Tafsir Lora Ismail Al-Ascholy

Tafsir Lora Ismail Al-Ascholy

Share

12/07/2026

TAFSIR SURAH AL BAQARAH AYAT 19

QS. Al-Baqarah : 19

أَو كَصَيِّبٍ مِنَ السَّمَاءِ فِيهِ ظُلُمْتُ وَرَعدٌ وَبَرِقُ يَجْعَلُونَ أَصبِعَهُم فِي آذَانِهِم مِنَ الصَّواعِقِ حَذَرَ المَوتِ وَاللهُ مُحيط بالكفرين [البقرة: 19]
__________________________________________________

Kalau perumpamaan pertama menggunakan perumpamaan api, sekarang Allah pake perumpamaan air. Kayak-kayak Allah bilang gini:

"Oke, kalau perumpamaannya kayak api, api itu panas, meskipun ia memberi cahaya. Oke, mungkin kamu bakal berpikir bahwa seterang-terangnya Islam, tetep ada sisi panasnya juga yang tidak bisa dihilangkan. Yasudah, Aku tidak kasih contoh api. Aku tidak lagi memberi perspektif bahwa Islam itu cahaya. Sebab, namanya cahaya pasti berasal dari api.

Aku kasih contoh air hujan, di malam yang teduh, bergemuruh. Islam bagaikan hujan. Ia menghidupkan bumi yang mati. Ia mampu dengan gumpalan mendungnya menyejukkan suasana akibat terik matahari yang sangat panas. Ia bisa menenangkan perasaan saat rintiknya jatuh perlahan di atap-atap rumah, mengetuk hati yang letih seakan-akan membawa kilas balik memori di masa kecil".

Intinya, hujan di ayat ini merupakan tetap rahmat. Tapi, apa reaksinya?

يَجْعَلُونَ أَصبِعَهُم فى اذانِهِم مِنَ الصَّوعِقِ حَذَرَ المَوتِ) [البقرة: 19]

Dikasih apa, responsnya apa. Nah, dari sini kita tinggal membaca tafsiran-tafsiran para ulama terkait petir, kilatnya, guntur, gemuruh, dan pekatnya malam. Mestinya hujan, petir, kilat, guntur itu dinikmati. Ambil selimut, sambil tiduran, atau rebahan. Nikmati suasananya. Kan enak itu. Turun hujan, ya baca doa yang diajari Nabi.

عن عَائِشَةَ رضي الله عنها أَنَّ رَسُولَ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ: اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا رَواه البخاري (1032).

Dengar petir, ya baca doa yang diajari Nabi.

عَبْدِ اللهِ بْنِ الزُّبَيْرِ رضي الله عنه: "أَنَّهُ كَانَ إِذَا سَمِعَ الرَّعْدَ تَرَكَ الْحَدِيثَ، وَقَالَ: سُبْحَانَ الذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ [الرعد: 13] ، ثُمَّ يَقُولُ: إِنَّ هَذَا لَوَعِيدُ شَدِيدٌ لأَهْلِ الْأَرْضِ". رواه البخاري في "الأدب المفرد" (723) ، ومالك في "الموطأ" (3641) وصحح إسناده النووي في "الأذكار" (235)

Jangan malah berusaha menolak hujaman gelegar langit. Toh, namanya juga hujan. Kadang gerimis, kadang deras, kadang berpetir, kadang cuma mendung. Itu sudah hukum alam. Artinya, namanya agama ya pasti ada ancamannya, pasti ada kabar gembiranya, pasti ada bimbingan, pasti ada penerapan aturan. Kalau agama cuma yang cocok-cocok terus dengan hawa nafsu, ya bikin agama sendiri namanya.

أَرَعَيتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوه أَفَأَنتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا﴾ [الفرقان: 43]

"Coba lihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhan, orang seperti itu mau kamu bela?"

Berarti, orang yang cuma ngambil ayat yang adem-adem terus, dan merasa risih atau tidak siap dengan ayat-ayat keras, maka dia ya begitulah kira-kira.

Di akhir ayat, Allah bilang

وَاللهُ مُحيط بالكفرين﴾ [البقرة: 19]

Artinya, orang munafik di masa Kanjeng Nabi itu sebenarnya memang kafir, cuma ditampak-tampakkan seakan-akan Islam. Kenapa? Soalnya mereka menolak poin-poin agama. Yang ini mau, tapi yang ini enggak. Kata Allah:

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهُ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَن يُفَرِّقُوا بَينَ اللَّهَ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَن يَتَّخِذُوا بَينَ ذلِكَ سَبِيلًا أُولَئِكَ هُمُ الكَفِرُونَ حَقًّا وَأَعْتَدْنَا لِلْكَفِرِينَ عَذَابًا مهينا ﴾ [النساء: 150 - 151]

Mereka kafir orisinil, bukan kaleng-kaleng.

__________________________________________________

Sumber : - Instastory 09 Juli 2026

11/07/2026

TAFSIR SURAH AL BAQARAH AYAT 18

QS. Al-Baqarah ayat 18

صُمٌّ بُكْمٌ عُمَى فَهُمْ لا يَرجِعونَ﴾ [البقرة: 18]
__________________________________________________

Tuli, bisu, dan buta, lalu mereka tak bisa kembali lagi. Bayangkan, padahal mereka hanya dihilangkan cahayanya oleh Allah. Harusnya, mereka hanya buta, kan? Tapi kenapa mereka juga bisu dan tuli? Ini memberikan sebuah gambaran bahwa kebiasaan Allah dalam membalas itu kadang berkali-kali lipat.

وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُم أَولِياءَ مِن دُونِهِ وَنَحْشُرُهُم يَومَ القِيمَةِ عَلَى وُجُوهِهِم عُميًا وَبُكْمًا وَصُمَّا مَأْونَهُم جَهَنَّمُ كُلما خَبَت زدنهم سعيرًا [الإسراء: 97]

Setiap api-nya mau habis, dibakar lagi yang lebih besar.

الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَن سَبِيلِ اللَّهِ زِدْنَهُم عَذَابًا فَوقَ العَذَابِ بِما كانوا يُفْسِدُونَ [النحل: 88]

Tren-nya balasan Allah terhadap kedzaliman adalah selalu dibikin jauh lebih besar dibanding kesalahan yang pernah mereka lalukan. Tapi ini juga berlaku pada kebaikan. Sekali berbuat baik, minimal sepuluh kesalahan terhapus.

Saya juga punya persepsi lain. Kenapa tidak hanya buta saat dihilangkan cahaya dari mereka, akan tetapi juga dibuat tuli dan bisu? Ini menunjukkan bahwa cahaya itu bukan hanya dimiliki mata. Ada cahaya lisan. Ada cahaya telinga. Orang yang ucapannya bikin adem banget, bikin nyaman banget, itu karena lisannya menampakkan cahaya yang bisa menembus hati orang lain. Ada telinga yang diberi cahaya oleh Allah sehingga ia sering sekali ketinggalan kabar tentang perjulidan. Ini makna dari doa Rasulullah

اللهم اجعل في قلبي نورًا ، وفي لساني نوراً ، وفي بصري نورا ، وفي سمعي نورًا ، وعن يميني نورا ، وعن يساري نورا ، ومن فوقي نوراً ، ومن تحتي نوراً ، ومن أمامي نورا ، ومن خلفي نورًا ، واجعل لي في نفسي نورا ، وأعظم لي نورا

Artinya, ciri utama orang yang otaknya gelap, tangannya gelap, matanya gelap, telinganya gelap, lisannya gelap, itu setiap ada celah keburukan, aib, dan sebagainya, ia pasti juara terdepan. Sebaliknya, bila urusan pahala, ia tidak pernah melihat peluang disitu. Kasihan.

Atau opsi ketiga, anggap ayat ini perumpamaan lagi. Mereka gak buta, tapi seperti buta. Gak tuli, tapi seperti tuli. Gak bisu, tapi seperti bisu. Ya karena begitu kelakuan mereka. Sama seperti orang rakus misalnya. Dia gak monyet. Tapi orang yang begitu tentu pantas jika dibilang monyet.

__________________________________________________

Sumber : - Instastory 08 Juli 2026

06/07/2026

TAFSIR SURAH AL BAQARAH AYAT 13

QS. Al-Baqarah : 13

وَإِذا قِيلَ لَهُم امنوا كَمَا ءَامَنَ النَّاسُ قَالُوا أَنُؤْمِنُ كَمَا ءَامَنَ السُّفَهَاءُ أَلَا إِنَّهُم هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَكِن لا يَعْلَمُونَ﴾ [البقرة: 13]

Ketika ada yang berkata pada mereka, "berimanlah seperti orang-orang!" Mereka menjawab: "masak kita mau beriman seperti orang-orang dungu itu?" Ingat. Merekalah yang dungu, tapi mereka tidak tau.
__________________________________________________

Ibnu Asyur menuqil sebuah bait indah dari Al-Mutanabbi:

واذا اتتك مذمتي من ناقص * فهي الشهادة لي بأني كامل

"Ketika kamu mendengar cercaan tentangku dari seorang yang tidak kredibel, maka itu sebuah persaksian bahwa aku adalah orang yang sempurna"

Kalau memang hanya karena beriman kepada sesuatu tidak terlihat itu sebuah kebodohan, lalu kenapa di situ ada tokoh-tokoh besar arab, bahkan Quraisy? Kenapa ada Sayyidina Umar di situ? Kenapa seorang raja Najjasyi begitu tertarik dengan ajaran 'bodoh' dan kerajaannya begitu khawatir mendengar kabar tentang 'golongan bodoh' ini? Kenapa ada Abdullah b. Salam tokoh besar Yahudi yang katanya putra terbaik mereka, pimpinan dan putra pimpinan tertinggi mereka?

Okelah kita katakan tokoh seperti Abdullah b. Ubayy b. Salul yang begitu cerdasnya sehingga mampu memanipulasi tokoh-tokoh Yahudi, ucapannya didengar mayoritas umat Islam yang ada pada saat itu, bahkan kata Allah:

وَإِذَا رَأَيْتَهُم تُعْجِبُكَ أَجْسامُهُم وَإِن يَقولوا تَسْمَع لِقَوْلِهِم﴾ [المنافقون:4]

Tapi, apakah itu lantas membuat selain mereka adalah bodoh semua? Jawabannya adalah, mereka hanya sombong, mereka menolak kebenaran jika bukan dari dirinya sendiri. Dan saat itulah orang cerdas yang sombong terlihat bodohnya.

Saat ada fakta secara konsensus, bahkan diverifikasi oleh kaum terpelajar, bahwa 1+1=2, lalu ada segelintir orang cerdas menolaknya, apa itu tidak langsung menjadi bodoh seketika?

وآفة العز احتقار وبطر * وآفة العقل احتراز وحذر
__________________________________________________

Sumber : - Instastory 30 Juni 2026

05/07/2026

TAFSIR SURAH AL BAQARAH AYAT 12

QS. Al-Baqarah : 12

اَلَآ اِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُوْنَ وَلٰكِنْ لَّا يَشْعُرُوْنَ [البقرة : 12]

Ingat! Mereka itulah yang merupakan perusak, tapi gak sadar!
__________________________________________________

Apa sih yang mereka lakukan kok disebut perusak di bumi?

Perang enggak, bombardir enggak. Jawabannya, mereka perusak di bumi karena mereka ahli maksiat, atau melakukan kedurhakaan kepada Allah.

Scroll Tiktok/Reels ketemu aurat-aurat atau kabar-kabar ghibah, lalu i'tikaf sebentar, itu maksiat atau tambahan informasi? Itu kerusakan lo. Membiarkan istri, melawan suami, menomorsekiankan orang tua, memutus kerabat, begitujuga zina, mencuri, korupsi, rakus, perebutan dunia, dst. Bahkan kufur, itu semua harus dianggap fasad.

( يا رسول الله أنهلك وفينا الصالحون؟ قال: نعم إذا كثر الخبث )

Apakah kita dihancurkan padahal masih ada orang sholeh? Iya, jika keburukan sudah banyak. Kiamat itu kapan? Kiamat itu ketika kemaksiatan merajalela, ketika Tuhan sudah tidak disembah, ketika aurat diumbar, ketika zina lebih halal dibanding pernikahan, ketika cibiran pada orang soleh bahkan ulama yg terkena fitnah sudah kaprah, ketika judi sudah menjadi maisyah, ketika khomr dianggap air, ketika rumah sudah mulai megah tanpa cahaya iman. Apakah itu semua bukan kerusakan?

Nah, Nabi itu memperbaiki suatu keburukan yang dinormalisasikan; seperti tidak menyembah Tuhan, dst. Maka, jangan dirusak lagi yang sudah capek2 dibangun oleh beliau.

ولا تُفْسِدُوا فِي الأَرْضِ بَعدَ إصلحها [الأعراف: 56]

Intinya, sekali-kali kita harus bicarakan bahwa maksiat itu kerusakan, jangan hanya tentang kemunduran literasi, keterlambatan teknologi. Itu perlu kita katakan sebagai hal yang akan merusak bumi ini.

وَإِذَا تَوَلَّى سَعِى فِي الأَرْضِ لِيُفْسِدَ فيها وَيُهْلِكَ الحَرْثَ وَالنَّسَلَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الفَسَادَ وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهُ أَخَذَتْهُ العِزَّةُ بِالإِثْمِ فَحَسبُهُ جَهَنَّمُ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ [البقرة: 206-205]
__________________________________________________

Sumber : - Instastory 29 Juni 2026

Want your place of worship to be the top-listed Place Of Worship in Kudus?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Website

Address

Kota Kudus
Kudus