BANGLIMS
Target dan tekanan pekerjaan sering sekali menimbulkan permasalahan pada kesehatan, terkadang hal itu tak dapat diselesaikan dengan healing atau sekedar jalan jalan, biasanya jarak 1 dan 2 minggu gejalanya akan muncul lagi.
Satu satunya cara untuk menyelesaikan hal ini adalah kembali ke akar permasalahannya, dan akarnya adalah diri kita sendiri, cara kita menata pikiran kita tepatnya.
Apalagi bila kita berada dalam lingkungan kerja yang Toxic dan penuh trik dan intrik internal.
Dulu kita mengenal istilah Mensana incorporesano didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, namun sepertinya saat ini juga berlaku kebalikannya yaitu pada Jiwa yang sehat terdapat tubuh yang kuat.
Coba luangkan waktu untuk diam sejenak, saat senja, ditemani kopi atau teh favorit dan renungkan apa apa yang sudah kita lakukan selama ini, kita butuh waktu sendiri untuk membangun kesadaran diri bahwa selama ini kita terlalu fokus memperbaiki āluarā, tapi lupa merapikan ādalamā.
Kita mencoba menyelesaikan tekanan dengan liburan, distraksi, atau pelarian sementara. Itu membantu, tapi sifatnya hanya meredakan, bukan menyelesaikan. Karena sumber utamanya bukan di pekerjaan itu sendiri, tapi di cara kita memaknai, merespons, dan menyimpan tekanan tersebut di dalam pikiran.
Lingkungan kerja yang toxic, penuh intrik, permainan kepentingan, bahkan ketidakadilan, itu nyata. Tidak bisa kita pungkiri.
Tapi ada satu hal yang perlu direnungkan sore itu, dua orang berada di lingkungan yang sama, tapi hasilnya berbeda. Yang satu hancur, yang satu tetap stabil. Bedanya bukan di lingkungan, tapi di sistem mentalnya.
Kunci utamanya bukan sekadar ākeluar dari tekananā, tapi membangun kapasitas untuk menghadapi tekanan.Karena sumber keriuhannya didalam diri kita bukan diluar diri.
Di sinilah pentingnya menata pikiran secara sadar, langkah yang saya lakukan selama ini adalah:
1. Belajar memilah mana yang bisa kita kontrol, mana yang tidak.
2. Tidak semua hal perlu dimasukkan ke hati.
3. Tidak semua konflik perlu dimenangkan.
4. Tidak semua opini orang harus kita jadikan beban dan dimasukkan pikiran.
5. Tahu tujuan kita bekerja, untuk siapa dan untuk apa apa kita bekerja.
Kita perlu membangun āfilter mentalā.
Karena tanpa filter mental, semua hal bebas masuk menjajah pikiran, bisa dari omongan orang, tekanan target, drama internal, ketakutan masa depan.
Lama-lama penuh. Dan ketika penuh, tubuh yang berbicara, lewat sakit kepala, lambung, lemas, cemas, psikosomatik dan berbagai gejala lain, akhirnya bukan hanya pekerjaan yang terganggu tapi keharmoniasan keluarga, hubungan sosial, self care, dll akan terdampak juga.
Jadi tubuh itu bukan musuh yang harus dilawan. Tubuh adalah alarm penjaga, dia sayang dengan kita karena dia adalah bagian dari diri.
Alarm bahwa ada sesuatu dalam cara berpikir kita yang perlu dibenahi.
Pada titik ini, kita tidak lagi sekadar bertanya āBagaimana caranya supaya stres secepatnya hilang?ā, tapi kita mulai bertanya āBagaimana caranya aku menjadi lebih kuat dari stres itu sendiri?ā
Karena dunia kerja tidak akan berhenti memberi tekanan.
Tapi kita bisa melatih diri untuk tidak lagi runtuh setiap kali tekanan itu datang.
Dan saat kita mulai bisa menata pikiran dengan lebih jernih, lebih sadar, lebih tenangā¦
Pelan-pelan, tubuh akan mengikuti.
Bukan karena masalahnya hilang, tapi karena kita sudah berubah.
Sebuah opini pribadi dari X40+ yang banyak tekanan dan masalah wkkwkwkw
Opini & Atensi dipersilahkan ya gaes
Hal terpenting saat Anda mulai bekerja bukan pertanyaan tentang berapa gaji saya ? Tapi ....
Apa tujuan saya bekerja disini.
Sungguh merugi bila ada orang yang bekerja hanya karena gaji, sedang mereka bisa mendapatkan lebih dari gaji yang mereka terima bila mau berfikir lebih luas.
Dalam setiap pekerjaan pasti ada hal baru yang ditemui, orang baru untuk dipelajari, wawasan baru untuk diserap, komunitas baru untuk sama sama bertumbuh, jaringan untuk dihubungkan, tantangan untuk dilakukan, dan masih banyak lagi keuntungan bekerja selain dari gaji.
Gaji pasti habis entah dibelanjakan atau berakhir di Closet, namun pengetahuan dan pengalaman akan menjadi aset paling berharga untuk naik ke level berikutnya.
Namun, hal ini sulit diterima oleh orang orang yang berfikir singkat dan pendek.
Karena itu Steve Job mengatakan Stay Hungry, Stay Foolish.
Pikiran adalah pencetus segalanya, kendalikan dan tata cara kita berfikir maka kita telah merubah hampir keseluruhan hidup kita
Berfikir benar jauh lebih penting daripada bekerja benar.
Saya sering menulis sebuah kalimat "Hutang Masa Lalu" yang dapat menjadi penghalang hidup kita saat ini, orang orang menyangka bahwa bentuk hutangnya itu adalah uang atau pinjaman.
Bukan hanya itu, ada yang lebih dari itu
Hutang masa lalu adalah semua bentuk akibat dari keburukan yang kita lakukan pada masa lalu yang dampaknya kita rasakan pada hari ini (Tapi berbeda dari karma loh ya, agak mirip tapi berbeda).
Hutang masa lalu bisa sebuah kebiasaan buruk yang kita pupuk sejak lama akhirnya menjadi pola pikir dan karakter diri kita saat ini, nah karakter tersebut tentunya memiliki efek buruk juga terhadap diri kita saat ini, baik dalam keluarga, sosial ataupun pekerjaan, entah membuat orang lain tersinggung, marah atau sakit hati, bisa juga berupa janji janji yang belum kita tepati ada masa lalu, atau sifat temperamental dan kemalasan yang berdampak luas pada hari ini, dan masih banyak lagi.
Sederhananya, hutang masa lalu adalah semua hal yang bersumber dari aktifitas pikiran, ucapan dan perkataan buruk pada masa lalu yang akhirnya menghambat perjalanan, karir, ekonomi, keluarga, dan semua lini kehidupan kita. Kita kerap menyebutnya sebagai masalah.
Saya meyakini bahwa permasalahan kehidupan bukan berasal dari Tuhan, karena Tuhan hanya menginginkan kita bahagia dan sejahtera, permasalahan yang timbul dalam hidup kita akar pemicu utamanya adalah diri kita sendiri, dan dampaknya terlihat dari perilaku orang lain kepada diri kita.
Pikiran adalah Sang Pencetus.
Maka saat Anda mendapatkan masalah kehidupan, coba tenang dan telusuri lebih dalam lagi, pasti ada hubungannya dengan diri kita, ada sosok atau campur tangan kita sebagai pemicu masalah tersebut, kebanyakan karena kita tidak berfikir panjang saat memutuskan, atau terlalu terbawa emosi saat melakukannya, dan biasanya dikarenakan terlalu dikendalikan oleh kehendak pikiran.
Lalu bagaimana cara membayarnya ?
Terima, Jalani dan Perbaiki diri.
Terima hasil dari hutang masa lalu itu, semakin ditolak akan semakin menderita, semaki dilepaskan rasa tertekannya maka akan semakin cepat berlalu.
Jalani dengan penuh ketulusan, kesadaran dan pengakuan tanpa penolakan bahwa saya sedang membayar hutang masa lalu dikarenakan pikiran, ucapan dan perbuatan saya.
Perbaiki diri untuk tidak menggunakan respon yang sama seperti masa lalu sehingga tidak membangun hutang baru untuk masa depan.
Lalu kapan kira kira gambaran hutang itu pelan pelan mulai dilunasi ?
Akan terjadi perubahan pelan pelan dalam segala lini kehidupan kita karir semakin lancar, keluarga tambah harmonis, ekonomi membaik dan hubungan dengan Tuhan yang semakin intens.
Ditulis oleh orang yang memiliki hutang masa lalu yang bejibun dan masih berjuang untuk membayarnya.
Salah satu kelemahan perusahaan yang kerap saya temui adalah selalu berfokus pada hal hal teknis dan teknik dalam pelayanannya, padahal yang jauh lebih penting dari hal itu adalah cara berfikir orang yang melayani.
Bagaimana seseorang dapat melayani dengan baik sedang pola pikirnya belum melayani, tapi masih pola pikir bekerja.
Cara berfikir yang benar akan menghasilkan pelayanan yang benar, cara berfikir adalah poin pertama PR HRD saat memperkerjakan karyawan baru, setelah beres baru bicara soal hal teknis dan teknik.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the public figure
Telephone
Website
Address
Bogor
16320
Opening Hours
| Monday | 09:00 - 17:00 |
| Tuesday | 09:00 - 17:00 |
| Wednesday | 09:00 - 17:00 |
| Thursday | 09:00 - 17:00 |
| Friday | 09:00 - 17:00 |
| Saturday | 09:00 - 17:00 |
| Sunday | 09:00 - 17:00 |