Femes
3. Nyepelein ketepatan waktu pas janjian. Sampai kamu dapet “tukang telat” sebagai julukan
Dari zaman sekolah sampai sekarang udah menghasilkan rupiah, ada satu julukan yang selalu orang lain berikan: tukang telat! Ya gimana nggak disebut tukang telat, kalau yang aslinya masih rebahan tapi ngakunya udah di jalan?! Udah gitu sering banget bikin orang lain, bahkan temen kerja sendiri nunggu berjam-jam.
“Macet dan salah jalan.” Dua hal inilah yang sering banget jadi alasan dan menyepelekan ketepatan waktu pas janjian sama orang. Padahal zaman sekarang, banyak banget kemudahan yang teknologi berikan. Kamu bisa sampai tujuan makin cepat dengan Gojek., bahkan kamu bisa pake Gojek sebagai bala bantuan. Apalagi sekarang bisa ketemu driver Gojek .
Ada tambahan inovasi proses jemput baru dari Gojek yaitu titik jemput terdekat sehingga kamu nggak perlu bingung lagi pas janjian sama driver. Tinggal pilih aja landmark terkenal di jarak 100 meter dari lokasimu buat jadi titik temu sama driver. Eh kalau kamu ketemu di tempat yang asing gimana? Atau kalau kita bingung mana utara, selatan, barat, timur, tenggara, barat daya dan lain sebagainya terus gimana? Tenang, ada lagi inovasi titik jemput dengan foto yang bisa kamu pakai. Ada foto setiap titik jemput yang tersedia di sebuah lokasi, misalnya di sebuah mall. Jadi makin gampang ketemu sama driver.
Plus ada promo garansi penjemputan garansi yang Gojek berikan. Semisal driver telat datang lebih dari 3 menit dari estimasi waktu tiba. Kamu akan dapat voucher diskon dari Gojek yang akan diberikan dalam 1×24 jam setelah orderan selesai. Semua inovasi di atas adalah bukti komitmen yang diberikan oleh Gojek buat kita. Dah ya, nggak ada alasan lagi buat telat waktu janjian~
4. Jarang bilang “terima kasih” atas bantuan yang orang lain berikan
Yang namanya masalah itu pasti akan ada aja dalam kehidupan. Nah kalau masalah ini udah datang dan kita udah angkat tangan, ya mau nggak mau harus minta bantuan orang. Namun setelah orang lain tersebut bantuin kamu sesuatu, ada satu hal yang seringnya dilupakan; bilang terima kasih. Tanpa disadari, ini nih yang bikin orang lain malas sama kita. Giliran minta bantuan aja sampai memohon-mohon, pas udah dibantuin bilang terima kasih pun kelupaan. Padahal kan bilang terima kasih itu nggak butuh banyak effort dan tenaga. Udah gitu “terima kasih” juga membuat orang lain merasa dihargai. Jangan dilupakan lagi ya!
1. Gampang ngegas dan emosian pas dikasih tahu sesuatu. Padahal ada hal baik yang coba mereka sampaikan sama kamu
Sebagai manusia kita nggak terlepas dari yang namanya salah dan keliru. Entah dalam hal pekerjaan, menjalin hubungan pertemanan, atau hal-hal lain dalam kehidupan. Nah karena nggak bisa lepas dari salah dan keliru, saling mengingatkan dibutuhkan banget biar ke depannya kesalahan yang sama nggak lagi dilakukan. Sayangnya, ada juga orang yang malah ngegas tiap dikasi tahu sesuatu yang sebenarnya penting untuk perbaikan diri. Padahal kan ada kalanya kita sebagai manusia memang melakukan kesalahan dan coba diluruskan sama teman-teman dan lingkungan sekitar. Tapi karena gengsi atau memang prinsip yang ogah diingatkan, respons yang diberikan justru, “Nggak usah sok ngasih tahu!”
2. Giliran ngomentari sesuatu di media sosial, pedesnya nggak ketulungan
Saat teman-teman atau orang lain coba kasih tahu atau mengomentari sesuatu, kita langsung ngegas dan jadi emosian. Nah giliran kita melakukan hal yang sama pada orang lain, kata-kata yang keluar justru pedas dan kadang nggak enak didengarkan. Seringnya sih kita berkomentar pedas di media sosial, dengan dalih “hanya mengingatkan”. Namun kalau maunya hanya mengomentari tanpa mau dengerin mas**an, ya gimana orang lain nggak memandangmu sebelah mata? Mending tempatkan diri ke posisi orang lain dulu. Kalau sekiranya nggak s**a dikomentari, ya jangan ngomentarin orang mulu ya~
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Bekasi
17510