Joe College

Joe College

Share

01/04/2014

Tips dan Panduan Memulai Bisnis Oleh-oleh
-------

Trik merintis usaha oleh-oleh sebenarnya tak berbeda dengan memulai bisnis kuliner pada umumnya. Pelaku usaha yang ingin terjun ke bisnis ini harus melakukan riset, khususnya yang terkait dengan potensi daerah.

Selain menggali warisan kuliner daerah, pelaku usaha juga bisa memanfaatkan bahan baku yang banyak tersedia.

Cara inilah yang ditempuh oleh Solihin. Sarjana pertanian yang lulus dari salah satu universitas di Lampung ini menyadari bahwa pisang adalah sumber daya potensial yang bisa dia manfaatkan.

Tinggal di daerah dengan hasil pisang melimpah menjadi keuntungan tersendiri. Karena mudah didapatkan, harga bahan baku pisang pun amat murah, katanya.

Untuk selanjutnya, Solihin lantas mencari petani untuk diajak bekerja sama. Setelah mendapat pasokan bahan baku, dia pun mulai bereskperimen untuk mendapatkan produk keripik yang inovatif.

Solihin menambahkan berbagai varian rasa unik di keripik Mr. Banana. Tujuannya tentu saja agar bersaing dengan kompetitor dan merebut perhatian konsumen. Varian rasa yang ditawarkan a.l. asli (original), coklat, susu, mocca, manis asin, stroberi, pedas manis, hingga rasa rendang.

Selain menciptakan rasa-rasa baru, tantangan lain yang harus dihadapi Solihin adalah mempertahankan kualitas produk. Konsistensi rasa amat penting. Hal inilah yang tidak dimiliki oleh kebanyakan produsen keripik pisang di Lampung. Sampai saat ini saya turun langsung untuk mengontrol produksi keripik Mr. Banana, ujar dia.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Julian. Alasan pria yang memiliki bisnis restoran dan salon khusus muslimah ini memilih labu kuning adalah karena buah tersebut mudah didapat di sekitar Bogor. Di samping mudah ditemukan, labu kuning juga bukan buah musiman. Jadi, apabila menggunakan buah ini saya tak takut akan kehabisan stok.

Namun demikian, resep kue labu kuning Miss Pumpkin tak dia dapat dalam sekejap. Julian mengaku dia membutuhkan waktu delapan bulan untuk mengutak-atik buah tersebut di dapur. Bahkan, Julian meminta bantuan ahli masak profesional di dua bulan terakhir. Saya memakai buah labu segar. Kadar air yang ada di dalam labu ternyata mempengaruhi kualitas kue. Makanya, saya harus melakukan eksperimen berbulan-bulan, ucap

Eksperimen Julian tak berhenti sampai disitu. Agar mendapat cita rasa yang sesuai dengan selera masyarakat Indonesia, dia menawarkan bebera varian rasa a.l. bolu rasa original, teh hijau (green tea), coklat, dan jeruk. Agar makin lezat, dia pun menambah parutan keju di atas bolu Miss Pumpkin.

Selain inovasi produk dan rasa, elemen penting lain yang harus diperhatikan oleh pelaku usaha oleh-oleh khas adalah kemasan. Buah tangan biasanya dibeli oleh wisatawan untuk mereka berikan kepada sanak-saudara ataupun rekan kerja. Oleh karena itu, produk kuliner khas akan memiliki nilai tambah jika dikemas secara aman dan higienis.

Banyak produsen keripik yang menjual secara kiloan. Jadi kemasannya hanya plastik transparan. Gebrakan yang saya lakukan adalah mengemas keripik pisang dengan aluminium lengkap dengan merek dan logo. Stigma keripik pisang yang tradisional berubah jadi produk modern, kata Solihin.

Senada dengan Solihin, Julian pun memikirkan kemasan dan branding untuk produk kue labu kuning buatannya. Tak tanggung-tanggung, Julian sengaja menyewa jasa konsultan demi menghasilkan merek oleh-oleh yang tak ketinggalan jaman. Alhasil, Miss Pumpkin hadir dengan logo labu yang dikombinasikan dengan warna ungu nan memikat. Dia menggunakan boks karton sehingga konsumen bisa menenteng bolu labu kuning dengan leluasa.

31/03/2014

Mulai Usaha dengan Meniru, Why Not?
-------

Buat Anda yang sedang memikirkan untuk memulai suatu bisnis, jangan ragu untuk menyontek alias copycat. Banyak copycat yang lebih berhasil daripada inovator. Contohnya, Jepang yang hancur pada Perang Dunia II tapi mampu bangkit menjadi raksasa industri dengan meniru apa yang sudah dilakukan Eropa dan Amerika Serikat.

Mengapa para peniru malah lebih berhasil? Oded Shenkar dalam bukunya "Copycat" mengatakan peniru diuntungkan dengan turut memanfaatkan jalan yang sudah dibuka inovator tanpa perlu membayar. Cara ini tidak hanya menghemat biaya penelitian dan pengembangan, tapi juga untuk pemasaran karena pelanggan telah disiapkan untuk menggunakan produk atau jasa tersebut.

Banyak contohnya. Nintendo adalah salah satu dari 75 copycat video permainan Pong milik Atari 1975 tetapi perusahaan itu malah menjadi pembawa standar industri tersebut. Netscape melakukan hal yang sama terhadap Spry sebelum mengalah pada Microsoft Explorer. Honda dan Toyota menjadi pengikut model van mini milik Chrysler dan menjadi jauh lebih sukses. Dan masih banyak contoh lagi.

Di Indonesia banyak perusahaan makanan cepat saji meniru gaya McDonalds dan sukses besar. Hal serupa terjadi di Filipina, salah satu negara dengan industri fast food yang tumbuh dengan cepat.

Ini sepuluh peraturan untuk perusahaan yang ingin sukses sebagai copycat, menurut Oded Shenkar:

1. Jangan repot menciptakan sesuatu yang sudah ada.

2. Menirulah dengan senang.

3. Gunakan strategi peniruan secara efektif dan kreatif.

4. Jangan batasi model tiruan.

5. Beri konteks pada tiruan.

6. Lakukan analisis menyeluruh pada produk asli maupun tiruannya.

7. Ciptakan produk yang tidak hanya sesuai tapi juga menghasilkan nilai.

8. Copycat harus mampu melakukan peniruan dengan biaya efektif dan risiko sepadan.

9. Ciptakan penghalang agar orang lain tidak meniru produk Anda.

10. Walau Anda meniru, jangan berhenti melakukan inovasi.

23/03/2014

5 Penyebab Bisnis Gagal

Tidak ada kemudahan dalam bisnis. Sekecil apapun, harus ada kerja keras yang dilakukan untuk mencapai sukses.

Ada beberapa faktor sepele yang tidak disadari oleh pemula dalam bisnis. Sialnya, hal-hal sepele itu justru sering menjadi penyebab kegagalan. Jika tidak ditangani dengan serius, hanya dalam kurun waktu kurang dari lima tahun saja, hal-hal itu malah menjadi penyebab kebangkrutan dan tutupnya bisnis.

Tidak ada pegawai. Awalnya mungkin Anda berpikir bahwa bisnis yang mulai Anda geluti mampu Anda jalankan sendiri tanpa bantuan orang lain. Namun seiring perjalanan waktu, Anda tetap akan membutuhkan pegawai. Mulailah berpikir untuk merekrut pegawai. Jangan hanya melihat kemampuan akademik, tetapi perhatikan juga kompetensi dan pengalamannya.

Tidak berpromosi. Kekuatan terbesar dari bisnis adalah promosi. Mustahil bisa mendapatkan pelanggan banyak tanpa promosi. Tak mau keluar uang banyak? Mulailah dengan promosi digital menggunakan media sosial, seperti Facebook dan Twitter.

Tidak fokus. Di saat mengalami kelesuan terhadap produk yang Anda jual saat ini, Anda memang disarankan untuk mencari produk baru sebagai varian. Namun sebaiknya jangan melupakan produk lama Anda. Sering berganti-ganti produk justru akan membuat pelanggan bingung dengan identitas bisnis Anda.

Tidak tertib administrasi. Jangan pernah berpikir untuk tidak mencatat setiap transaksi. Sekecil apapun jumlah transaksi tersebut, sebaiknya memang tertulis di dalam laporan keuangan supaya Anda memahami kondisi keuangan bisnis Anda sendiri.

Tidak ada dana cadangan. Memulai bisnis dengan modal kecil akan membuat Anda menjalani tahun-tahun pertama dari bisnis Anda dengan sulit. Dana cadangan tetap Anda butuhkan untuk menambah kekuatan sumber dana di kala bisnis sudah mulai goyah.

Want your school to be the top-listed School/college in Jember?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address

Jalan Raya Puger No 33, Jambearum, Puger
Jember
68164

Opening Hours

Monday 08:00 - 23:00
Tuesday 08:00 - 23:00
Wednesday 08:00 - 23:00
Thursday 08:00 - 23:00
Friday 08:00 - 23:00
Saturday 08:00 - 23:00
Sunday 08:00 - 23:00