Chani Rasyid
20/06/2025
Di era budaya layar yang makin mengakar, ditambah lagi dengan kekuatan algoritma media sosial, kita semua punya ‘drama’ dan ‘semesta’ masing-masing.
Coba deh kita perhatikan:
✅ Bagi sebagian orang, isu penindasan di Palestina adalah semesta mereka, membuat sosok seperti Netanyahu jadi representasi kejahatan di mata mereka.
✅ Ada juga yang semestanya berputar di dunia hiburan dan gosip, menjadikan pernikahan Al dan Alyssa kemarin sebagai topik paling hangat.
✅ Dan tak sedikit p**a yang tenggelam dalam dunia finansial, menganggap perencana keuangan atau konglomerat sebagai ‘nabi’ yang patut dianut.
Keberagaman “semesta” ini bikin realitas kita di kehidupan nyata jadi super kompleks, dan ini berpotensi memicu masalah sosial kalau kita minim literasi media serta kurang cakap berinteraksi dengan sesama.
Apapun semesta kamu, ingatlah satu hal: saya, kamu, dan siapa pun mereka itu tidak sama, dan tidak perlu sama. Berbeda bukan berarti tidak bisa berteman, kok. Pada akhirnya, kita semua akan kembali sendiri-sendiri, jadi fokuslah pada hal-hal yang bermanfaat untuk kehidupanmu selanjutnya (bahkan kalimat terakhir ini saja bisa jadi punya makna berbeda buat kita, hahaha!).
Salam Damai Untuk Semua. 🙏
Click here to claim your Sponsored Listing.