Hendra Rangi
Kesalahan terbesar banyak orang nunggu resign dulu baru mulai usaha, kalau menunggu berhenti kerja baru usaja kemungkinan kamu telat.
07/04/2026
Thank you for having me radar sulteng. Sebuah kehormatan bisa berbagi pengalaman tentang bagaimana menyeimbangkan peran sebagai pekerja sekaligus membangun bisnis agar keduanya bisa berjalan beriringan. Semoga apa yang dibagikan dapat menjadi berkat dan inspirasi bagi semua yang menyaksikan.
Menyeimbangkan Kesibukan Tugas Kantoran dengan Kelola Bisnis // Agus Hendra Rangi Enjoy the videos and music you love, upload original content, and share it all with friends, family, and the world on YouTube.
Menjadi Profesional dan Pebisnis
Dalam dunia yang terus bergerak cepat, satu peran sering kali tidak lagi cukup.
Menjadi profesional saja membentuk kita untuk disiplin, terstruktur, dan bertanggung jawab.
Namun menjadi pebisnis melatih kita untuk membaca peluang, mengambil risiko, dan menciptakan nilai.
Keduanya bukan hal yang saling menggantikan, melainkan saling melengkapi.
Seorang profesional bekerja dengan standar dan sistem.
Seorang pebisnis bergerak dengan visi dan keberanian.
Ketika hanya berdiri di satu sisi, kita akan selalu memiliki keterbatasan.
Profesional tanpa naluri bisnis berpotensi kehilangan momentum.
Sebaliknya, pebisnis tanpa fondasi profesional rentan kehilangan arah.
Di titik inilah keseimbangan menjadi penting.
Menggabungkan keduanya berarti memiliki kemampuan untuk mengeksekusi dengan presisi, sekaligus berpikir strategis dalam melihat peluang.
Tidak hanya mampu menjalankan, tetapi juga mampu menciptakan.
Tidak hanya fokus pada proses, tetapi juga pada nilai dan dampak.
Pada akhirnya, keunggulan tidak lagi ditentukan oleh seberapa baik kita menjalankan satu peran,
melainkan seberapa utuh kita mampu mengintegrasikan berbagai perspektif dalam satu langkah yang konsisten.
Menjadi profesional adalah fondasi.
Menjadi pebisnis adalah akselerasi.
Menjadi keduanya adalah diferensiasi.
Riding. Pantai. Tenda.
Udah… segitu aja cukup buat bahagia. 🌊🔥
05/04/2026
"Kenapa harus telur?"
Pertanyaan itu sederhana tapi maknanya dalam.
Saya ditanya oleh salah seorang relasi saya yg memiliki keyakinan berbeda ketika kami sedang camping bareng. Tentu kita punya jawaban masing-masing dan beragam.
Personally, telur bukan sekadar simbol atau tradisi. Telur adalah gambaran kehidupan itu sendiri. Dari luar terlihat diam, tertutup, bahkan rapuh. Tapi di dalamnya, ada proses luar biasa—ada kehidupan yang sedang bertumbuh, ada harapan yang sedang disiapkan.
Seperti hidup kita.
Sering kali kita berada dalam “cangkang”—masa-masa sulit, ketidakpastian, pergumulan yang tidak terlihat oleh orang lain. Tapi justru di situ, Tuhan sedang bekerja. Membentuk, mempersiapkan, menumbuhkan sesuatu yang baru.
Telur mengingatkan bahwa kehidupan selalu punya jalan untuk lahir kembali. Bahwa harapan tidak pernah benar-benar mati.
Paskah bukan tentang telur.
Paskah adalah tentang kehidupan yang menang atas kematian.
Tentang terang yang mengalahkan gelap.
Tentang harapan yang tidak pernah habis.
Dan bagi saya, telur hanyalah pengingat sederhana—
bahwa di balik setiap proses, ada masa depan.
Bahwa di balik setiap luka, ada pemulihan.
Bahwa karena Dia hidup, kita punya alasan untuk tetap percaya, tetap kuat, dan tetap melangkah.
Karena Dia hidup, hari esok bukan lagi sesuatu yang menakutkan—
melainkan sesuatu yang penuh harapan.
Yesus sdh membuktikan dari kematian kemudian bangkit.
Mari kita membangun hidup kita. Tuhan memberikan pertumbuhannya. Kalau pun sdh rusak kita bisa bangun kembali dari puing2nya. Sedikit demi sedikit perlahan demi perlahan.
I do believe You can do it.
Why?
Not because of You
Because He lives,
I can face tomorrow!
Because He lives,
All fear is gone.
Because I know
He holds the future,
And life is worth the living,
Just because He lives!
Sbab Dia hidup ada hari esok
Sbab Dia hidup ku tak gentar
Krna ku tahu Dia pegang hari esok
Hidup jadi berarti sbab Dia hidup.
Selamat Paskah, hari telur itu.
Papa jgn pulang lama-lama ya"
"Nanti beli mobil balap yg beneran, gk mau yg bohongan"
Siaap (dulu aja mikir kemudian).
Papa kerja dulu ya.
Dalam hati:
Semangat bro kerjanya ada anak mu yg menanti mu membeli mobil balap yg beneran. Ada mata kecil yang percaya, kalau papanya bisa mewujudkan mimpinya. Umur 3 tahun minta mobil balap beneran, umur 21 tahun minta ke Mars nih gw curiga si Elom. Ba kuat ko punggung kamu punya anak yg mimpinya besar.
Saya belajar bahwa setiap langkah besar selalu dimulai dari kesadaran penuh akan diri — memahami dan menerima dari mana kita berasal (knowing and acceptance), mengetahui ke mana arah yang ingin kita tuju (to know), dan menemukan cara terbaik untuk mencapainya (how). Knowing, to know, and how — three simple words that define the essence of life’s journey
Personally, Even in the worst situations, Fail is okay and acceptable— as long as it stays within the limits and capacity.
Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan apakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?” — 2 Samuel 7:18
Trace back Ambon, 19 Oktober 2025
04/12/2024
Siapa bilang jualan Es teh itu guo*lok?
Mari kita hitung kuntungan usaha es teh kita analisa biaya produksi, harga jual, marginnya.
Menghitung Biaya Produksi (Cost of Goods Sold/COGS):
Biaya produksi terdiri dari:
Bahan baku: Teh, gula, es batu, air, dan kemasan.
Biaya tambahan: Gas untuk memasak, listrik, dan tenaga kerja (jika ada).
Biaya Produksi (COGS): Rp1.250 per gelas
Untuk satu gelas es teh:
Teh: Rp200
Gula: Rp300
Es batu: Rp200
Air: Rp50
Kemasan: Rp500
Total COGS: Rp1.250
Harga Jual: Rp5.000 per gelas/non restoran
Keuntungan per gelas: Rp5.000 - Rp1.250 = Rp3.750
Margin Keuntungan: (Rp3.750 / Rp1.250) × 100% = 300%
Harga jual Restoran: Rp.15.000 per gelas/restoran
Keuntungan per gelas: Rp.15.000-Rp. 1.250 =Rp.13.750
Margin keuntungan: (Rp.13.750/Rp.1.250)x 100%=1.100%
Jualan apa yg bisa untung 1.100%?
Jualan Agama? modal liur doang
GUOBLO*
Sorotanpublik
"Results happen over time, not overnight. Work hard, stay consistent, and be patient."
10/11/2024
Latihan Fokus