mr.tolinggi
KONDISI TERKINI KEBAKARAN TPA SUMOMPO, MENIMBULKAN KEPULAN ASAP YANG MENGGANGGU AKTIFITAS WARGA SEKITAR
22/03/2023
BismillahiRahmaaniRahiim...
AlhamdulillahiRabbil'alamiin...
Allahumma Sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad...
"Hanya Rindu berkumpul bersama" π₯Ίπ₯²π
Marhaban ya syahru Ramadhan...
Insya Allah semua diberikan kesehatan yang baik, diberikan kekuatan, umur ibadah yang panjang, dan diluaskan rezekinya di bulan yang penuh ampunan ini...
Kalo ana deng keluarga da salah baik ucapan maupun perbuatan dan disengaja maupun tidak disengaja, mohon dimaafkan neh.
Mohon maaf lahir dan batin ππ
02/03/2023
Bapak/Ibu sekalian,
Kami sampaikan kembali klarifikasi dari BMKG mengenai Informasi yang beredar lewat pesan whatsapp, sudah kami terbitkan lewat infografis yang dirilis tadi pagi lewat berbagai kanal Informasi BMKG,
bahwa gempa bumi sampai dengan saat ini BELUM BISA DIPREDIKSI.
*Gempa bumi*
Gempa bumi tektonik terjadi karena pergerakan lempeng tektonik atau pergerakan sesar atau patahan. Pergerakan ini menyebabkan adanya pertemuan batuan pada batas lempeng atau sesar yang berakibat pada akumulasi energi pada batuan yg bertemu ini.
Ketika energi yg terakumulasi ini tidak dapat ditahan oleh kekuatan batuannya, batuan ini akan patah dan melepaskan energi dalam bentuk gempa bumi.
Setelah kejadian gempa bumi dengan kekuatan magnitudo yang besar, formasi atau bentuk atau luasan batuan yang patah juga cukup besar untuk bisa melepaskan akumulasi energi dalam skala magnitudo yg besar.
Artinya, karena pergerakan lempeng atau sesar sebagai penyebab utama (driving forces) masih terus bergerak, dan akumulasi energinya masih melebih kemampuan dari kekuatan batuannya, batuan yg rapuh di sekitar pusat gempa bumi masih akan terus terdeformasi (terbentuk atau tertata) kembali sampai mencapai formasi ideal yang persinggungan baru yang dapat mengumpulkan (mengakumulasi) kembali energi ini.
Dengan mengasumsikan kekuatan batuan di sekitar wilayah pusat gempa bumi adalah konstan atau tetap menurut periode waktu, Informasi di atas dapat menjelaskan mengenai bagaimana gempa bumi dengan kekuatan magnitudo yang besar memiliki periode pengulangan kejadian yang jauh lebih lama dibandingkan dengan gempa bumi dengan kekuatan magnitudo yang lebih kecil.
Sederhananya untuk membangun akumulasi atau penumpukan energi yang besar, dibutuhkan waktu yang lebih lama atau jauh lebih lama.
*Tektonik Sulawesi Utara*
Sulawesi Utara berada di wilayah yang rawan gempa bumi.
Setiap hari terjadi di wilayah ini terjadi gempa bumi, tetapi tidak semua gempa guncangannya dirasakan oleh manusia.
Situasi tatanan geo-tektonik di wilayah ini yang diapit oleh beberapa lempeng tektonik dan dilewati oleh beberapa patahan (sesar), menyebabkan tingginya aktivitas kegempaan di Sulawesi Utara.
Click here to claim your Sponsored Listing.