Kebumen Beriman

Kebumen Beriman

Share

07/07/2026

Murnita Triwidyaning didakwa merobohkan rumah dinas milik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur I di Jalan Asemrowo Kali Nomor 23, Kelurahan Asemrowo, Kecamatan Asemrowo, Surabaya, menggunakan alat berat ekskavator yang disewanya sendiri.

Murnita diadili di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, Kamis (2/7/2026).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hajita Nurcahyo mengatakan, perbuatan terdakwa bermula pada Agustus 2025. Saat itu, terdakwa menghubungi saksi Novi Yanti untuk mencari informasi penyewaan alat berat.

Setelah mendapatkan tautan sewa melalui pesan WhatsApp, Murnita memesan satu unit ekskavator dengan alasan untuk merobohkan sebuah bangunan rumah.

Di hari pembongkaran, setelah operator ekskavator tiba, Murnita mengambil palu dan merusak gembok pagar agar alat berat dapat masuk ke halaman rumah.

"Terdakwa kemudian menyuruh operator ekskavator merobohkan rumah dinas tersebut, dimulai dari bagian pagar, lalu mendorong tembok bangunan menggunakan alat penggaruk ekskavator hingga hancur dan hanya menyisakan bagian garasi saja," ujar jaksa.

Pembongkaran pada malam hari itu sempat mengundang perhatian warga. Kepada ketua RT setempat, terdakwa mengaku rumah dinas tersebut telah dibelinya.

Penulis: Diki Febrianto
Editor: Reni Susanti
Sumber : kompas(com)

`

05/07/2026

Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI-P Mayjen TNI (Purn) Tubagus Hasanuddin membeberkan bahwa biaya latihan dasar militer (latsarmil) untuk calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih mencapai Rp 30 juta per orang.

“Sekitar Rp 30 juta digunakan untuk pelaksanaan latihan militer, sedangkan Rp 15 juta untuk pembelajaran substansi koperasi,” ujar TB Hasanuddin dalam siaran pers, Senin (29/6/2026).

Hasanuddin mengatakan, berdasarkan skema pelatihan selama 45 hari yang terdiri atas 30 hari latihan militer dan 15 hari pembelajaran substansi koperasi, porsi terbesar anggaran justru terserap untuk kegiatan kemiliteran yang tidak berkaitan langsung dengan tugas pengelolaan koperasi.

Maka dari itu, TB Hasanuddin menegaskan bahwa, akan jauh lebih efisien apabila komponen latihan militer dihapus, dan difokuskan sepenuhnya pada peningkatan kompetensi manajerial.

Hasanuddin menjelaskan, apabila skema tersebut diterapkan kepada seluruh peserta secara nasional yang mencapai 35.476 peserta, potensi penghematan anggaran dapat mencapai triliuan rupiah.

“Kita membutuhkan manajer koperasi yang memiliki kemampuan mengelola bisnis, memahami tata kelola keuangan, pemasaran, dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pelatihan harus benar-benar relevan dengan kebutuhan pekerjaan mereka,” tuturnya.

Adapun Kementerian Koperasi diusulkannya menjadi pihak yang membiayai pelatihan manajerial bagi calon pengelola Kopdes Merah Putih.

Penulis: Adhyasta Dirgantara
Editor: Danu Damarjati
Sumber: kompas(com)

04/07/2026

16 Tahun menolak suap, Rela Jadi pemulung Demi Nafkah Halal. Kisah Bripka Seladi Bikin Banyak Orang Menundukkan Kepala…

Di saat banyak orang tergoda memilih jalan pintas demi uang, Bripka Seladi justru memilih jalan yang lebih ber4t. Selama 16 tahun bertugas di pelayanan SIM, ia menolak suap, pungutan liar, hingga “salam tempel” sekecil apa pun. Bahkan secangkir kopi dari pemohon pun enggan ia terima demi menjaga amanah yang diembannya.

Namun kejujuran memang sering datang bersama ujian. Untuk mencukupi kebutuhan keluarganya tanpa menggadaikan harga diri, selepas berdinas ia rela memvlun9 dan memilah smp4h. Bukan karena tidak punya pilihan, melainkan karena ia ingin setiap rupiah yang dibawa pulang benar-benar halal dan penuh keberkahan.

Dengan penuh keteguhan ia berkata,

“Saya bangga dan tidak malu melakukannya, karena pekerjaan memilah samp4h ini halal.”

Kalimat sederhana itu menyimpan makna yang begitu dalam. Bahwa kehormatan seseorang tidak diukur dari seberapa mewah pekerjaannya, melainkan dari seberapa bersih cara ia mencari rezeki.

Di tengah banyaknya kabar yang membuat masyarakat kehilangan kepercayaan, Bripka Seladi hadir sebagai bukti bahwa masih ada sosok yang memilih mempertah4nkan integritas meski harus hidup sederhana. Kejujurannya mengantarkannya menerima berbagai penghargaan dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Kisah ini bukan sekadar tentang seorang polisi yang menjadi pemvlun9. Ini adalah pelajaran tentang harga diri, kejujuran, dan keberanian melawan godaan demi menjaga hati tetap bersih.

Semoga kisah Bripka Seladi mengingatkan kita bahwa rezeki yang halal, meski sedikit, jauh lebih mulia daripada harta yang melimpah namun diperoleh dengan cara yang salah.

Want your organization to be the top-listed Government Service in Kebumen?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Website

Address

Kenoyojayan Ambal
Kebumen