat karena lokasi kebakaran berada dekat permukiman warga serta jaringan listrik.
Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Subang bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Berkat respons cepat petugas, api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke bangunan lain di sekitar mushola.
Sejumlah warga mengaku sempat khawatir karena kobaran api berada tidak jauh dari rumah penduduk. Namun upaya pemadaman yang dilakukan petugas berhasil mengendalikan situasi sehingga kebakaran tidak meluas.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa tersebut. Penyebab kebakaran juga masih belum diketahui dan menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.
Petugas terkait diperkirakan akan melakukan pemeriksaan di lokasi untuk memastikan sumber api sekaligus menghitung kerugian material yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk dan bangunan umum. Informasi mengenai penyebab pasti kebakaran masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
🎥 Yuni Rickmono
13/06/2026
Fakta mengejutkan terungkap dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah menemukan jumlah titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ternyata membengkak jauh dari rencana awal.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan jumlah SPPG yang semula dirancang sekitar 21 ribu titik kini mencapai 27.877 titik atau bertambah 6.877 titik.
Lonjakan tersebut memicu kekhawatiran adanya ketidakteraturan dalam pengelolaan program. Bahkan muncul dugaan praktik jual-beli titik SPPG yang kini sedang menjadi perhatian pemerintah.
Dengan insentif dapur mencapai Rp6 juta per hari per titik, pembengkakan jumlah SPPG berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran lebih dari Rp1 triliun setiap bulan atau sekitar Rp12 triliun dalam setahun.
Akibat temuan itu, pemerintah memutuskan melakukan penataan ulang program MBG dalam satu bulan ke depan. Pembukaan dapur baru juga dihentikan sementara sambil dilakukan evaluasi menyeluruh.
Meski demikian, pemerintah menegaskan target pemenuhan gizi masyarakat tetap akan dijalankan dan fokus perbaikan diarahkan pada pengawasan serta efisiensi anggaran.
Kalau benar ada pemborosan hingga triliunan rupiah, siapa yang harus paling bertanggung jawab menurut Anda?
13/06/2026
Fakta baru terungkap dalam sidang kasus dugaan suap importasi di Direktorat Jenderal Bea Cukai. Jaksa KPK mengungkap adanya aliran dana yang disebut mengalir ke sejumlah pejabat di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Kementerian Perdagangan.
Pengungkapan tersebut muncul saat jaksa membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terdakwa Andri, Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray Cargo. Dalam keterangannya, Andri membenarkan bahwa pemberian uang dilakukan atas perintah pemilik perusahaan, John Field.
Menurut BAP yang dibacakan di persidangan, uang tersebut diberikan kepada sejumlah pejabat BPOM, termasuk seorang deputi dan direktur. Andri mengaku menyerahkan langsung amplop berisi uang tersebut, namun tidak mengetahui nominalnya karena sudah dipersiapkan oleh pihak lain.
Tak hanya itu, jaksa juga mengungkap adanya pemberian uang kepada empat orang yang disebut berasal dari Kementerian Perdagangan. Nama-nama penerima disebut dalam persidangan, namun jabatan mereka tidak dijelaskan dalam keterangan saksi.
Kasus ini menambah daftar fakta yang terungkap dalam proses hukum dugaan suap terkait kegiatan impor yang kini sedang ditangani KPK.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Telephone
Website
Address
41213