YPAMJ

YPAMJ

Share

31/03/2026

. *NGAJI KITAB TELES*
*"G A T A L"*

"Menunggal dalam Hening, Menghadapi "Goda Alus" Sang Salira"

Rahayu Sagung Dumadi.
Teruntuk para Simpatisan, Jawata, Siswa Jendra, Siswa Utama lan para Satriya Jendra ingkang Kinasih.

Dalam perjalanan kita mendaki Sangkan Paraning Dumadi, salah satu laku yang utama adalah Mati Sajroning Urip.

Belajar hening di tengah riuh, belajar diam di tengah gerak. Namun, seringkali saat kita baru saja hendak menata niat, duduk bersila, dan memusatkan rasa dalam meditasi... tiba-tiba datanglah sang pengganggu kecil yang tak diundang.

*Rasa Gatal*

Mula-mula di lengan, kita garuk. Pindah ke kaki, kita garuk lagi. Tak berselang lama, ia "naik level" ke p**i, bahkan hingga ke tempat-tempat yang tak pantas disebut. Padahal, tubuh sudah bersih sehabis mandi, wangi sabun masih terasa, dan tak ada satu pun nyamuk atau semut yang melintas.

Dari manakah gatal itu berasal?
Memahami "Isengnya" Sang Pikiran
Ketahuilah, anak-anakku, saat raga mulai diam, di situlah Pancadriya dan pikiran kita kehilangan mainannya. Biasanya mereka sibuk dengan gawai, percakapan duniawi, atau hiruk-pikuk pekerjaan. Begitu kita paksa untuk tenang, pikiran akan mulai "berulah" karena merasa kesepian.

Ia mulai membisikkan hal-hal kecil agar kita kehilangan fokus:

> "Itu gatal loh... penting itu..."
> "Kalau tidak digaruk, nanti jadi dosa karena menyiksa diri..."

Ini yang jarang disadari dalam Kawruh Jendra. Saat luar tampak sepi, sensasi di dalam justru akan tampak membesar. Ibarat sebuah titik kecil di atas kertas putih bersih, ia akan terlihat sangat mencolok. Gatal, kesemutan, atau rasa pegal itu sebenarnya adalah "notifikasi" kecil dari otak yang kita perbesar sendiri lewat perhatian (fokus) yang salah arah.

*Cara Menghadapi "Goda Alus" Tubuh*

Agar meditasi tidak berubah menjadi sekadar "latihan menggaruk" layaknya kera di hutan, simpanlah piwulang ini di dalam batin:

*Aja Kagetan (Jangan Panik):*
Gatal bukanlah tanda kegagalan laku. Itu hanyalah uji cilik atau tes kecil untuk menguji keteguhan niatmu.

*Sabar lan Narima (Tahan Sejenak):*
Cobalah bertahan 5–10 detik. Perhatikan saja rasa gatal itu tanpa membencinya.

Seringkali, saat hanya disaksikan tanpa diberi "makan" berupa perhatian berlebih, rasa itu akan sirna dengan sendirinya.

*Madyama (Jalan Tengah):*
Jika gatalnya sungguh mengusik hingga merusak ketenangan batin, silakan digaruk saja dengan santai dan sadar. Meditasi bukanlah lomba menyiksa diri. Garuklah seperlunya, lalu kembalilah manunggal pada napas.

*Kiblat Napas:*
Kembalilah ke rumahmu yang sejati, yaitu Napas. Gatal itu seperti awan yang datang dan pergi, sementara napas adalah langit yang tetap luas.

*Intisari Piwulang ini adalah :*
Semakin kita melawan gatal dengan amarah, ia akan menjadi tokoh utama dalam drama meditasi kita. Namun, semakin kita bersikap sumeleh (pasrah yang aktif) dan santai, gatal itu akan kehilangan taringnya.

Meditasi bukan hanya tentang menundukkan pikiran yang liar, tetapi juga tentang bersahabat dengan raga yang terkadang s**a "iseng" mencari perhatian.

Ayo, mengaku jujur para Satriya dan Siswa Jendra...
Di bagian tubuh mana biasanya "Gatal Misterius" itu muncul saat kalian sedang mencoba hening?

Tetaplah berproses dengan rasa syukur dan senyum di batin.

Salam Rahayu 🙏✨
Rahayu, Rahayu Sagung Dumadi...🙏

06/02/2026

Dengan Cak Cid – Saya mendapatkan streak! Saya sudah jadi penggemar berat 16 bulan berturut-turut. 🎉

Want your business to be the top-listed Furniture Store in Jember?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address

Kantor :Jalan Panjahitan XII Blok A No. 02 RT. 001 RW. 026 Kel. Kebonsari Kec. Sumbersari Kab Jember Prop. Jatim 68122
Jember
68127