RGB

RGB

Share

18/01/2026

Riyanto Bun*h tetangga yang memp3rk0sa ibunya Karna tidak mendapat ke4dilan..
Di balik selembar penutup wajah hitam, tidak ada tunduk lesu atau isak tangis penyesalan. Maulud Riyanto (18) berdiri tegak di depan sorotan kamera dengan tatapan yang dingin. Kalimat yang
meluncur dari bibirnya pun sanggup membuat bulu kuduk merinding:
"Saya m3mbun*h tetangga saya. Tidak menyesal, justru saya merasa lega."
Ini bukan sekadar pengakuan kriminal biasa. Ini adalah jeritan dari sebuah batin yang sudah mati rasa, sebuah dendam kesumat yang dipelihara dengan rapi sejak ia masih mengenakan seragam merah putih.
Luka yang Dipaksa Sembuh oleh Kata "Damai"
Bayangkan seorang anak kecil di bangku Sekolah Dasar harus menyaksikan dunianya runtuh dalam sekejap. Maulud melihat ibunya, sosok pelindung utamanya, menjadi korban pem3rk0s4an oleh tetangganya sendiri, Yasin Fadilah.
Namun, yang lebih menyakitkan dari kejadian itu adalah apa yang terjadi setelahnya. Alih-alih mendapatkan keadilan hukum, kasus tersebut diselesaikan secara "kekeluargaan" oleh perangkat desa. Kata "damai" yang tertulis di atas kertas justru menjadi vonis penderitaan seumur hidup bagi Maulud dan ibunya.
Selama bertahun-tahun, Maulud tumbuh dalam bayang-bayang ejekan. Ia dicemooh karena tragedi ibunya, sementara si pelaku melenggang bebas seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Di sinilah "keadilan" versi masyarakat gagal total, dan bara dendam mulai ditiup menjadi api.
"Waktu itu saya tak punya daya, saya lemah. Kami sudah mel4por, tapi tidak ditindaklanjuti. Masyarakat diam." 🙏😔

Want your business to be the top-listed Realtor/realty Service in Bandung?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address

Jalan Narawita
Bandung
40395