Mr. AF
24/06/2026
Pakubuwono X adalah Raja Kasunanan Surakarta yang kaya raya dari Pabrik2 Gula miliknya, selain untuk membangun sarana Prasarana. Membeli mobil dan kuda2 ras terbaik, Susuhan Surakarta ini juga membeli Saham di 12 perusahaan besar Belanda saat itu. Seperti Batavian petroleum company atau perusahaan Minyak Batavia, Pabrik Kina di Bandung, dan saham perusahaan pelayaran di Semarang.
Saham-saham ini dikelola Spaarfonds Bank, sebelum akhirnya beralih ke pengawasan Bank Indonesia setelah pendudukan Jepang dan revolusi. Dalam transisi kekuasaan, aset itu terlupakan.
pada 8 November 1985, salah satu cucu Pakubuwono X, K.B.H.M.H. Djombo Djajaningrat, lalu tampil sebagai penggerak. Ia menelusuri birokrasi, menyurati Belanda, hingga menemukan bahwa saham atas nama Pakubuwono X masih utuh dengan nilai nominal 395.000 gulden pada 1937.
Dihitung ulang pada 1980-an, nilainya membengkak menjadi miliaran rupiah. Syaratnya ialah pencairan hanya bisa dilakukan dengan penetapan pengadilan, dan ada batas waktu hingga tahun 1987.
Awalnya keluarga sepakat menunjuk Djombo sebagai kuasa tunggal. Tapi semakin dekat bayangan uang besar, semakin tumbuh rasa curiga. Tidak semua dari 42 ahli waris yang terdata, termasuk Pakubuwono XII yang sedang bertakhta, merasa nyaman dengan kepemimpinan Djombo.
Pada 1983, sebagian ahli waris mendirikan Yayasan Makuto Nugroho untuk mengambil alih kendali. Konflik memuncak ketika yayasan mencabut kuasa Djombo dan melaporkannya ke pengadilan. Djombo merasa dikhianati setelah satu dekade perjuangan, memperingatkan bahwa sengketa hanya akan merugikan semua pihak.
“Saya sudah merintis usaha itu selama 10 tahun, sekarang secara sepihak usaha itu mereka potong. Padahal, seandainya uang itu cair, toh tidak akan saya makan sendiri,” ujar Djombo.
Peringatan itu terbukti. Proses hukum berlarut-larut, hakim terjebak dalam sengketa kuasa, sementara waktu terus berjalan menuju 1987. Tak ada catatan pencairan dana besar-besaran. Yang tersisa hanyalah kisah tentang aset yang kemungkinan besar hangus menjadi milik negara, terkubur dalam ego dan ketidakpercayaan internal keluarga sendiri
jangan lupa like, diskusi dikomentar, share dan follow saya untuk mendapatkan informasi unik berikutnya ya 🇮🇩🏋🏻♀️
23/06/2026
# # # Catatan Penting: Harta Kekayaan Wa Ode Wau
# # # # 1. Sosok Wa Ode Wau
* Wa Ode Wau dikenal sebagai salah satu tokoh perempuan paling terkenal dalam sejarah Buton.
* Namanya selalu dikaitkan dengan kekayaan yang sangat besar, kemampuan berdagang, dan kepemimpinan yang kuat.
* Kisahnya telah menjadi memori kolektif masyarakat Buton dari generasi ke generasi.
# # # # 2. Misteri Kekayaan Wa Ode Wau
* Lokasi dan jumlah pasti harta Wa Ode Wau hingga kini masih menjadi misteri.
* Banyak cerita rakyat menyebutkan bahwa kekayaannya tersebar di berbagai tempat dan belum pernah ditemukan secara pasti.
* Sebagian sumber memperkirakan nilai kekayaannya mencapai lebih dari **Rp600 triliun**, meskipun angka ini belum dapat dibuktikan secara historis.
# # # # 3. Wa Ode Wau Sebagai Pengusaha Besar
* Wa Ode Wau diyakini membangun jaringan perdagangan yang luas.
* Ia disebut telah menjalankan aktivitas perdagangan lintas wilayah Asia Tenggara jauh sebelum era modern.
* Keberhasilannya menunjukkan bahwa masyarakat Buton telah memiliki tradisi bisnis dan perdagangan internasional sejak ratusan tahun lalu.
# # # # 4. Inspirasi yang Harus Diambil
Penulis menekankan bahwa masyarakat Buton tidak perlu fokus mencari "harta karun" Wa Ode Wau, tetapi meneladani:
* Jiwa kewirausahaan.
* Kemampuan manajemen usaha.
* Kecerdasan mengelola aset dan perdagangan.
* Semangat bekerja keras untuk kemajuan masyarakat.
# # # # 5. Pengorbanan untuk Masyarakat
* Wa Ode Wau disebut lebih banyak mengabdikan hidupnya untuk kepentingan Kesultanan Buton dan rakyatnya.
* Ia dikenal sebagai pribadi yang dermawan dan adil.
* Menurut kisah yang berkembang, ia baru menikah pada usia lanjut dan tidak memiliki keturunan.
# # # # 6. Warisan Bagi Generasi Muda Buton
* Kisah Wa Ode Wau dianggap sebagai modal budaya (cultural capital) bagi masyarakat Buton.
* Generasi muda diajak menjadikan Wa Ode Wau sebagai teladan dalam:
* Berwirausaha.
* Mengelola kekayaan.
* Membangun ekonomi daerah.
* Mempersiapkan masa depan Buton Raya.
# # # # 7. Pesan Utama Naskah
> "Jangan hanya mencari harta Wa Ode Wau, tetapi pelajari bagaimana ia memperoleh, mengelola, dan membelanjakan hartanya untuk kepentingan masyarakat."
# # # # Nilai-Nilai yang Ditinggalkan Wa Ode Wau
✅ Kerja keras
✅ Kemandirian ekonomi
✅ Kepemimpinan perempuan
✅ Kedermawanan
✅ Manajemen usaha
✅ Pengabdian kepada masyarakat
✅ Visi perdagangan lintas wilayah
**Kesimpulan:**
Kisah Wa Ode Wau bukan sekadar legenda tentang harta karun, melainkan pelajaran tentang bagaimana seorang perempuan Buton mampu membangun kerajaan bisnis, mengelola kekayaan dengan bijak, dan mengabdikan hasil usahanya untuk kesejahteraan masyarakat.
jangan lupa like, diskusi dikomentar, share dan follow saya untuk mendapatkan informasi unik berikutnya ya 🇮🇩🏋🏻♀️
Click here to claim your Sponsored Listing.